BAD

BAD
Eps 34 ~ Taruhan



.


"Gak usah geer jadi buaya betina." Cetus Bintang tanpa dosa


"Gue orang bukan buaya." Sungut Chelsea tak terima namun hanya di abaikan sama Bintang


"Inget ya, ini gak cuma cuma." Ucap Bintang tanpa menatap lawan bicaranya


"Hah?! Maksudnya?" Chelsea mengerutkan keningnya bingung


"Ya ini gak gratis." Balasnya makinmembuat Chelsea seperti orang linglung "Gue tau lo ngajak gue pacaran boongan karna sahabat lo itu kan?" Lanjutnya seraya menoleh ke Chelsea


Chelsea yang awalnya bingung kini mengerti apa maksud ucapan lawan bicaranya itu, kemudian diapun menatapnya intens lalu menjawab dengan santainya "Oh Good. Akhirnya lo tau sendiri tanpa gue jelaskan, so lo gak usah keegeran bisa jadi pacar ke 113 gue."


"What?! Are you crazy?!" Pekik Bintang, ia sungguh tak menyangka jika sebanyak itu korban dari buaya betina dan mungkin ia akan jadi korban selanjutnya


"No no. I'm not crazy. But... Mereka yang ter-crazy crazy sama gue." Elak Chelsea menyombongkan dirinya lagi


Bintang mendengus kesal, rasanya tensi darah dia selalu naik saat berhadapan dengan Chelsea si playgirl internasional.


"Itu artinya lo yang menyebarkan virus crazy bagi mereka." Sindir Bintang pelan. Untung saja Chelsea tak mendengarnya, jika iya bisa di pastikan akan terjadi perang dunia kesekian kalinya.


Mereka berdua sama sama terdiam, entah apa yang ada di pikiran mereka saat ini. Yang jelas keduanya seperti enggan untuk membuka suara karena jika bersuara pasti akan berujung pada debat.


"So, apa yang buat lo berubah pikiran?" Tanya Chelsea yang sejak tadi menahan rasa penasarannya


"Gak tau." Jawab Bintang singkat dan nampak acuh


"What?! Lo--"


"Hentikan pikiran aneh lo itu." Cibir Bintang sengaja memotong ucapan Chelsea seakan tahu apa yang ada di pikiran gadis cantik itu.


"Siapa juga yang mau mikir aneh aneh, lagian bukan pikiran gue yang aneh tapi lo." Balas Chelsea mencibir tak kalah pedasnya


Bintang memutar bola matanya malas "Lo gak mau terimakasih sama gue gitu?" Ucapnya penuh percaya diri


"Buat apa?" Balik tanya Chelsea kebingungan


"Gue tau lo sengaja ngajak pacaran biar apa?! Biar Jihan gak cemburu lagi sama lo, iyakan?" Tebak Bintang sangat tepat seratus persen


"Gue gak ngerti apa yang lo katakan." Chelsea terkekeh pelan guna menutupi semuanya


"Come on, lo gak bisa bohongin gue terumbu karang." Bintang terkekeh sedangkan Chelsea hanya bisa berdecak kesal dengan tingkahnya "Si ketos itu suka sama lo kan?"


Sontak saja Chelsea mendelik ke arah Bintang yang menurutnya sangat ceplas ceplos "Jangan katakan itu, kalo Jihan tau dia bisa salah paham lagi." Ucapnya memperingati


"Berarti benar dugaan gue." Bintang tersenyum "Lo sendiri apa suka sama dia?" Tanyanya kemudian


"Gak ada sejarahnya seorang Chelsea suka sama cowok, justru cowok yang klepek klepek sama pesona gue." Jawab Chelsea seperti biasa mengandung unsur kesombongan


Meski Bintang malas mendengar kesombongannya, tapi entah kenapa hatinya sedikit merasa senang saat tau jika Chelsea tidak menyukai Satya.


Chelsea melirik Bintang aneh "Ngapain lo senyum gitu? Dasar bocah prik." Sindirnya keras seketika senyuman Bintang memudar


"Gue... gue--" Gagap Bintang berusaha memikirkan jawaban yang pas "Gue lagi memikirkan sesuatu." Lanjutnya kini tersenyum kembali


"What?"


"Gue takut lo terjebak dalam permainan lo sendiri." Ujarnya seperti sedang memperingati


"What do you say?" Sungguh saat ini Chelsea seperti orang linglung karena tak mengerti apa maksud ucapan lawan bicaranya tersebut


"Kita pacaran yang artinya kita bakal sering deket, so..." Bintang melangkahkan kakinya mendekat lalu mendekatkan kepalanya di samping telinga Chelsea yang saat ia terdiam membeku "Jangan menyesal jika nantinya lo jatuh cinta sama gue." Ucapnya kemudian kembali ke tempatnya semula dan menatap Chelsea sambil tersenyum manis


Chelsea terdiam sejenak, namun tiba tiba "Pufftt Bwahahahahaaa." Tawanya menggelegar membuat Bintang mengernyitkan keningnya bingung "Gue jatuh cinta sama lo? Pede gila lo hahaha."


