
.
kini sudah waktunya pulang sekolah, Chelsea dan Jihan sedang berjalan menuju parkiran dengan di iringi canda seperti biasanya.
"Hai." Sapa Satya menghampiri mereka sambil tersenyum menatap Chelsea
Chelsea melirik Jihan tak enak hati "Oh h-hai." Balasnya sedikit canggung. Ia tau jika sahabatnya sedang menahan kecemburuan karna melihat cowok yang di sukainya tersenyum pada gadis lain.
"Kalian udah siapkan perlengkapan buat camping?" Tanya Satya kini menatap kedua gadis di hadapannya
"Udah. Beberapa hari lalu kita membeli perlengkapannya." Balas Jihan tersenyum tipis saat di ajak ngobrol sama crushnya "Lo sendiri gimana?"
"Gue belum."
"Tumben belum, biasanya lo selalu yang pertama saat ada tugas atau apapun itu tentang sekolah." Bingung Jihan karena yang ia tau Satya adalah murid paling rajin di sekolahnya bahkan dia seorang ketua osis. Apa sesibuk itu sampai kelupaan?! Padahal camping juga penting bukan?!
"Gue belum sempet aja." Balas Satya singkat lalu beralih menatap Chelsea "Chel, lo bisa temani gue beli perlengkapannya?" Pintanya penuh harap
"Hah?! Gue?" Chelsea terkejut seraya menunjuk dirinya sendiri lalu melirik Jihan yang terlihat menundukkan kepalanya "Gue--"
"Gak bisa."
Bukan Chelsea yang menjawab, melainkan seseorang yang kini berstatus sebagai pacarnya yang menjawab.
Ya, entah datang darimana tiba tiba saja Bintang datang menghampiri mereka bersama teman segengnya. Sontak saja membuat mereka yang disana menatapnya, sedangkan teman Bintang hanya tersenyum tengil seraya menantikan terjadinya perang dunia kedua antara bosnya dengan Satya karena mereka tau betapa tidak akurnya mereka.
Satya memutar bola matanya malas "Gue nanya sama Chelsea, bukan sama lo." Ucapnya ketus
"Jawabannya tetap tidak." Bintang kekeh pada pendiriannya "Karna gue mau ngajak pacar gue jalan sendiri, benarkan sayang?" Lanjutnya seraya merangkul mesra Chelsea dan jangan lupakan senyuman manisnya
Mereka terkejut melihat betapa romantisnya Bintang, sementara Chelsea ingin sekali melepas rangkulan Bintang tersebut, namun bukannya lepas malah justru rangkulannya semakin erat. Chelsea yang sadar akan tatapan semuanya dan juga tentang pacaran bohongannya segera memasang senyuman termanisnya.
"Ya, gue ada janji sama my sweety alien." Ucapnya tersenyum canggung
'What?!' Pekik Bintang namun hanya dalam hati saja, beraninya pacar bohongannya itu memanggil dirinya dengan sebutan my sweety alien. Tidak bisa ia menerima semua itu, namun juga tidak mungkin membantahnya.
"Unchh... Panggilannya romantis banget sih my honey crocodile." Bintang tersenyum gemas sambil mencubit hidung Chelsea membuat mereka yang disana menatap iri.
Padahal yang terjadi sesungguhnya bukanlah hal yang romantis, melainkan Bintang yang sengaja mencubit hidung Chelsea dengan keras untuk mengungkapkan kekesalannya. Bahkan Chelsea juga refleks mencubit pinggang Bintang sampai membuat sang empu meringis tertahan. Ya, mereka berdua sama sama menahan sakit namun terus memasang senyuman manis di bibirnya agar semuanya mengira jika mereka sangat romantis dalam berpacaran.
"Acie ciee... Si bos makin romantis aja nih, jadi iri gue." Goda Gino di sahuti lainnya
"Kalo mau romantisan jangan disini dong bos, hargai yang jomblo napa." Kesal Joan menahan kecemburuannya
"Katanya playboy internasional, tapi ngaku jomblo." Cibir Jerry seketika membuat Joan merasa tersindir
"Kemarin ada pacar, tapi udah gue putusin semua and sekarang gue single." Bantah Joan dengan gaya sok kerennya
"Lo yang putusin atau mereka?" Tanya Haris berniat mengejek karena kemarin ia sempat melihat Joan yang di labrak beberapa cewek di cafe dan semua ceweknya itu meminta putus detik itu juga.
