
.
Melihat wajah Bintang yang tampak kesal namun hanya bisa pasrah, sontak membuat Chelsea terkikik dalam hati. Entah kenapa ia merasa sangat senang melihat Bintang tak bisa berkutik seperti ini. Wajahnya seperti alien yang gosong saat di dekat matahari.
'Terumbu karang sialan.' Batin Bintang menatap tajam Chelsea, namun yang di tatap bukannya takut malah memasang senyuman termanisnya.
"Kalian pacaran?" Tanya seseorang tiba tiba dari arah belakang Chelsea dan Bintang.
Mereka berdua seketika berdiri saat melihat orang itu yang ternyata Jihan yang datang bersama Satya.
"Iya." Balas Chelsea tersenyum membuat seseorang yang berada disana merasa hatinya teriris.
Tujuan Chelsea mengajak Bintang berpacaran sebenarnya hanyalah untuk menggodanya saja. Namun setelah ia pikir pikir, dengan mereka berpacaran akan sangat menguntungkan baginya. Why? Karena dengan begitu Jihan tidak akan lagi merasa cemburu saat dirinya dekat dengan Satya karena sudah memiliki pacar.
Jihan sendiri merasa tak percaya jika mereka pacaran, pasalnya ia tahu betapa kesalnya Chelsea terhadap Bintang tapi kenapa tiba tiba pacaran? Apa mungkin Bintang adalah target sahabatnya? Pikirnya bermonolog.
"Why? Kalian gak percaya?" Tanya Chelsea melihat Jihan dan juga Satya hanya terdiam di tempat
"Gue percaya kok, selamat yah." Balas Jihan tersenyum meski ia sedikit ragu
"Gue enggak." Seru Satya membuat mereka yang disana menatapnya "Dari awal kalian selalu bertengkar, mana mungkin tiba tiba pacaran." Jelasnya tanpa keraguan sedikitpun dan melirik Bintang tak suka
Chelsea terdiam, bagaimana ia harus menjelaskannya?! Karena yang dikatakan Satya benar juga. Sangat tidak masuk akal jika yang tadinya malah menjadi sepasang kekasih.
"Jelas bisa, why not?!" Bintang balas menatap Satya tak suka. Pernyataannya itu mampu membuat Chelsea menoleh kearahnya. Kenapa ia berkata seperti itu? Bukankah ia tadi menentangnya? Chelsea merasa tak mengerti semua ini.
Bintang sendiri sengaja mengatakan itu karena tak suka di remehkan seseorang. Menurutnya tatapan Satya padanya seperti mengibarkan bendera perang padanya. Apakah Satya menyukai Chelsea? Apa dia cemburu pada Bintang karena sudah berpacaran dengan Chelsea?
"Buktikan kalo kalian pacaran." Tantang Satya tersenyum remeh, ia merasa percaya diri dengan prediksinya jika Bintang dan Chelsea hanya berbohong
Bintang kini makin merasa tertantang, apakah perkataan Satya barusan mengartikan jika dia meremehkan Bintang si leader geng Meteor. Ini tidak bisa di biarkan, harga diri Bintang adalah nomor satu.
"Akan gue buktikan." Balasnya tegas
Chelsea yang terkejut menatap Bintang, dia ingin tahu apa yang ingin di buktikan Bintang kalau mereka pacaran.
Cup
Sontak saja semua yang disana dibuat terkejut bukan main, terutama Chelsea. Karena secara tiba tiba Bintang menatik kepalanya dan langsung mencium kening Chelsea membuat sang empu hanya bisa mematung di tempat. Ini pertama kalinya dia dicium sama lawan jenis, bahkan semua pacarnya saja tidak pernah melakukan itu.
"Njir, bos main nyosor aja." Pekik Haris heboh
"Pupus sudah harapan gue." Joan merasa lesu namun hanya bisa pasrah
Bukan hanya mereka saja yang terkejut. Tapi semua murid di kantin juga dibuat menganga tak percaya. Bintang yang terkenal datar dan tidak suka perempuan malah justru mencium seorang wanita di depan umum. Ini momen yang sangat langka.
