BAD

BAD
Eps 27 ~ Sabar Chelsea



.


Hari hari berlalu, sepertinya kesialan sangat menyukai sosok Chelsea. Bagaimana tidak?! Masih pagi buta kini dirinya mengalami kesialan yang sangat tidak terduga.


"Lo tau gue pengin apa saat ini?" Tanyanya menahan kekesalan seraya menatap sahabat baiknya


"Apa?" Balas Jihan dengan polosnya


"Pengin gue tendang motor lo ke kawah gunung merapi." Cetusnya karena motor Jihan mogok di pertengahan jalan saat mereka menuju ke sekolah


"Sadis amat Chel." Jihan mengerucutkan bibirnya namun sedetik kemudian menunjukkan cengiran kuda yang menjadi khasnya


"Waktu itu ban bocor, sekarang malah mogok. Pen banget gue bakar sumpah." Kesalnya tiada henti terus memaki motor milik Jihan bahkan ia sesekali menendangnya dan berakibat kakinya sendiri yang kesakitan "Awsss dasar motor laknat, durhaka banget sama majikannya." Ringisnya tak sadar diri dengan menyebut dirinya majikan, padahal motor itu bukan miliknya melainkan milik sahabatnya


"Maklum Chel namanya juga motor tua dan belum di servis juga ni motor." Jihan menyengir tiada dosa "Sekarang daripada lo maki maki motor gue, mending cepetan bantu dorong ni motor ke bengkel biar kita bisa secepatnya pergi ke sekolah."


Chelsea mendengus, namun ia tetap membantu Jihan mendorong motornya ke bengkel yang kebetulan tidak jauh darisana... Mungkin.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua sampai di bengkel pinggir jalan dengan penuh keringat. Mereka terpaksa meninggalkan motornya disana karena kata montir bengkel itu motornya akan sedikit lama di perbaiki. Alhasil, kini keduanya sama sama jalan kaki seperti orang yang terlantar.


"Apa gak ada taxi ha?! Gue capek, lelah, letih, lesu." Chelsea kini kumat lagi manja dan lebaynya, sedangkan Jihan hanya bisa mendengar celotehan Chelsea yang mungkin saja membuat telinganya tuli seketika. "Lo napa diem aja sih?! Cari solusi kek, lo mau kita terlambat dan di hukum?"


Jihan menghela nafas kasar "Mau gimana lagi?! Sekitar sini jarang ada angkot lewat."


"Gue bilangnya taxi, bukan angkot."


"Chel, mending naik angkot daripada taxi. Taxi mahal tau."


"Tck, mau angkot mau taxi tetep aja kagak ada kan?!" Gerutunya terus menerus, sedangkan Jihan memilih diam daripada berdebat karena pasti ia akan kalah.


"Andai aja orang suruhan papih masih disini, kan bisa gue manfaatin." Ucap Chelsea teringat Martin orang suruhan ayahnya.


Memang saat ini Martin sudah tidak mengikuti dirinya karena permintaan dia sendiri. Awalnya papihnya menolak, tapi karena Chelsea terus memaksa akhirnya dia memerintah Martin untuk tidak mengikuti anaknya lagi.


Chelsea berjalan dan sesekali menendang kerikil yang ada di depannya. "Gue coba pesen ojek online aja gimana?" Tawar Jihan tiba tiba


"Ojek online?! Kenapa gak daritadi Ha?!" Kesalnya natap Jihan horor, sontak saja Jihan langsung mengeluarkan ponsel untuk memesan ojek online.


Namun sesaat Jihan tidak jadi memesan karena ada seorang pengendara yang tiba tiba saja berhenti tepat di samping mereka berdua.


Baik Chelsea dan Jihan menatap pengendara bingung karena tak mengenalinya, namun sepersekian detik kemudian mereka pun bisa mengenal dan cukup membuat terkejut.


"Alien/Bintang?!" Pekik mereka berdua bersamaan dengan Bintang yang membuka helm dan turun menghadap mereka


"Ngapain lo?" Tanya Chelsea dengan ketus


Namun sepertinya dia hanya di anggap angin lalu saja sama Bintang. Pemuda tampan itu malah menggeser posisi Chelsea sedikit kasar membuat Chelsea hampir tersungkur. "What the f*ck." Pekiknya tertahan


Chelsea menganga tak percaya, bisa bisanya ada cowok yang mengabaikan dirinya?! Ini penghinaan terbesar bagi seorang playgirl.


