Back To SMA

Back To SMA
Aku dan Dia 2



Aku terbangun di pagi yang indah, terasa hawa dingin menyelimuti kamarku,


Aku bergegeas bersiap menuju kamar mandi.


Pagi ini bila perlu aku tak usah mandi aku sangat ingin segera berada di sekolah.


Selesai mandi aku tak mengambil sarapan ku, setelah siap dengan semua perlengkapan sekolah, tanpa banyak basa basi aku berangkat ke sekolahku.


 


aku Brangkat skolah kepagian, memang sengaja.


 


Saat itu sekolah masih sepi hanya ada beberapa murid sepertinya tidak lebih dari 10 orang, sausana yang sangat ku nantikan.


 


Aku berdiri di pintu kelasku, mengahadap ke ruang kelas.


"Seppiii banget, kerasa dingin banget ya, hee .", Ucapku berdiri d depan pintu kelasku, sambil tersenyum.


"Aziss..!!"


Suara seorang wanita tepat d dekat kuping ku, yang sudah ku ketahui siapa Dia


 


"iisss lu ngagetin aja suasana lagi horor gini jgn aneh2.", kataku, pura-pura kaget.


"Hehe maf deh... Oh ya nih lu lagi cari inspirasi buat lagu kan.!! nih coba denger."


 


Kata wanita itu sambil memasangkan headset ke telingaku, walaupun hal ini sudah pernah ku lalui, tetap saja jantung ini tidak pernah terbiasa.


 


Utada hikaru frst love .


"Sudah berapa lama aku kehilangan gadis ini, sudah berapa lama hati ini menanggung rindu memikirkan mu"


Lagu itu membuatku sadar dan memikirkan saat kita terpisah.


Ciuman terakhir kita,


terasa seperti rokok,


berbau pahit dan menyakitkan,


Saat ini atau hari nanti,


aku slalu ingin tau dimana kau berada, aku ingin tau siapa yang kau fikirkan.


Kau slallu akan menjadi cintaku walaupun aku tlah jatuh cinta pada orang lain,


aku akan mengingatkan diriku untuk tetap mencintaimu.


Kau akan slallu menjadi satu-satunya.


Sekarang ini masih akan lagu cinta sedih


Sampai aku bisa menyanyikan lagu baru.


Arti lagu utada hikaru


Ketika wajahnya mengahadap tepat ke arahku, dengan tangan nya yg sedang memegang headset di kupingku, dengan matanya yang tertutup dan mulutnya yang bergerak tanpa suara.


Tak sadar mataku tlah tergenang air mata, yang tiba-tiba menetes begitu saja.


Masih ku pandangi bibir tipis itu yang bergerak tanpa suara, ingin hasratku mngecup bibir basah yang ada di hadapan ku.


Rindu ku tak terbendung lagi, aku tak bisa menahan semuanya sekarang


Aku langsung memeluk nya tanpa meminta izin, sambil menangis tersedu sedu.


"Andai saja rasa rindu ini bisa Dia rasakan, rasa yang tertahan slama bertahun-tahun", kataku dalam hati sambil menitikkan air mata


"Kamu kenapa?, Kamu ada masalah?, Cerita sama aku jangan di pendem sendiri zis!", Kata Dia sangat hawatir melihatku.


"Meskipun ku ceritakan kamu takan mengerti, mungkin ini perjalanan waktu, atau aku yang sudah gila karana memendam rindu terlalu lama", kataku dalam hati, sambil tetap memeluk Dia.


Aku pun melepaskan pelukan ku, dan mnghapus air mataku.


"Aah engga ini lagunya sedih banget tadi, maaf ya aku ga sopan maen peluk-peluk aja, maaf banget", kataku meminta maaf.


Separuh rinduku kini mungkin tlah mnghilang karna dapat memeluk tubuhnya, dan separuh rinduku telah terbawa arus air mataku, tapi aku sangat malu karna air mataku yang tak bisa ku tahan.


"Dih masa kamu bisa nangis denger lagu ini, emang kamu tau artinya?" Katanya bertnya padaku.


"Taaulaah ini kan tentang seseorang yang kehilangan cinta pertamanya, dan bertekad untuk mnjaga rasanya kepada cinta pertamanya", kataku menjelaskan.


