BAD

BAD
Eps 26 ~ Pasar



.


Pov Chelsea


Oh God. Sumpah, ini gak pernah terbayangkan di benak gue. Gue yang notabenya anak mamih, sangat di manja dan anti kotor kini berada di pasar. Gue harap ini yang pertama dan terakhir kalinya.


Gue lihat sahabat laknat gue dengan santainya belanja kebutuhan pokok di berbagai toko yang ada di pasar. Sesekali dia menawar bahan belanjaan pada pedangan. Dia sangat pandai merayu rupanya. Hanya dia yang belanja, bukan gue. Karna gue ingin rasanya pergi dari sana secepat mugkin.


Pov Off


Chelsea hanya menunggu Jihan di luar toko sembako. Tak lama kemudian, Jihan keluar dari toko dengan menenteng beberapa kantong kresek berisikan belanjaannya.


"Bahan makanan untuk beberapa hari sudah, ada beras, minyak, telor--" Jihan terus mengabsen seraya melihat kedalam kantong kreseknya "Eummm apa lagi yaa?!" Pikirnya


"Lo kayak emak emak komplek." Cibir Chelsea karena sahabatnya itu tidak terlihat seperti anak sekolahan malah justru lebih ke seorang ibu ibu tetangga karena belanja kebutuhan pokok. "Lo sering belanja kek gini?" Tanyanya kemudian


"Gak juga. Gue biasanya belanja habis gajian aja, itupun cuma buat beberapa hari." Jelas Jihan


"Beberapa hari? Setahu gue lo gajian sebulan sekali, terus kalo habis lo makan apa?" Chelsea kini mulai kepo bagaimana kehidupan sahabatnya itu


"Ya tetep makan, tapi seadanya aja. Kalo gak ada ya gue ngebon sama bos." Balas Jihan disertai cengiran kuda khasnya, membuat Chelsea terdiam "Tapi ini gue pertama kalinya belanja sebanyak ini, mungkin ini bisa untuk dua minggu lebih. Semua ini berkat mamih lo, thanks yah." Lanjutnya tersenyum manis ketika mengingat kebaikan mamahnya Chelsea saat memberikan uang karena sudah membantu anaknya, bahkan dia sampai membayarkan uang kontrakan Jihan selama satu tahun. Biasanya Jihan akan sedikit kesulitan membayar uang kontrakan, bahkan pernah sampai nunggak dua bulan.


Chelsea terdiam menatap intens sahabatnya dari samping. Ia sungguh tidak menyangka kehidupan sahabatnya sangatlah tidak baik, selalu kekurangan tapi tidak pernah sedikitpun mengeluh. Sedangkan dirinya?! Sangat berbanding terbalik dengan Jihan. Dirinya sangat manja, selalu ingin mendapatkan apa yang dia mau, bahkan dia kurang bersyukur memiliki kehidupan yang serba ada. Chelsea sangat beruntung bisa mengenal dan bersahabat dengan Jihan.


"Sekarang kita beli perlengkapan camping. Keknya tokonya disana deh, yuk!" Jihan bersemangat, dia segera melangkahkan kakinya menuju toko tersebut. Sedangkan Chelsea hanya bisa mengikutinya dari belakang.


Mereka memilih perlengkapan camping seperti tenda, senter, kompas, dan lain sebagainya di dalam toko tersebut. "Ada yang kurang gak yah?" Bingung Jihan melihat barang pembeliannya


"Udah semua. Langsung ke kasir aja." Jawab Chelsea di angguki Jihan, kemudian mereka pun menyerahkan barang belanjaan ke kasir untuk di hitung harganya "Ini gabung." Ucapnya menggabungkan belanjaan dirinya dengan Jihan


Penjaga toko itu mulai menghitung menggunakan kalkulator, sedangkan Jihan dan Chelsea hanya memperhatikannya "Semuanya 342 ribu." Ucap penjaga toko itu


"What?!" Pekik Chelsea tak percaya "342 ribu?! Apa gak salah?!" Tanyanya dengan ekspresi terkejut


"Tidak mba, ini benar." Jawab penjaga toko itu seraya memperlihatkan kalkulatornya, ia pikir gadis di depannya itu terkejut karena barang belanjaan itu terlalu mahal tapi ternyata--


"Murah banget. Gue pikir satu juta lebih." Gumam Chelsea namun masih bisa di dengar Jihan dan juga penjaga toko. Mereka bahkan membuka mulutnya lebar karena tak percaya dengan apa yang di ucapkan Chelsea.


'Orang kaya memang beda.' batin Jihan senyum tertekan


Jihan hendak membayarkan belanjaannya, namun di cegah Chelsea "Biar gue aja." Ucap Chelsea langsung menyerahkan uang 400 ribu pada penjaga toko itu


"Tapi--"


"Uang lo kan habis buat belanja bahan makanan. Jadi ini biar gue aja." Potong Chelsea tersenyum tulus dan di balas senyum tak kalah tulus dari Jihan


Setelah menerima kembalian uangnya. Mereka berjalan keluar toko sembari menenteng barang belanjaan yang cukup berat. Chelsea membawa perlengkapan camping, sedangkan Jihan membawa bahan makanan.


