BAD

BAD
Eps 32 ~ Crazy



.


Beberapa hari kemudian, Chelsea dan Jihan sudah berbaikan. Chelsea juga sedikit menjaga jarak dengan Satya, mungkin masih berteman namun tidak terlalu menunjukkan pesonanya. Jika biasanya dia akan menggoda Satya, tersenyum manis, bercanda ria, tapi sekarang tidak. Dia membatasi semua itu karena menghargai Jihan yang ternyata menyukai sosok Satya.


Selain itu juga, dia sebenarnya takut jika yang di katakan Jihan tentang Satya menyukainya itu benar. Mungkin awalnya Chelsea berniat membuat Satya menjadi targetnya, tapi dia urungkan karena merasa Satya terlalu baik untuk di sakiti. Takut kena karma maybe.


Untuk Bintang sendiri, dia terkadang mendekati Jihan. Bukan karena menyukainya, tapi karena Rindi sang mamah selalu meminta dirinya agar mengajak gadis yang sering menolongnya itu ke rumah. Tapi belum sempat Bintang mengajaknya ke rumah, dia selalu gagal karena ulah seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Terumbu karang alias Chelsea si playgirl non akhlak.


Chelsea sengaja menjauhkan Bintang dari Jihan karena dia tahu sahabatnya itu sangat risih jika di dekati Bintang, apalagi Jihan menyukai Satya.


Seperti saat ini, dimana Bintang sedang duduk berdua dengan Chelsea di kantin sekolah. Bagaimana bisa?! Karena tadi saat Chelse, Jihan dan Satya baru duduk di kantin tiba tiba saja Bintang datang menghampiri mereka dan langsung duduk di samping Jihan. Hal itu membuat Chelsea kesal lantaran rencananya untuk mempersatukan Jihan dan Satya gagal karena ada pengganggu yaitu si alien alias Bintang.


"Tck, mau lo apa sih?!" Kesal Bintang setelah di tarik paksa sama Chelsea dan kini hanya duduk berdua dengannya


"Lo yang maunya apa?" Balik tanya Chelsea tak kalah ketus "Lo suka sama Jihan?"


"Gak." Jawab Bintang cepat dan sangat jujur


"Terus ngapain lo gangguin dia kek jelangkung. Datang gak di undang, pulang gak di jemput."


Bintang menatap Chelsea aneh, benar benar freak banget ni anak pikirnya. "Bukan urusan lo." Ucapnya hendak pergi namun tiba tiba--


"Jihan menyukai Satya." Seru Chelsea


Sontak saja mendengar penuturan Chelsea tersebut membuat niatnya untuk pergi tidak jadi dan langsung menatap gadis itu "Really?"


"Apa gue pernah berbohong?" Balasnya tak sadar diri seberapa banyak kebohongan yang ia buat


"Sering." Jawab Bintang datar namun terkesan mengejek


Chelsea mendengus kesal, namun ia tidak bisa membantah karena itu memang benar adanya.


"Gue mau comblangin mereka berdua, makanya gue minta sama lo--" Chelsea berhenti sejenak seraya menunjuk Bintang dan memberi tatapan tajamnya "Jangan ganggu misi gue."


Bintang menepis tangan Chelsea yang menunjuknya "I dont care." Ucapnya penuh penekanan, tapi di detik kemudian dia bergelut dengan pemikirannya sendiri.


'Kalo mamah tau gadis yang menolongnya itu udah punya gebetan, pasti mamah gak akan comblangin gue sama dia lagi.' Batinnya tersenyum dengan prediksinya


Chelsea menatap aneh Bintang yang tiba tiba tersenyum sendiri entah karena apa 'He is crazy.' Batinnya


Baru saja Bintang tersenyum, tapi seketika senyumannya luntur kala mengingat sesuatu. Dimana mamahnya selalu ingin dia membuka hati untuk perempuan lain agar mampu mengobati luka hatinya. Itu artinya, mamahnya akan terus berusaha mendekatkan dirinya dengan perempuan manapun meski bukan Jihan. 'Apa yang harus gue lakukan?' Batinnya lagi kebingungan


"Pacaran yuk."


Uhuukk


Bintang terbatuk tersedak air ludahnya sendiri. Tadinya ia sedang bergelut dengan isi hatinya namun tiba tiba suara seseorang membuyarkan lamunannya tersebut sampai membuatnya tersedak. Ia sangat yakin jika pendengarannya tidak memiliki masalahya.


Dia menatap Chelsea yang tengah tersenyum manis padanya. Entah ada angin apa, tiba tiba saja Chelsea menembaknya menjadi pacar. Biasanya cowok lah yang menembak, tapi ini lain yang lain.


Jika boleh jujur, kini jantung Bintang merasa berdetak dua kali lebih cepat. Apalagi saat melihat senyuman manis dari seorang Chelsea. Dia terdiam merasa dirinya membeku di tempat, tolong selamatkan Bintang dari buaya darat ini.


"Salting yah?" Tanya Chelsea seraya menunjukkan senyuman manis di bibir dengan kedua tangan dijadikan peyangga dagunya dan jangan lupakan kedipan maut sebelah mata yang begitu mempesona bagi para kaum adam.


