BAD

BAD
Eps 12 ~ Kelas kita sama



.


Pov Chelsea


Duh, padahal ini bukan pertama kalinya gue pindah sekolah. Tapi entah kenapa gue sedikit gugup, apa siswa disini seperti zombie makanya gue gugup? Ck, otak gue udah koslet.


Oh ayolah, ini bukan diri gue sebenarnya. Mana mungkin gue menjadi cuman gara-gara pindah suasana baru?! Baiklah, gue akan tunjukkan pesona gue dan gue pastikan akan menjadi primadona di sekolah ini.


Berhubung gue adalah murid baru, jadi gue tidak langsung masuk ke kelas melainkan ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu. Sepanjang jalan koridor sekolah gue bisa melihat para siswa siswi sudah memulai pelajarannya.


Sesaat setelah gue menemui pak kepsek, gue pun di antarnya menuju ruang kelas baru. Duh, gue jadi penasaran seperti apa kelas barunya. Apakah teman sekelas akan ramah? Apakah asik di ajak berteman? Ataukah malah sebaliknya? Jujur, gue sendiri ingin yang lebih dari kata asik. Karna gue lebih menyukai tantangan.


Dan berakhirlah gue disini, di depan semua siswa yang menatap gue berbagai arti. Entah itu tatapan persahabatan atau permusuhan, gue gak tau. Tapi yang gue tau satu, ternyata gue satu kelas sama Jihan teman sekelas saat smp yang juga sekarang sahabat gue.


Pov off


"Perkenalkan diri kamu." Titah sang guru padanya, guru itu adalah perempuan paruh baya namun masih terlihat cukup cantik


"Hallo guys, perkenalkan saya Chelsea Putri Aurora. Salam kenal semuanya." Ucapnya penuh percaya diri dan tersenyum sangat manis


Cantik. Itulah batin semua siswa disana yang terpana akan kecantikannya.


"Ada yang mau di tanyakan?" Tanya guru itu menatap semua siswanya


Ck, ini yang Chelsea takutkan. Pindah sekolah, teman baru dan pastinya akan ada berbagai macam pertanyaan yang terdengar sangat membosankan digendang telinganya.


"Udah punya pacar belum?" Tanya siswa dengan santainya


"Belum." Jawab Chelsea tersenyum membuat siswa disana berisik dan mulai menjodohkan dirinya pada Chelsea untuk sekedar gurauan "Harap mengantri, nanti bisa gue seleksi." Serunya yang seketika mereka langsung bersorak sorai karena candaannya ditanggapi Chelsea


"Kalian itu bertanyalah yang seharusnya, bukan membuatnya risih." Tegur sang guru lalu menatap Chelsea "Pindahan darimana?"


"SMU Jordania High Internasional, Los Angeles." Jawab Chelsea membuat yang disana menganga


"Pindahan luar negeri coy, keren anjir." Seru salah salah satu siswa


Chelsea hampir saja menyemburkan tawanya mendengar seruan tersebut. Keren darimananya? Dia saja pindah karna di D.O.


"Alasan pindah?" Tanya guru penasara


"Di D.O." Balasnya sangat santai dan tanpa beban sedikitpun, sungguh membuat yang disana penasaran


"Kenapa?


Chelsea lalu menatap gurunya yang bertanya dan tersenyum "Karena mengerjai guru."


Seketika kelas yang mulanya ramai langsung menjadi sunyi, bahkan guru itu terlihat menelan salivanya susah payah "K-kamu silahkan duduk di bangku kosong."


"Terimakasih." Chelsea melangkahkan kakinya menuju bangku kosong yang ternyata ada di sebelah belakang Jihan


"Parah kamu Chel." Ucap Jihan terkekeh kecil saat Chelsea melewatinya dan hanya di tanggapi senyuman dari Chelsea. Bagaimana dia tidak tertawa?! Hanya dengan sekali ucapan saja Chelsea mampu membuat gurunya tak berkutik karena takut akan di kerjai, padahal guru yang sedang mengajar merupakan salah satu guru killer di sekolah.


Pelajaran di lanjutkan dengan tenang tanpa ada kendala sedikitpun. Semua siswa terlihat menyimak pelajaran yang di terangkan guru kecuali--....