"Motor lo mana?" Tanya Bintang menatap Jihan dengan ekspresi datarnya


"Mogok." Bukan Jihan yang menjawab, melainkan Chelsea dengan nada ketusnya


"Bareng sama gue." Ajak Bintang tiba tiba pada Jihan membuat wanita itu terkejut tak percaya, begitupun dengan Chelsea


'Seenggaknya ini sebagai balas budi karna Jihan udah nolongin gue sama mamah.' Batin Bintang


Bagaimana tidak salah paham?! Mamahnya selalu bercerita jika gadis yang di temuinya adalah gadis baik, lembut, sopan, suka menolong. Tidak seperti Chelsea yang bar bar, suka tebar pesona, manja, cerewet dan sangat menyebalkan. Pikir Bintang bermonolog.


"Heh alien! Lo mau ngajak Jihan bareng, terus gue gimana ha?!" Sarkas Chelsea penuh kekesalan


"Jalan kaki." Jawab Bintang dengan entengnya


"What?! Are you crazy?! Jarak ke sekolah masih jauh, lo mau bikin kaki gue di amputasi ha?!"


"Itu lebih baik." Balasnya dengan tampang tanpa dosa membuat Chelsea ingin sekali mencabik wajah tampan yang menurutnya seperti alien itu "Ayo!" Ajaknya lagi pada Jihan


"Ah eumm... Kayaknya enggak deh, masa gue ninggalin Chelsea sendirian disini." Tolak Jihan merasa tak tega jika harus meninggalkan Chelsea


Bintang menatap Chelsea yang tengah tersenyum kemenangan. "Apa ha?! Apa lo berpikir mau bonceng tiga ha?!" Chelsea menatap galak Bintang


"Idih lo pikir gue cowok apaan?!" Bintang bergidik ngeri dengan tebakan Chelsea yang sangat konyol itu. Kemudian dia kembali menatap Jihan dengan tampang sedatar mungkin.


"Lo bareng gue dan gak ada penolakan." Ucapnya seakan tak terbantahkan


"Tapi--"


"Apa kata murid Garuda bangsa saat tau ternyata wakil ketua osis telat masuk ke sekolah." Potong Bintang membuat Jihan terdiam seketika.


Benar juga yang dikatakannya. Jihan adalah wakil ketua osis, harusnya memberi contoh teladan bagi para siswa. Jika dia terlambat, bukankah akan mencoreng nama baiknya?!


Chelsea melirik Bintang kesal. Ia sangat tau jika ini hanya akal akalannya saja. Padahal kemungkinan cowok itu ingin pdkt sama Jihan, pikirnya.


"Lo sama dia sono." Ucap Chelsea akhirnya mengalah


"Tapi lo gimana?" Tanya Jihan tak enak hati


"Gue bisa pesen ojek online." Balas Chelsea "Kalo gak dapet ya tinggal bolos." Lanjutnya sangat lirih dan tersenyum


"Chelsea." Jihan menatapnya horor karena mendengar gumaman sahabatnya itu tapi hanya di balas cengiran kuda khas Chelsea


Bintang tak menanggapi mereka berdua, dia malah langsung memakai helmnya kembali dan naik ke motornya. "Ayo." Ucapnya sudah bersiap dengan motornya


"Maaf yah, gue duluan." Pamit Jihan masih merasa tak enak


"No problem." Balas Chelsea tersenyum, kemudian Jihan segera menaiki motor Bintang "Woiii hati hati lo bawa sahabat gue. Lecet sedikit, burung lo terbang." Ancamnya menatap tajam Bintang membuat Bintang susah payah menelan salivanya, sedangkan Jihan hanya terkekeh saja


"Lo gak perlu khawatirin sahabat lo, khawatirin aja diri lo." Balas Bintang dengan sengitnya


"Kok gue?" Beo Chelsea tak mengerti


"Hati hati naik ojol, entar di gondol om om pedo." Jawabnya langsung tancap gas sebelum gadis itu meledak


"Yaakk alien sialan. Gue sumpahin lo makin ganteng." Teriak Chelsea dengan kesal dan tanpa sadar "Eh... Ganteng apaan?! Kagak jadi sumpah gue itu." Ralatnya ketika menyadari perkataannya barusan.


"Hufftt... Sabar Chelsea, sabaaarr... Orang sabar makin cantik, makin banyak pacar." Ucapnya menghembuskan nafas untuk mengontrol tensi darahnya agar tidak tinggi.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...