
Langit tampak mendung angin berhembus ringan , daun daun berterbangan.
Namun tak semendung hati Zahara yang sedang berbunga bunga , hari ini ia sangat senang karena sebentar lagi ia akan bertemu calon mertua nya , terbayang sudah wajah ramah ibu Farhan .
Namun tiba tiba rasa gelisah itu muncul bagaimana , bagaimana jika ibu nya Farhan tak menyukai nya .
"Kamu kenapa dek.?"tanya Farhan yang heran melihat Zahara berulang kali menggigit kuku jarinya.
"Zahara gugup mas, Zahara juga takut gimana kalau orang tua mas Farhan gak suka sama Zahara."ucap Zahara sendu .
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Farhan . Tangan kanan lelaki itu sibuk menyetir sedangkan yang kiri ia gunakan untuk mengusap usap rambut Zahara yang terbungkus jilbab.
" Kamu tenang ya dek , mas akan selalu di samping kamu kok ." tutur Farhan menghangatkan sudut hati nya yang paling dalam .
Sesaat setelah itu mereka pun sampai di sebuah rumah besar dan megah milik keluarga Farhan.
Zahara menatap tak percaya dengan apa yang ada di depan nya. Rumah Farhan lebih besar dari rumah nya, di pekarangan rumah itu sangat indah dengan di tumbuh i bunga bunga .
"Ayo Ra masuk ." ajak Farhan mengalihkan perhatian Zahara . Gadis cantik itu mengikuti langkah Farhan ke dalam rumah tersebut.
"assalamualaikum ma ...pa ..." sapa Farhan pada mama dan papa nya yang sedang asik dengan obrolan mereka.
"waalaikumsalam nak " balas mereka .
"Loh mas Farhan baru pulang toh , dari mana aja mas ." ucap seorang gadis seksi dari arah dapur gadis itu menghampiri mama dan papa Farhan dan menyerahkan segelas kopi kepada mama dan papa Farhan .
"Makasih ya sayang , kamu memang menantu idaman ."ucap mama dan papa Farhan senang sementara Farhan menatap gadis itu tajam .
"Ma pa ngapain dia kesini .?" tanya Farhan marah gajah pria itu mulai mengeras .
"Dia nemenin papa dan mama , emangnya kenapa lagian sebentar lagi kalian akan menikah ." ucap mama Farhan yang membuat Zahara menatap Farhan bingung .
"Maksud mama apa .?"tanya Farhan heran .
"Kami sudah sepakat akan menjodohkan kamu dengan violet , dia gadis yang pintar, baik juga jadi apa salah nya ."
"Farhan gak setuju ,hari ini Farhan bawa calon menantu untuk mama dan papa jadi stop jodoh jodohin Farhan dengan wanita ini ." tunjuk Farhan tepat dimuka violet.
Zahara hanya mematung mendengar perkataan itu semua batin nya mulai tak tenang .
"Oh jadi ini yang kamu sebut calon menantu mama,sepertinya dia tidak pantas menjadi calon menantu mama . Lihat pakaian nya sangat sederhana sekali ,ihat muka nya ini yg sangat polos sekali dan mama yakin ..." belum sempat sang ibu melanjutkan perkaranya Farhan lebih dulu memotong perkataan ibu nya itu.
w
" Cukup ma , mama tau apa tentang pilihan Farhan . Dia gadis baik dari keluarga baik baik jadi mama gak sepantasnya berbicara seperti itu hanya karena cewek bermuka dua seperti dia." tunjuk Farhan pada Viola .
Viola mulai menangis dan memeluk ibu Farhan meminta perlindungan pada ibu Farhan , sementara Zahara mati Matian menahan tangisnya .
" Kamu keterlaluan Farhan ,mama ini ibu kandung kamu kamu tega bentak mama hanya demi wanita ini , apa kamu gak tau susah nya mama mengandung kamu . Sebenarnya di mana otak kamu itu ha, dan kamu gadis murahan jauhi anak saya kamu tidak pantas bersamanya , orang tua seperti apa yang membesarkan gadis serendah dirimu ." bentak mama Farhan yg berhasil menohok hati Zahara .
Zahara sudah tidak tahan untuk tidak menangis tergambar wajah kedua orang tua nya yang sangat menyayangi nya dan memberikan cinta yang begitu tulus untuk nya .
dan saat ini orang lain menghina bunda dan ayah nya di depan Zahara langsung, Zahara tidak tahan lagi .
