
Saat ini Zahara tengah sibuk dengan makanan yang akan dia buat ,peluh keringat mulai membasahi pipinya rasa lelah menghampirinya tubuh nya tak butuh waktu lama bagi gadis itu untuk mempersiapkan makanan nya.
Dan kini semua makanan itu telah tertata rapi di atas meja makan.
"Ah.... akhirnya selesai juga ." ucap Zahara bangga .
" Apanya yang selesai dek .?" tanya Yaksa bingung sedangkan Zahara tersenyum dan menunjuk meja makan .
" Oh pagi pagi udah siap aja makanan nya ." ucap Yaksa yang telah rapi dengan kemeja celana kantor nya dan tak lupa tas kantor di tetenteng di tangan nya .
"Loh kakak sendiri kok udah rapi banget biasanya jam segini kakak masih molor Lo . ?"tanya Zahara.
"Iya kakak ada urusan ke luar kota ." ucap Yaksa dengan santai nya.
" Lah kok mendadak sih kak .?" tanya Zahara heran biasa nya sang kakak kalau hendak pergi kemanapun akan bilang terlebih dahulu di malam hari nya. tapi kali ini Yaksa tidak melakukan itu .
" Iya soal nya ada masalah kecil di cabang perusahaan kita yang ada di Semarang ." jawab Yaksa .
" Ya udah ya kakak berangkat dulu . "pamit Yaksa setelah itu .
" Kakak gak mau makan dulu Zahara dah siapin loh ini ." tawar gadis itu sedikit menekuk mukanya .
" Gak usah deh kakak buru buru nih , kakak makan dijalan aja deh ." tolak Yaksa.
Zahara hanya mengangguk angguk kan kepala mengerti .
Setelah kepergian sang kakak Zahara pun bergegas mandi dan bersiap siap .Dan kini setelah menghabiskan waktu 30 menit untuk mandi Zahara pun telah kembali segar .
Setelah memakai baju nya Zahara pun duduk di depan cermin .
"Saat nya ..." ucap Zahara yang mulai memakai bedak nya tipis .
Setelah dirasa cukup ia pun beralih mengambil pensil alis dan mulai menggambar alis nya tipis tipis , setelah itu Zahara mengambil lipstik berwarna pink dan mulai memoleskan nya kearah bibir gadis itu .
Setelah area wajah selesai kini Zahara sedang sibuk melipat jilbab nya dari segi empat menjadi segi tiga ,kemudian gadis itu pun memakai jilbab tersebut.
" Selesai" ucap Zahara menatap pantulan dirinya di dalam cermin.
" Sebenarnya aku lumayan cantik,lalu kenapa setiap kali menjalin hubungan aku selalu gagal" lirih Zahara .
Terbayang sudah dua lelaki yang pernah singgah di hati nya . Rangga telah bahagia dengan sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka sementara Farhan , lelaki itu kini tengah berbulan madu bersama sang istri di negri sakura Jepang .
Sementara dirinya merasa ngenes sendiri .
" Sudah lah itu hanya masa lalu,aku yakin allah punya rencana lain buat ku ." ucap Zahara .
Zahara kembali menatap pantulan dirinya di cermin setelah dirasa cukup Zahara pun kembali ke meja makan di sana sudah ada ayah dan bunda nya .
" assalamualaikum ayah , bunda ." salam Zahara .
"waalaikumsalam sayang ." jawab keduanya tersenyum manis ke arah anak gadis nya itu .
Zahara hendak duduk namun di cegah oleh ibunya.
"Panggil kak Yaksa dulu nak ."perintah sang ibu yang tak tau bahwa Yaksa sudah berangkat pagi pagi sekali .
"Kak Yaksa udah berangkat Bun ."jawab Zahara dan duduk di samping ibunya .
"Loh kok pagi pagi sekali .?" tanya sang ayah sibuk menyantap makanan nya.
" Iya katanya ada urusan penting di perusahaan cabang ." ucap Zahara
"Loh berarti dia ke luar kota dek .?" tanya sang bunda.
"Iya ke Semarang katanya ." singkat Zahara mulai mengambil makanan nya .
"Dasar anak itu , pergi ke luar kota kok gak bilang dulu sama ayah dan bunda nya ."ucap Talita kesal .
"Mungkin dia buru buru Bun." bela ayahnya. Talita hanya diam ketika sang suami membela anak nakal nya itu , sementara Zahara wanita itu sibuk dengan makanan nya sendiri .
Setelah makanan Zahara habis ,gadis itu pun meminum minuman nya hingga habis tak tersisa.
" Bun , yah Zahara berangkat dulu ya dah siang soalnya ." pamit Zahara .