'Bosan.' Batin Chelsea merasa jenuh namun di tahannya. Oh, apakah dia ingin menjadi murid teladan kali ini?


Dia mengedarkan pandangan keseluruh ruang kelas dan tanpa sengaja berhenti pada sosok laki laki yang tengah duduk dua meja dari samping depannya. Ia seperti mengenal pria itu dan berusaha mengingat "Satya?" Batinnya cukup terkejut


Padahal ia menyebutnya dalam hati, tapi kenapa cowok itu seakan mendengar dan menoleh ke hadapannya. Sontak saja mata mereka bertemu untuk beberapa detik.


Chelsea menatapnya secara sadar dan tidak ada rasa canggung sedikitpun, justru dia langsung memasang senyuman termanisnya. "Hai." Bahasa bibirnya berbicara sambil melambaikan tangan


Satya tersenyum. Ah mungkin lebih tepatnya terkekeh tanpa suara dan setelah itu kembali menatap ke depan untuk mencerna pelajaran tersebut. Apakah dia salting? Pikir Chelsea ingin tertawa karena berhasil melancarkan aksi playgirlnya. Tidak ada akhlak memang.


Waktu terus berlalu hingga tak terasa bel istirahat berbunyi. Guru yang mengajar langsung berpamitan pergi dan semua siswa berhamburan keluar kelas menuju surga sekolah. Apa lagi kalau bukan kantin tentunya.


"Aku tidak menyangka kita akan sekelas." Ujar Jihan tersenyum menatap Chelsea


"Sama." Balasnya singkat


"Satya wait." Seru Chelsea tiba tiba ketika melihat Satya hampir keluar kelas lalu dia menghampirinya


Jihan terdiam sesaat, Chelsea mengenal cowok itu? Darimana? Batinnya bertanya kemudian menyusul Chelsea


"Kenapa?" Tanya Satya sedikit bingung kenapa gadis itu memanggilnya


"Lo masih inget gue kan?" Tanya Chelsea "Oh pasti inget dong, mana mungkin lo melupakan gue semudah itu." Lanjutnya lagi dengan kepedean yang tidak pernah luntur, padahal Satya sendiri belum menjawab pertanyaannya


Satya terkekeh kecil "Iya aku ingat."


"Kalian saling kenal?" Tanya Jihan sangkin tak kuasa menahan rasa penasarannya "Sejak kapan?" Sambungnya menambahkan pertanyaan


"Baru kemarin saat daftar kita gak sengaja bertemu." Jawab Chelsea apa adanya "Mungkin jodoh." Lanjutnya lagi dengan wajah tanpa dosa


"Uhuk." Sontak saja Satya tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Chelsea yang asal ceplos


"Astaga, lo gemesin banget sih kalo salting." Chelsea tersenyum manis, seketika Satya memalingkan wajahnya yang mulai merona "Jadi pengin makan."


"Hah?!" Hancur sudah pertahanan Satya untuk tidak termakan rayuan Chelsea, kenyataannya dia mulai baper. Apalagi ucapan Chelsea barusan mengandung makna yang sedikit ambigu untuk remaja seusianya


Jihan hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa mau bersuara sedikitpun, dia kehabisan kata-kata.


Chelsea yang melihat raut wajah Satya yang sedikit memerah langsung menyemburkan tawanya tanpa merasa terbebani sedikitpun. "Gue bercanda kali, jangan dianggap serius okay." Ucapnya setelah berhenti tertawa


"Maksudnya tuh gue lapar." Lanjut Chelsea memegangi perutnya yang keroncongan


"Ah aku tau." Balas Satya tersenyum, namun entah kenapa hatinya merasa ada yang janggal


"Kalau kamu lapar, yaudah kita ke kantin." Ajak Jihan


"Yeay, let's go." Seru Chelsea bersemangat sambil menggandeng lengan Jihan dan Satya mengikutinya disamping Chelsea


Kenapa tidak menggandeng Satya?! Oh ayolah, Chelsea itu playgirl dengan segala jurus rayuan dan senjatanya adalah wajah cantiknya saja. Bukan cewek yang suka bergelendotan manja sama cowok, karena baginya itu hampir mirip sama monyet yang bergelantungan. Sungguh tidak level baginya.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...