"Cewek gila." Ucap Bintang sinis namun sebenarnya dia hanya menahan dirinya agar tak terlihat sedang salah tingkah.


Bukannya kesal, Chelsea malah terkekeh karena melihat pipi Bintang yang kini sedikit merah akibat ulahnya.


Bintang yang kesal langsung menatap Chelsea mencoba menghilangkan rasa geroginya "Gue gak akan termakan rayuan buaya betina kek elo." Ucapnya sambil menoyor kepala Chelsea membuat sang empu mendengus kesal. Melihat perlakuan Bintang tentu membuat dirinya kesal seketika.


"Hello situ pikir situ oke? Gue kalo mau gombalin juga pilih pilih kali. Liat lo-- ckck." Chelsea menatap Bintang seolah sedang menilai berapa persen minat terhadap dirinya "Gak minat." Lanjutnya dengan tampang tanpa dosa


"What?!" Pekik Bintang tertahan, ingin rasanya dia tendang gadis di hadapannya ke pluto. "Asal lo tau, cowok tampan model kek gue ini hanya ada satu yaitu gue. Banyak cewek kesengsem sama ketampanan seorang Bintang yang limuted edition ini." Sambungnya yang entah kenapa tiba tiba menjadi pede tingkat dewa, sepertinya dia tertular virus pd Chelsea.


"Pede boros lo. Masih gantengan juga pacar online gue."


"Pacar online?" Beo Bintang tak mengerti


"Iya. Gantengan my tetet." Ucapnya tersenyum membayangkan sosok itu


"My tetet alias Taehyung my future husband." Jawabnya tersenyum manis


Bintang mendengus kesal, ia pikir siapa?! Ternyata pacar onlinenya itu adalah idol ternama sejagat raya. "Halu aja terus." Cibirnya


"Sirik aja lo, bilang aja cemburu." Ketusnya dengan berucap asal


"Gue? Cemburu?" Bintang menunjuk dirinya sendiri sambil tertawa. Dengan begitu pedenya bilang kalau dia cemburu, sungguh freak bocah satu ini. "Gue tampan, gue bisa dapetin cewek manapun yang gue mau jadi jangan harap gue cemburu karna cewek modelan kayak elo." Lanjutnya makin narsis yang sudah tidak dapat tertolong


"Lo tampan? Tampan kek apa ha?"


"Kayak Jungkook." Ucapnya penuh percaya diri


"Pufftt Bwahahahahaaaa." Sontak saja Chelsea tertawa dengan sangat keras melihat betapa pedenya seorang Bintang. Setahu dia, Bintang adalah cowok paling datar dan tanpa ekpresi sama sekali, tapi sekarang justru malah narsis bahkan tadi sempat tertawa.


Mereka berdua terus berdebat namun sesekali tertawa saat ejekannya membuat lawan bicaranya bungkam. Tanpa mereka sadari, saat ini mereka berdua tengah menjadi sorotan di kantin karena pertengkaran kecil. Namun bukan itu saja, tapi karena Bintang yang notabenya leader geng motor Meteor saat ini tertawa bersama Chelsea yang sudah cukup dikenal sebagai playgirl dan juga primadona di sekolah.


"Ngaku aja lo cemburu." Cetus Chelsea berniat menggoda


"Ck, gue gak cemburu dan gak akan pernah."


"Cemburu?" Godanya terus menerus


"Gak--"


"Heyyoo... Rame banget nih." Perseturuan mereka terhenti saat tiba tiba teman se geng Bintang mendatangi mereka dengan tersenyum menggoda "Mana bahas soal cemburu lagi." Lanjut Haris


Bintang dan Chelsea memutar bola matanya malas mendengar celotehan mereka.


"Emang si bos cemburu kenapa?" Tanya Gino dengan kekepoan tingka dewa


"Cemburu gue deket sama cowok lain." Jawab Chelsea seketika mendapat pelototan tajam dari Bintang namun hanya diacuhkannya


"Kenapa harus cemburu? Emang kalian pacaran?" Tanya Joan


"Iya/Gak." Jawab Chelsea dan Bintang bersamaan. Hal itu membuat mereka yang disana kebingungan, mana yang benar?


"Chelsea bilang iya, Bintang bilangnya enggak. Siapa yang bener?" Tanya Jerry di buat makin penasaran begitupun yang lain


"Gue." Jawabnya bersamaan lagi, seketika Chelsea dan Bintang saling lirik


"Beneran pacaran?" Tanya Joan lagi sangkin penasarannya


"Iya/Gak."


"Hah?!" Yang disana ngebug seketika


"Iya." Seru Chelsea seakan tak terbantahkan


"Gak." Ucap Bintang tak mau kalah


"Iya."


"Gak."


"Iya."


"Gak."


"Gak." Chelsea mengganti ucapannya


"Iya." Seru Bintang tanpa sadar membuat yang disana tercengang


"Ya, kita pacaran." Finish Chelsea menggandeng lengan Bintang sambil tersenyum kemenangan membuat yang lain menatap mereka tak percaya. Sedangkan Bintang kini hanya bisa menghela nafasnya kasar, ia masuk ke perangkap buaya betina. Sungguh malang nasibnya.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...