Back To SMA

Back To SMA
Rencana



Aku ingin menyapamu lagi.


Menyebut namamu dalam setiap kalimatku.


Aku ingin menyapamu lagi.


Menanyakan apakah aku masih ada di hatimu.


Aku rindu saat tawa kecil terlontar dari mulutmu ketika bersamaku.


Aku ingin kembali ada di dalam bola matamu yang jernih.


Aku mau mendengar lagi ucapan selamat darimu yang mengiringi kegiatan ku.


Kita kini bagaikan orang asing yang tak pernah bertemu sebelumnya.


Padahal beberapa hari yang lalu kita begitu dekat seakan sudah saling mengenal sejak lama.


Entah aku yang mengacuhkan mu atau kau yang tak mau menyapaku.


Entah aku yang slalu membuang pandanganku darimu atau memang kau yang slalu bersembunyi dari mataku.


Yang jelas kau sekarang begitu jauh dariku, walaupun kau saat ini dapat terjangkau oleh tanganku.


kau bersama ku tapi tidak dengan hati dan rindumu.


Setelah sekian lama kini baru ku sadari. bagian yang paling sakit dari patah hati adalah "Tak bisa melihatmu lagi.


melihatmu bersama yang lain memang menyakitkan. tapi jika tidak bisa melihatmu samasekali, itu jauh menyakitkan.


melihatmu bersama pria lain rasa sakitnya tak seberapa jika di bandingkan dengan rasa sesak menanggung rindu menantikan mu selama bertahun-tahun.


"Aku kira dengan kembali ke masalalu bisa membuatmu tidak hilang dari duniaku. Namun yang terjadi kau malah samasekali tidak pernah masuk ke duniaku, dan terus saja menghindari ku seperti ini.", Kataku dalam hati sambil menarik kembali tangan ku yang tidak jadi mengambil buku yang terjatuh.


Walau hal seperti ini terjadi aku dan Dia samasekali tidak mengeluarkan suara.


"Antara loe sama Dia kata ada yang aneh.!", kata Akbar tiba-tiba berkomentar tentang aku dan Dia.


"Aneh gimana?", kataku bertanya kepada Akbar.


"Ya aneh aja.. kaya orang abis pacaran terus putus." kata Akbar.


"So tau loe.. pacaran aja belum pernah.", kataku.


"Emang gue belum pernah pacaran.. tapi kan gelagat loe sama Dia kata yang canggung banget.", kata Akbar.


"Benar juga kalo Dia gak ada rasa sama gue.. kenapa Dia canggung banget sama gue.", kataku dalam hati.


sebenarnya dulu ketika aku menjalin hubungan dengan Dia.. Dia pernah bercerita bahwa Dia sudah mencintaiku semenjak aku dan Dia mendengarkan lagu utada Hikaru bersama.


"Ya mungkin gue ada salah sama Dia, manganya Dia menghindar dari gue.", kata ku menyangkal pendapat Akbar.


"Alah loe ngles aja kaya bajay.. bilang aja loe canggung gara-gara loe keduluan sama Wahyu.. hehe.", kata Akbar mengejek ku.


"Udah lah bahas yang lain.. loe tau ga si Mamay gak jadi keluar dari band kita.!", kataku memberi informasi kepada Akbar.


"Ko bisa.? bukanya Mamay orang nya keras kepala ya se ingat gue.", kata Akbar.


"Yah gitulah.. semuanya gara-gara si Anggi.!", kataku


"Si Anggi.? ko bisa.?", kata Akbar heran.


"Bisa lah.. wajah Anggi yang cakep bisa di pake buat ngehasut orang, apalagi si Mamay suka sama si Anggi.", kataku.


"Serius si Mamay suka sama si Anggi.?", kata Akbar kaget.


"Iya wajar lah .. si Anggi kan cakep.!", kataku.


"Bukan gitu.. loe tau ga.!.. si Agung juga suka sama si Anggi.", kata Akbar memberi tahuku informasi yang sudah ku ketahui sebenarnya. tapi aku harus pura-pura terkejut.