" mama ... cukup ma..." bentak Farhan
" Hentikan ... hentikan Tante ... sudah cukup tante menghina saya menghina keluarga saya tak sepantasnya orang terpandang seperti tante berbicara seperti itu,baik saya akan menjauhi anak tante jika itu mau tante tapi yang perlu Tante ingat saya di besarkan oleh orang tua yang hebat di besarkan oleh orang tua yang bermartabat jadi tante salah menilai orang tua saya ." ucap Zahara dengan nada tinggi .
Semua emosi Zahara luapkan menjadi satu.
" Diam kamu mas... seharusnya kamu turuti kata kata ibu kamu ini,jangan jadi anak durhaka hanya karena seorang perempuan dan Zahara mohon sama mas jangan pernah hubungi Zahara lagi dan jangan muncul dihadapan Zahara karena mas bukan jodoh Zahara ." lirih Zahara menunduk .
" Enggak Zah ... mas gak akan ninggalin kamu mas cinta sama kamu ." ucap Farhan meraih tangan Zahara.
"Lepaskan tangan mas , kita bukan muhrim ." bentak Zahara .
Membuat Farhan menatap gadis itu dengan tatapan memohon namun gadis itu menghentakkan tangan nya .
" Tante saya pamit dulu dan semoga tante bahagia dengan pilihan tante dan kalau boleh Zahara saran sebaik nya tante jangan menilai seseorang dari penampilan nya,karena kadang penampilan itu tidak seperti kepribadian nya. assalamualaikum "
"waalaikumsalam " jawab ayah Farhan yang sedari tadi diam , ia menatap iba pada gadis yang telah di caci maki istrinya namun apa boleh buat ia tak bisa berbuat banyak ...
........
.....
...
Suara petir menggelegar pohon pohon bergoyang goyang rintik air mulai jatuh seakan akan mereka semua ikut menangis dengan apa yang di alami gadis malang yang saat ini tengah berjalan kaki menuju rumah nya itu .
Angkutan umum tidak ada yang mau menghampirinya, hujan semakin deras dan pakaian Zahara sudah basah kuyup sekarang , jalanan begitu sepi namun Zahara terus melangkah dalam tangis nya.
Jarak rumah yang tidak terlalu jauh membuat Zahara tetap nekat untuk berjalan kaki sepanjang jalan banyak orang orang yang memperhatikan nya .
Zahara sudah seperti orang aneh sekarang bagaimana tidak aneh saat semua orang berlomba lomba untuk mencari tempat berteduh ia malah terang terangan melawan hujan seperti ini .
Di tengah jalan Zahara bertemu Bela yang sedang menunggu angkutan umum di sebuah halte .
Gadis itu merasa kenal dengan seseorang yang sedang berjalan di bawah deras nya hujan.
" Zahara ...." teriak Bela yang mendapat tatapan aneh dari orang orang sekitar nya namun Bela tak perduli yang terpenting sekarang adalah sahabat nya .
"Bela ..." lirih Zahara,kemudian berlari memeluk Bela erat sambil menangis .
Baju bela pun ikut basah tapi Bela tak perduli seperti nya sahabatnya butuh sandaran jadi ia membiarkan nya saja.
"Loe kenapa Ra ?" tanya Bela lembut . Wanita itu bukanya menjawab ia malah melepaskan pelukan nya dan melihat baju Bela sudah basah terkena baju Zahara yang basah kuyup.
"Maafin aku ... baju kamu ikut basah ." ucap zahara menunduk .
" Gak masalah aku bisa keringkan nanti di rumah , loe ada masalah apa .? kenapa loe basah basahan kayak gini kalau loe sakit gimana ." cerocos bela.
" aku gak papa bel , udah dulu ya bel aku mau pulang ." ucap Zahara namun sebelum gadis itu melangkah tangan nya kembali di tarik Bela .
" Biar aku antar tapi nunggu angkot nya lewat dulu ya ."
" Gak usah bel ..."
" Gak ada penolakan Zahara ." ucap Bela mutlak .
Sambil menunggu Bela terus memperhatikan Zahara yang terus terusan saja menundukkan kepalanya . Gadis itu merasa Zahara baru saja mengalami masalah yang berat namun bela lebih memilih diam memberikan sahabatnya sedikit waktu, hingga sahabat nya itu yang akan bercerita sendiri tentang masalah nya.
..........
...
...
Cerita ini author berusaha perbaiki agar kalian lebih nyaman membaca jadi kalian jangan protes lagi jika kebelakang cerita ini masih banyak kata kata yang salah karena cerita ini masih tahap perbaikan . ...