Berbeda dengan mereka yang terkejut, Jihan justru melirik Satya cemas. Ia ingin mengetahui bagaimana reaksi cowok yang di sukainya saat melihat sahabatnya di cium lelaki lain.
"Bagaimana?" Bintang tersenyum kemenangan seraya merangkul Chelsea dan menatap Satya yang kini terlihat tengah berusaha menahan emosinya.
Ya, Satya cemburu padanya. Ia akui jika dirinya sudah menyukai Chelsea sejak pertama kali bertemu. Awalnya ia menganggap teman namun lama kelamaan tumbuh menjadi cinta. Dan kini hatinya begitu sakit saat melihat sosok yang dicintainya dicium sama laki laki di depan matanya sendiri.
'Apa dia cemburu?' Batin Jihan bertanya tanya
'Sialan, beraninya alien nyium gue! Pacar gue aja kagak ada yang berani, tapi pacar boongan gue malah main nyosor.' Batin Chelsea menatap tajam Bintang, namun yang di tatapn malah memasang wajah tanpa dosanya
"Hm udah yah, gue sama pacar gue mau pergi dulu bye." Ucap Bintang seraya merangkul Chelsea dan segera pergi dari sana meninggalkan Jihan beserta semua sahabatnya yang masih melongo berusaha mencerna apa yang terjadi.
Chelsea hanya bisa pasrah ketika Bintang merangkulnya pergi, namun setelah di rasa jauh dari semua temannya tiba tiba--
"Awwss." Ringis Bintang ketika Chelsea dengan kuat menginjak kakinya hingga rangkulan dia terlepas "Njir, lo samson?" Kesalnya
"Bukan. Tapi gue emaknya samson." Balas Chelsea ngasal sangkin tak bisa menahan rasa kekesalannya "Maksud lo paan nyium gue kek tadi ha?!"
"Biar mereka percaya kita jadian." Jawabnya santai
"Gak gitu juga caranya bambang." Chelsea merasa greget "Asal lo tau, lo orang pertama yang berani nyium gue kek tadi."
"What?! Seriously? Gue kagak percaya, lagian gue nyium di kening doang bukan di bibir. Selain itu juga, mana mungkin gue percaya kalo gue orang pertama yang nyium lo?! Secara, lo kan playgirl alias buaya betina darat." Cibir Bintang tak mempedulikan wajah Chelsea yang kini merah padam menahan emosi
"Lo--"
"Shuutt." Ucapan Chelsea terhenti saat Bintang menempelkan jari telunjuk di bibir sexy miliknya "Bukankah lo sendiri yang mengatakan kita pacaran?! So, gue hanya menjalankan apa yang lo inginkan."
Chelsea menepis tangan Bintang "Masalahnya gak harus pake nyium juga alien. Lo tau, meski gue playgirl dan punya banyak pacar tapi gue tetep pada prinsip gue."
"Prinsip?" Beo Bintang
"Ya. Prinsip gue selama pacaran itu, di larang saling menyentuh selain tangan. Jadi mereka hanya diijinin buat pegangan aja, dan gak lebih dari itu." Chelsea berterus terang
Bintang yang mendengarnya sedikit tertegun, meski playgirl ternyata Chelsea sangat menjaga dirinya.
"Berarti gue yang pertama?" Tanyanya ingin memastikan kembali
"Ya iya. Dasar alien mesum." Ketus Chelsea mencibir
"Okay sorry. Gue juga terpaksa kali dan asal lo tau, mana mungkin gue menempelkan bibir sexy gue sama jidat buaya betina kek elo." Balas Bintang mencibir tiada henti "Lo juga orang pertama yang gue cium." Lanjutnya sangat lirih
"Lo bilang apa barusan?" Tanya Chelsea tak mendengarkan ucapan terakhir Bintang
"Bukan apa apa." Bintang mengalihkan pandangan membuat Chelsea menatapnya curiga.
"So, kenapa lo tiba tiba setuju kita pacaran?" Tanya Chelsea penasaran "Apa jangan-jangan lo sebenernya emang suka sama gue?" Lanjutnya penuh percaya diri
Seketika Bintang menyentil dahi milik Chelsea hingga sang empu meringis kesakitan. "Shiitt, jidat satu M gue." Rintihnya mengelus keningnya sendiri.
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...