BAD

BAD
Eps 17 ~ Rencana camping



.


Perdebatan antara alien dengan terumbu karang, ah ralat maksudnya antara Bintang dan Chelsea terhenti saat ada guru yang memasuki ruang kelas tersebut. Dengan sangat amat terpaksa, akhirnya Bintang and the geng keluar dari sana karena memang bukan kelasnya.


"Sebelum memulai pelajaran, ibu akan memberitahukan pengumuman penting untuk kalian semua." Ujar bu Gita selaku guru sekaligus wali kelas mereka


Hal itu membuat para siswa siswi penasaran, bahkan ada yang mulai main tebak tebakan bersama teman lainnya.


"Minggu depan akan diadakan camping." Lanjutanya membuat siswa disana antusias bukan main, termasuk Chelsea tentunya "Camping akan di laksanakan di hutan yang terdapat di kota tetangga dan semua siswa kelas sebelas wajib ikut. Untuk itu semua siswa nanti akan di mintai iuran demi lancarnya kegiatan."


Semua siswa tampak antusias, namun sepertinya tidak dengan Jihan yang entah kenapa sedikit lesu.


"Sekarang hanya ini pengumumannya, jika nanti ada tambahan maka akan di sampaikan lagi. Kalian paham?" Tanya Bu Gita mengakhiri ucapannya


"Paham bu." Seru sewmua siswa


Setelah itu, Bu Gita tanpa menunggu lama lagi langsung memulai pelajaran yang semestinya.


'Ck, sekolah iuran mulu dah. Mau refreshing aja harus bayar, kagak ada yang gratis apa?! Mana kantong gue kering, gak mungkin gue gak ikut kan?!' Gerutu Chelsea dalam hati, tiba tiba saja dia teringat dengan Jihan yang duduk di belakang 'Dia ikut gak yah? Kemarin waktu gue pinjem atm dia keknya kosong deh. Buktinya hanya ada uang yang Citra transfer ke gue dan itu hanya cukup buat uang sekolah doang.'


Pelajaran demi pelajaran berlangsung dengan baik hingga tak terasa sudah waktunya pulang sekolah.


"Pulang bareng Chel." Ajak Jihan setelah mereka berdua keluar dari kelas


"Bukannya lo ke cafe?" Bingung Chelsea karena setahunya Jihan itu saat pulang sekolah akan pergi ke cafe untuk bekerja


"Enggak, jadi kita bisa pulang bareng."


"Tumben, kenapa? Setahu gue, lo itu kerja keras banget dan gak mungkin bolos kerja. Kenapa sekarang gak berangkat?"


Jihan terdiam, sepertinya dia sedikit bingung menjawab pertanyaan Chelsea entah karena apa.


"Ada masalah?" Tanya Chelsea tiba tiba dengan menebak membuat Jihan sontak menatapnya terkejut "Gue cuma nanya."


Jihan terlihat menghembuskan nafasnya pelan, lalu kemudian dia menganggukkan kepalanya "Cafe tempat kerjaku sekarang tutup."


"What?!" Pekik Chelsea hampir saja menjerit "Bagaimana bisa?"


"Bos bilang dia akan pindah ke luar negeri, makanya cafe itu di tutup. Lagian akhir-akhir ini cafe lagi sepi pelanggan, mungkin itu salah satu alasannya." Ujar Jihan menampakkan raut wajah lesu dan sedih membuat Chelsea turut prihatin


"Tapi gak papa, gue bisa cari tempat kerja lain. Besok juga langsung cari, mumpung hari libur." Seru Jihan lagi sedikit bersemangat


"Ya enggak lah Chel, siapa yang merasa di repotin coba?!"


"Ohya, terus minggu depan lo mau ikut camping gak?" Tanya Chelsea sengaja mengalihkan pembicaraan


Jihan menghela nafasnya pelan "Mau gak mau gue harus ikut, karna gue wakil ketua osis. Tapi--" Dia menggantungkan ucapannya karena bingung harus berkata apa, antara keinginan dan kondisi tidak sesuai harapannya


"Biaya?" Tebak Chelsea mendapat anggukan dari Jihan "Emang lo gak gratis? Kan lo dapet beasiswa."


"Beasiswa itu untuk biaya uang gedung sekolah, spp tiap bulan dan buku lks. Tapi untuk kegiatan tetep bayar sendiri." Ujarnya panjang kali lebar membuat Chelsea mengangguk mengerti


"Sama aja boong dong, tetep keluar biaya." Cetus Chrlsea yang di dengar Jihan namun dianggap angin lalu saja


Tanpa sadar mereka sudah sampai di pakiran sekolah. Jihan menggunakan helm lalu menaiki motornya sedangkan Chelsea duduk di belakang Jihan dan tidak memakai helm karena cuma ada satu helmnya.


Selama perjalanan mereka hanya diam saja, hingga tak terasa sudah sampai di pekarangan rumah kontrakan.


Jihan mengerutkan keningnya bingung saat menatap seseorang yang berdiri di depan rumahnya. Jika di bilai sudah di pastikan jika wanita itu bukanlah orang biasa.


Wanita paruh baya namun masih terlihat cantik, pakaiannya yang sangat rapi dan mahal, rambut di gulung, memakai kalung berlian dan jangan lupakan jika dia menenteng tas mini yang bisa di pastikan itu adalah barang branded.


"Mamih."


Chelsea berlari menghampiri wanita itu lalu berhambur memeluknya dan di balas hangat oleh wanita tersebut. Jihan syock, pasalnya dia baru pertama kali melihat orangtua Chelsea. Mungkin dia tau jika sahabatnya itu berasal dari kalangan atas, namun dia tidak begitu mengenali wajahnya.


"Mamih merindukanmu princess." Ucap Mona mengeratkan pelukan dan hampir membuat anaknya itu kehabisan nafas


"Yak se.sak mih." Serunya terbata sembari melepas pelukan tersebut tapi hanya mendapat cengiran jail dari mamihnya "Mamih jahat, kenapa baru jemput Chelsea disini?!" Gadis itu mempoutkan bibirnya membuat dirinya terlihat menggemaskan


"Maafkan mamih sayang, mamih kan sibuk."


"Cih sibuk konon. Bilang aja lagi pesta karna udah depak anaknya ini." Sungut Chelsea tak percaya "Auchh..." Rintihnya saat tiba tiba mendapat sentilan di mulut


"Mulut kamu perlu di filter." Ucap Mona tak suka perkataan anaknya setelah sempat menyentilnya pelan dan itu membuat Chelsea menyengir kuda


"Dia mamih kamu?"


...\=•\=•\=•\=•\=...


......~Bersambung~......