Joan mendelik ke Haris yang terlihat menahan tawanya "Gue dulu yang minta putus."
Jerry menatap malas kedua sahabatnya itu, lalu dia beralih menatap Bintang yang masih setia merangkul pacar barunya "Eh bos, jadi lo mau jalan sama pacar lo? Berarti gak jadi ke markas?" Tanyanya teringat sesuatu
Ya memang tadinya mereka para anggota geng Meteor berniat ke markas untuk membahas sesuatu yang penting, entah itu apa.
"Next time." Jawab Bintang dengan santainya membuat temannya terkejut. Tidak biasanya dia membatalkan rencananya itu, apalagi yang akan mereka bahas adalah sesuatu yang menurut mereka sangatlah penting.
"Oh ya, mending lo beli perlengkapan camping di antar Jihan aja." Ucap Chelsea setelah cukup lama terdiam "Dia lebih tau toko yang bagus dan bisa dapet murah dimana. Kalo gue mah kagak tau apa apa di daerah ini."
"Wait, lo kagak tau daerah ini? Emang lo pindahan dari mana?" Tanya Gino mendadak penasaran, yang ia tau Chelsea memang murid pindahan tapi entah darimana itu dia tidak tahu.
"Jakarta." Jawab Chelsea singkat
"Btw, kenapa bisa pindah sekolah?"
"Di D.O." Jawabnya lagi sangat santai seperti tidak ada beban
Bintang and the geng terkejut mendengar jawaban itu, pasalnya mereka baru mengetahui ini. Mereka awalnya mengira jika Chelsea murid pindahan karena orang tuanya pindah ke kota itu tapi ternyata?! Karna di keluarkan dari sekolah?! Dia cewek loh, apa gadis di hadapannya sangatlah bandel?!
"Waaww amazing. Keknya lo lebih bad dari kita kita ini." Seru Haris heboh
"Yeah, senakal nakalnya kita tapi gak pernah tuh sampe di D.O dari sekolah." Cetus Jerry menimpali ucapan Haris
"Berarti kalian kurang pro nakalnya. Mau gue ajarin?" Chelsea menaikkan kedua alisnya dengan tampang tengil seperti ingin di tampol
Ctak
"Shhtt..." Chelsea meringis kesakitan sata tiba tiba Bintang menyentil keningnya "Sakit anjir." Lolos sudah kata mutiara yang keluar dari mulutnya sambil menatap tajam Bintang
"Ha ha ha pacar gue keknya harus di cuci pakai deterjen deh mulutnya." Tawa hambar Bintang langsung membekap mulut Chelsea saat gadis itu ingin protes "Mending kita jalan sekarang, yuk." Ajaknya setelah Chelsea melepas paksa bekapan tangannya
Dia menatap Bintang bingung, kemana mereka akan pergi? Namun belum juga di tanya, Bintang malah menarik paksa Chelsea sampai membuat dirinya terpaksa mengikuti langkah lebar laki laki yang menjadi pacar bohongannya tersebut.
"Yaahh... Main tinggal aja nih bos." Gino berdecak kesal
"Dahlah, mungkin udah pengin pacaran kali." Ucap Jerry masa bodo sambil melangkahkan kakinya pergi dari sana dan di ikuti ketiga temannya
'Baru jadi pacar aja udah belagu banget. Entah kenapa gue ngerasa mereka bukan sepasang kekasih.' Batin Satya kesal sambil menatap Chelsea dan Bintang yang mulai tak terlihat dari pandangannya
Jihan melirik Satya sedikit canggung, sebenarnya dia juga sakit hati melihat cowok yang di sukainya seperti menahan rasa cemburu pada sahabatnya.
"Apa lo jadi beli perlengkapan campingnya?" Tanya Jihan sedikit hati hati
Satya beralih menatapnya "Apa lo yakin jika mereka pacaran?" Tanya Satya tanpa mempedulikan pertanyaan Jihan barusan.
Mendengar pertanyaan itu, Jihan hanya bisa tersenyum kecut karena itu tandanya Satya belum bisa menerima kenyataan jika Chelsea sudah memiliki pacar. Apa Satya menyukai sahabatnya? Apa mungkin cintanya itu akan bertepuk sebelah tangan?!
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...