Cukup lama Chelsea menertawakan Bintang yang sangat percaya diri itu, sedangkan yang di tertawakan hanya memasang tampang jengahnya saja "Bukan gue yang jatuh cinta, tapi lo." Ucap Chelsea penuh keyakinan


Chelsea berdecak kesal, lagi dan lagi cowok di hadapannya berani menyentuh jidat kesayangannya.


"Gimana kalo kita taruhan." Cetus Bintang tiba tiba membuat Chelsea kini menatapnya bingung


"Taruhan?" Beonya kebingungan


"Yes. Kita pacaran dan kita liat siapa yang akan jatuh cinta duluan. Gue? Atau... Lo!" Jelas Bintang menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk Chelsea


Gadis cantik itu terkekeh tak percaya, baru kali ini ada yang berani menantangnya masalah menaklukan hati. Apakah dia tidak tahu jika dirinya sudah menjadi ahlinya?!


"Jadi maksud lo, siapapun diantara kita yang menyatakan cinta duluan maka dia yang kalah?" Chelsea menegaskan ucapannya untuk memastikan taruhan mereka


"Hm." Bintang menjawabnya dengan deheman singkat


"Pemenangnya dapat apa?"


"Apapun." Jawab Bintang membuat mata Chelsea berbinar, ia sudah membayangkan ingin sekali membeli mobil keluaran terbaru yang tentunya limited edition. Sebenarnya ia bisa saja membeli sendiri atau meminta pada orang tuanya, tapi jika ada yang gratis kenapa tidak?! Tapi sayang harapannya putus saat tiba tiba Bintang mengatakan "Apapun itu tapi bukan soal materi. Ah maksudnya, yang kalah akan menuruti kemauan yang menang selama satu minggu."


"Tck, itu namanya bukan apapun." Cibir Chelsea merasa kesal saat mengetahui harapannya musnah "Gue gak tertarik." Ucapnya acuh


"Bilang aja takut." Ejek Bintang seketika Chelsea merasa tertantang, apa dia barusan meremehkannya?!


"Oke fine. Gue terima." Akhirnya Chelsea setuju daripada di bilang takut kalah sebelum berperang


"Waktunya satu bulan. Jika dalam waktu satu bulan ada yang jatuh cinta maka dia yang kalah." Ucap Bintang menjelaskan bagaimana taruhannya


"Satu bulan?" Tanya Chelsea di angguki Bintang "Jangankan satu bulan, satu menitpun gue bisa buat lo gak bisa berkutik sama pesona gue." Chelsea tersenyum penuh percaya diri


"Ada yah orang yang pedenya tingkat dewa kek elo." Bintang terkekeh tak percaya


"Lo gak percaya?"


"Gak."


Mendengar jawaban Bintang, seketika terbesit pikiran nakal dari otak kotor Chelsea. Ia menyerangai sambil menatap Bintang yang masih tersenyum remeh padanya.


"Bintang." Panggilnya bernada lembut


Bintang yang terkejut menoleh ke arahnya, namun bukan hanya terkejut dengan panggilan Chelsea tapi juga terkejut saat tiba tiba saja Chelsea mendorongnya hingga dia terduduk di bangku yang ada disana.


"Lo--" Ucapannya terhenti ketika Chelsea dengan beraninya mengangkat satu kaki dan meletakkannya di bangku samping Bintang. Bukan itu saja, tapi Chelsea memegang pundak Bintang seraya menatapnya intens dan memasang senyuman sexynya.


"Bintang Alessandro." Ucapnya sangat lembut dan sedikit bernada sensual layaknya wanita yang sedang menggoda pria.


Bagaimana perasaan Bintang? Ia kini hanya bisa menahan salivanya susah payah, entah kenapa rasanya seluruh tubuh membeku seketika. Tak dapat bergerak, atau bahkan hanya mengeluarkan suaranya saja.


Chelsea mengelus rahang keras milik Bintang lalu mengangkatnya dengan satu jari agar Bintang menatap mata indahnya. "Do you like me?"


Bintang tertegun mendengar pertanyaan itu, namun kenapa lidahnya berasa beku saat ini? Ia seperti mati kutu di buat oleh pesona playgirl ini. Chelsea tersenyum sangat manis melihat Bintang tak bisa berkutik. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Bintang lalu berbisik "Bersiaplah."


Mendengar itu, Bintang merasa bingung namun di detik kemudian dia mendengar sesuatu "Bersiap untuk jatuh cinta sama gue." Bisik Chelsea lagi kemudian dia meniup penuh kelembutan di telinga Bintang membuat sang empu sedikit merinding.


Setelah melakukan semua itu, Chelsea kembali berdiri tegak dan menatap Bintang dengan tampang tanpa dosanya "Satu... Kosong." Ucapnya tersenyum penuh kemenangan lalu pergi meninggalkan Bintang yang masih mematung di tempat.


Sepersekian detik kemudian, Bintang baru tersadar dengan apa yang terjadi. "Sialan." Desisnya merutuki kebodohannya sendiri. Ia baru sadar ucapan Chelsea barusan "Satu kosong?! Gak, dia belum menang. Gue belum suka sama dia." Elaknya tak terima akan perlakuan Chelsea tersebut


"Liat aja. Gue pastikan lo yang akan takluk sama gue terumbu karang." Gumamnya kini penuh tekad.


Ya, tekad untuk menaklukan hati playgirl internasional.


...\=•\=•\=•\=•\=...


......~Bersambung~......