" Pakai mobil ayah aja Ra .. kebetulan ayah mau libur dulu ." ucap sang ayah menyerahkan kunci mobil nya yang langsung diterima dengan senang hati oleh Zahara .
" Makasih ayah ,ya udah Zahara berangkat dulu ya assalamualaikum."
Mendengar itu Zahara pun pergi meninggalkan rumah milik kedua orang tuanya itu .
.......
.....
...
Sesaat setelah Zahara keluar dari rumah dan kini gadis itu hendak masuk kedalam mobil nya namun ia dikejutkan oleh tangan seseorang yang sedang memegang tangan nya.
Seketika Zahara menepis tangan tersebut setelah tau siapa yang memegang tangan nya.
"Bukan muhrim kak Nando " sinis Zahara .
Sementara Nando yang sempat kaget dengan apa yang dilakukan Zahara pun hanya bisa tersenyum lembut kepada gadis itu.
" Em maaf ... pagi pagi sudah rapi sekali mau kemana ?." tanya nando menatap wajah wanita yang akir akhir ini mengganggu pikiran nya.
" Berangkat kerja . Kakak mau apa kesini , kakak gak kerja emang .?" tanya Zahara heran.
" Ya kakak ada urusan sama om sama Tante, kakak dapet shift sore ." ucap Nando yang tak henti hentinya menatap wajah Zahara .
" Udah dulu ya kak aku mau ke kantor dulu udah telat nih ."pamit Zahara.
"Biar kakak antar ya Ra ." tawar Nando .
"Tapikan kakak ada urusan sama ayah sama bunda , lagian Zahara mau bawa mobil sendiri ." tolak halus Zahara namun Nando tak menyerah pria itu mengambil kunci mobil ditangan Zahara .
" Biar kakak yang anterin kamu , kunci mobil ini biar kakak kembali ini ke om ." ucap Nando berlalu pergi masuk ke dalam rumah Zahara .
Saat ini Zahara mulai tau ketulusan Nando , pria itu sangat baik tidak pernah berbicara dengan nada tinggi dan ia juga selalu sopan kepada orang tua .
Mengingat itu Zahara jadi tersenyum sendiri , apakah ia akan membuka hati nya untuk Nando? . Entah lah Zahara tak tau untuk saat ini Zahara hanya ingin fokus ke pekerjaan nya masalah cinta itu nomer sekian meski Zahara sadar umur nya sudah tidak muda lagi .
" Ra yuk berangkat...." ajak Nando yang saat ini telah berada di samping Zahara ke dua nya pun masuk kedalam mobil .
Keheningan menyelimuti keduanya , Nando tak tau harus memulai perbincangan nya dari mana .Ia selalu merasa gugup setiap kali dekat dengan Zahara .
Karena Nando hanya diam tak memulai perbincangannya Zahara pun akhirnya memilih untuk mulai mengajak Nando mengobrol.
"Zahara denger kakak ini seorang dokter bedah .?" tanya Zahara yang membuat Nando seketika memandang wajah Zahara.
"Iya pasti bunda kamu ya yang ngomong .?" tanya nando ramah .
" Ya begitulah , kakak ini dulunya kuliah kedokteran di mana .?" tanya nya lagi .
" Singapura. " jawab Nando sambil fokus dalam menyetir .
" Oh ...Zahara denger juga kak Nando ini lulusan terbaik ya di university . "
" Ya begitulah ,tapi ilmu kakak masih kurang kok dibandingkan dengan para senior kakak." ucap nando merendah . Untuk sesaat Zahara memandang Nando kagum , pria ini sungguh rendah hati .
" sekarang kakak tinggal dimana .?" tanya Zahara lagi ia ingin tau dimana laki laki itu tinggal .
" kakak tinggal di samping rumah mu Ra masak kamu gak tau ." ucap Nando terkekeh geli . Sementara Zahara gadis itu terkejut bagaimana ia bisa tak tau kalau Nando pindah ke samping rumah nya.
" jadi kakak tinggal di sebelah rumah Zahara ya ... wah kita tetangga an dong , kenapa gak cari yang Deket dengan tempat kerja kakak aja kan kalau Deket enak ada apa apa langsung pergi deh ke rumah sakit ?." tanya Zahara panjang lebar gadis itu mulai terbiasa berbicara dengan Nando .
" Emang kenapa .? , kakak cuma mau dekat kamu ." ucap Nando yang membuat Zahara terdiam .
Gadis itu tengah sibuk dengan pikirin nya sendiri sementara Nando pun hanya diam dan kembali menyetir dengan fokus.
...
.....
....
**Hay semua masih setia sama cerita aku .
jangan lupa like and komen ya...
terima kasih 😊😊😊**