"Appaaahh..!!", kataku berusaha akting yang meyakinkan.


salah satu perselisihan di band ku adlah karna Mamay dan Agung cemburu dengan kedekatan ku dan Anggi, dan semoga saja kejadian ini dapat menghindari perselisihan di band kami.


"Bisa gawat dong kalo Mamay jadian sama Anggi.!" kataku masih berpura-pura tidak tahu.


"Maka dari itu brother.. kita harus mempertahankan persatuan band kita Zis.", kata Mamay sambil meremas bahuku.


"Ga usah lebay juga bisa kan.", kataku membalas ejekan Mamay.


"Intinya gue mau loe hati-hati sama Anggi. apapun ucapan dari mulut cewe itu jangan loe percaya.", kataku mengingatkan Akbar tentang bahayanya Anggi.


"Sebenarnya gue udah dari pertama ospek ga pernah suka sama si Anggi.", kata Mamay.


"Dari ospek.! Emang kenapa.?", kataku heran.


"Ya karna gue pernah mergokin si Anggi ngerayu kakak kelas biar ga kena hukuman.", kata Akbar memberi tahu informasi yang tidak ku ketahui.


"Loe kenal sama Kaka kelas nya ga.? atau loe masih ingat wajahnya?" kataku bertanya kepada Akbar tentang informasi yang penting ini.


"Kalo kenal sih engga.. cuman gue tau orangnya.", kata Akbar.


"Siapa.?", kataku


"Kalo ga salah namanya Rian wakil OSIS kita.", kata Akbar.


"Ini informasi yang penting banget buat gue.. bisa gue manfaatin nih.", kataku dalam hati terpikirkan rencana yang bagus untuk menyerang balik Anggi.


"Owh Rian yang itu.. gue juga tau kalo cowok itu.", kataku.


Dulu di masa SMA aku lumayan dekat dengan senior Rian, karna Rian pernah menjadi mantan pacar Ayda Kaka sepupuku. sampai aku tau hobi dan makanan yang paling Rian suka.


...


"Oh ya loe ikutan karate kan.?", kataku bertanya.


"Iya.. emang kenapa.?" kata Mamay.


"loe harus bantuin gue.", kataku sambil bergantian menepuk bahu Mamay.


"Bantuin apaan.?" kata Mamay.


"Pokoknya loe ikutin aja rencana gue.", kataku.


"Pasti hal-hal yang tidak wajar.", kata Mamay mencurigai rencana ku.


"Tenang aja si.", kataku.


"Gue juga mau ikutan karate.", sambung ku.


"Alahh tuh kan.. loe denger Dia ikut karate loe juga jadi pengen ikutan kan.", kata Mamay sambil mengolok-olok ku.


Aku mempunyai rencana jahat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Dia dan Wahyu, karna bagaimanapun hubungan mereka terlalu mencurigakan bagiku, karna bagaimanapun pendekatan mereka terlalu singkat.


Aku akan mengintrogasi Wahyu, karna jika aku mengintrogasi Dia tidak akan pernah dapat jawaban yang ku inginkan. jika kali ini Anggi tidak ikut campur maka ku pastikan rencananya akan berjalan lancar.


Pertama-tama aku akan mengirim pesan ke Mamay yang berisikan permintaan untuk mengumpulkan seluruh siswa anak baru yang ikut karate, dan Mamay pun menyetujuinya.


"Teetttt." bel jam sekolah usai pun telah berbunyi, dan aku langsung menemui Mamay untuk memastikan rencana yang ku buat akan berjalan lancar.


Aku masih ingat hari ini tgl 12 November akan turun hujan lebat sampai sore.


selain bantuan dari teman ku aku pun berharap bantuan dari alam.


Sekarang semua siswa yang baru mengikuti latihan karate sudah berkumpul di lapangan, tapi Dia tidak ada di lapangan karna aku meminta bantuan kepada Mamay. Khusus untuk Dia isi SMS-nya berbeda, isinya bukan harus kumpul di lapang tapi di aula sekolah.


dan aku sudah menunggu Dia di aula sekolah.


BERSAMBUNG