"Aah, paling pernah buka di mbah Google" katanya menyindirku.


"Tapi kamu kan cowok ko sampe nangis, trus kamu udh tau dong lagu ini", kata dia dengan nada kecewa karana dia kira aku tidak tau lagu ini.


"Tau laah kan ini lagu udah lama banget, dari zamannya aku SD kali.", Kataku.


"Yasudah aku g jadi bantu kamu lah, cari aja inspirasinya sendiri.", Katanya sambil berjalan ke dalam kelas, dengan muka yang cemberut


"Dih ko ngambek sih.", Kataku melihat expresi mukanya.


"Siapa yang ngambek sih.", Katanya.


"Duuh mukanya kalo lagi ngambek aja imut banget sih.", Kataku dalam hati sambil tersenyum.


"Apa?, Knapa senyum senyum sndiri?" Kata Dia.


"Engga ga apa-apa cuman lucu aja liat muka kamu.", Kataku.


"Diih taau ah pagi-pagi udah nyebelin kmu, sanah-sanah pergi.", Dia mengusirku


"Ko ngusir sih kan ini kelas aku juga!" Kataku.


"Ya kemana ke ke kantin dulu kan jam pelajaran belum mulai.", Katanya


"Iyaa iyaa tapi kalo ada guru kamu yang nyusulin ke kantin ya", kataku.


"Ougaah", kata nya


"Mau nitip makannan?" Tawarku.


"Udaah ga usah sana ah perrgi.", Kata dia.


Aku jadi bingung ada apa dengan dia aneh sekali pagi ini, yah tapi ga papa lah melihatnya seperti itu mbuatku smakin gergetan.


"Aah sampai kapan dia mau membuatku jatuh cinta seperti ini." Kataku ngomong sendiri.


"Oouyy kkaammvreett", suara orang dari jauh yang mengata-ngataiku.


"Suara jelek dari mana ini yang mengarah ke sini" kataku dalam hati.


"Plaaak"


Suara hantaman benda tumpul mendaat ke kepalaku.


"Peea lu knapa lu kemarin ninggalin gue", kata Akbar.


"Lah bukan nya kemarin udh lancar kan?" Kataku.


"Lancar gimana?, Orang ujung nya gue di tinggalin sama si Devi, devi di jemput ama bapak nya, tau ga lu malu gue!" Kata Akbar


"Emang lu ga bawa motor?" Kataku.


"Harusnya lo tanya gitu dari kemaren!, Gue ga bawa motor tau ga", kata Akbar.


"Hehe sori deh sori, namanya juga manusia hanya bisa berencana", kataku beralasan.


"Aah rencana loe emang ga pernah bener.", Kata dia dengan nada kesal.


"Udah daripada BT ikut gue sarapan aja ke kantin.", Kataku mngajak akbar..


 


"Bolehlah ni traktiran kan? Hehe", kata Akbar.


"Traktiran biji bapa kau".


Terlihat di ujung pandangku Herdy dan Pepen sedang makan bersama, aku dan Akbar menghampiri mereka untuk makan bersama.


"Widih sarapan bareng nih.", Kataku.


"Gue smalem abis nginep di tempat si pepen, semaleman gue maen point balnk ampe jam 4 subuh buseet", kata herdy tiba-tiba menjelaskan hal yang tak ku tanyakan.


"GAK NANYA", jawab ku dan Akbar bersamaan.


"Parah lumah main point blank ga ngajak-ngajak gue", kata Akbar


Merekapun asik membicarakan prihal point blank yang tak aku mengerti, aku dari dulu kurang suka dengan game-gamean.


"Ganti topik si ngomongin games gue ga ngerti.", Kataku.


"Oh ya gimana lagu loe udah beres belum?", Kata Akbar bertanya kepadaku.


"Udah doong gampang itu mah.", kataku dengan nada sombong.


"Emang loe bisa bikin lagu?, Tanya herdy kepadaku.


"Ahh loe tau apa si tentang lagu, maen game aja sampe bintitan!", Kataku ke herdy.


Herdy ini adalah teman ku dari SMP, kami lumayan dekat.


tapi minat, dan hobi kami jauh berbeda.


BERSAMBUNG