"Tck Kapan nyampenya coba?! Kagak tau ini berat apa?!" Kesal Chelsea merasa lelah karena tak sampai juga di tempat mobilnya terparkir


"Ya gimana lagi Chel, gak mungkin kan lo bawa mobil lo masuk ke pasar yang sempit ini." Jelas Jihan memberi pengertian


Chelsea mendengus, benar juga yang di katakan sahabatnya itu.


"Wait." Ucap Chelsea tiba tiba menghentikan langkahnya


"Kenapa?" Jihan pun ikut berhenti dan menatap Chelsea bingung


"Tuh." Balasnya seraya menunjuk sesuatu menggunakan dagunya, Jihan yang bingung akhirnya mengikuti arah pandang Chelsea


"Copet. Parah banget." Pekik Jihan tak habis pikir "Eh mau kemana Chel?!" Dia terkejut saat melihat Chelsea melangkah mendekati pencopet itu


Chelsea berjalan mendekati orang itu dengan santainya sembari bersenandung ria. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, Jihan hanya bisa menatapnya bingung plus cemas.


Brukh


"Eh s-sorry." Ucap Chelsea seolah merasa bersalah telah menabrak pencopet itu dari belakang.


"Kau!" Ingin sekali pencopet itu memarahi Chelsea, namun tidak jadi karena melihat sekarang dirinya menjadi pusat perhatian orang di sekitar pasar.


Wanita paruh baya yang merupakan targetnya juga langsung berbalik untuk melihat apa yang terjadi.


"Ah, dompet siapa itu?" Tanya Chelsea berpyra pura tidak tahu, padahal ia sangat mengetahui jika dompet itu adalah milik si korban yang jatuh karna hampir berhasil dicuri.


"Ini milik saya." Ucap wanita itu segera memungutnya


Pencopet itu menatap Chelsea kesal karena misinya gagal total. Namun karena tidak bisa berbuat apa apa akhirnya memilih untuk pergi dari sana. Chelsea yang melihat itu tentu saja tersenyum penuh kemenangan.


"Gila, lo cerdik banget tau." Jihan menghampiri Chelsea dengan tersenyum bangga, ia tidak menyangka sahabatnya mempunyai otak yang sangat cerdik.


Bagaimana tidak?! Chelsea berhasil menggagalkan misi penjahat itu dengan cara yang sangat mulus. Jika orang lain mungkin memilih diam atau langsung berteriak hingga menimbulkan kegaduhan. Tapi Chelsea tidak, dia bisa menyelesaikan semuanya dengan aman dan damai.


"Darimana aja lo baru nyadar punya sahabat secerdik gue." Balas Chelsea sombong dengan menaikkan kedua alisnya


"Iya deh iya." Jihan memutar bola matanya malas. Ia menyesal sudah memuji sahabatnya yang mempunyai tingkat kesombongan paling tinggi.


"Kamu?!" Wanita itu menatap Chelsea penuh arti, sepertinya dia mengenalnya


Chelsea menatap wanita itu dan seketika dia di buat terkejut bukan main. 'Dia nyokapnya alien.'


"Apa kamu mengingat saya?" Tanya Rindi antusias


"Tante nyokapnya ali- ah Bintang kan?" Tanya Chelsea hampir saja mengatai orang di depan orang tuanya.


"Iya." Jawab Rindi tersenyum. Ia senang karena Chelsea tidak melupakannya, entah kenapa dai awal bertemu dengan Chelsea dia merasa menyukai gadis itu.


Jihan yang baru mengetahui siapa sosok di hadapannya itu juga terkejut, ternyata wanita itu adalah ibu dari Bintang si leader Meteor.


"Apa kamu menolong tante?" Tanya Rindi tiba tiba "Apa orang tadi sebenarnya ingin mencuri?" Tebaknya, karena ia merasa ada yang janggal disana


"Benar." Bukan Chelsea yang menjawab melainkan Jihan "Orang tadi itu ingin mengambil dompet tante, tapi sahabat saya berhasil menggagalkannya." Lanjutnya melirik Chelsea.


"Terimakasih." Rindi merasa semakin kagum dengan sosok Chelsea. Gadis itu seperti malaikat penolong keluarganya, pertama menolong Bintang dan sekarang dirinya.


"Sama sama tan, lagian saya tidak mungkin saya membiarkan pencuri merajalela." Balas Chelsea tersenyum sangat manis


"Kalau begitu, kami pamit pergi. Permisi." Lanjutnya berpamitan dengan sopan


Rindi ingin sekali mencegah kepergiannya, namun sayang itu tidak bisa karena setelah menunduk sekilas untuk memberi hormat pada Rindi, Chelsea langsung pergi sambil menarik Jihan.


"Lagi lagi aku lupa menanyakan namanya." Gumam Rindi menatap kepergian Chelsea dan Jihan "Andai saja Bintang sama gadis itu, pasti aku akan sangat senang."


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...