Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 30



 


Kini Zahara dan Faiz tengah berada di rumah sakit , Faiz tak henti hentinya mengusap tangan sang istri lembut , berharap sang istri akan segera bangun .


Zahara pun mulai membuka matanya saat merasakan usapan lembut di tangan nya.


" Mas....Zahara dimana?" tanya Zahara saat mengetahui bahwa dirinya tidak berada di rumah nya maupun di rumah ibu nya .


" Kamu di rumah sakit , tadi kamu pingsan sayang mas kawatir banget sama kamu , bunda sama ayah juga nelponin dari tadi tanya kondisi kamu. Mereka tidak bisa meninggalkan acara , bahkan kakak mu tadi ngotot ingin ikut mas tapi di cegah sama ayah sama bunda. " ucap Faiz mengusap kerudung Zahara .


" Zahara ingat tadi Zahara ngerasa pusing banget mual . Zahara kenapa mas Zahara sakit keras ya ...?" tanya Zahara takut .


" Kamu gak boleh ngomong gitu sayang kamu gak sakit kok." ucap Faiz tersenyum .


" Gak sakit kok bisa di rumah sakit mas ini gimana sih ." ucap Zahara sebal pada suami nya entah mengapa hari ini ia ingin memarahi semua orang di dekat nya termasuk Faiz, padahal Zahara belum pernah seperti ini sebelum nya.


cup


Faiz mencium bibir Zahra yang manyun itu .


" Dari tadi ngomel terus gak capek ya sayang , atau karena baru mas cium ya makanya tadi ngomel terus ." ucap Faiz tersenyum menggoda .


Seketika itu kekesalan Zahara meluap begitu saja ia tak bisa marah lagi saat di goda Faiz seperti itu .


" Apaan sih mas setiap hari gombalin Zahara... udah deh sekarang jelasin sebenarnya Zahara itu kenapa. ?" tanya Zahara sambil menahan senyum.


" Kamu gapapa sayang , cuma kecapekan aja ditambah di rahim kamu sekarang ada isi nya." ucap Faiz tersenyum senang .


" Maksud mas Zahara hamil gitu.?" tanya Zahara tak percaya .


" Iya sayang disini ada calon anak kita... jadi kamu jangan capek capek ya sayang ." ucap Faiz mengusap perut Zahara .


Sementara Zahara tidak bisa berkata kata ia sangat senang di dalam rahim nya tumbuh seorang bayi bahkan Zahara sampai menitihkan air mata bahagia .


" Kok malah mewek sih dek ." ucap Faiz masih setia mengusap kepala Zahara.


" Aku bahagia mas sangat bahagia ." ucap Zahara , Faiz tersenyum kemudian memeluk Zahara erat .


" Mas juga sayang makasih ya udah mau mengandung anak kita jaga dia baik baik ya sayang . " ucap Faiz lirih .


" Iya mas Zahara janji akan jaga dia baik baik." ucap Zahara tersenyum.


" Oh iya katanya kamu mau jelasin soal Farhan ." ucap Faiz melepaskan pelukan nya dan menatap sang istri tajam .


" Mas Farhan dulu pernah mau serius sin Zahara tapi gagal gara gara orang tuanya gak setuju sama hubungan kami. Orang tuanya telah menjodohkan nya dengan wanita yang lebih kaya dari pada zahara." ucap Zahara menatap Faiz tulus .


" Oh ... tapi kamu udah gak punya perasaan kan sama dia .?" tanya Faiz .


" Enggak ada mas sama sekali malah . Cinta Zahara cuma buat mas kok gak ada yang lain deh , di hati Zahara cuma ada Faiz." ucap Zahara tersenyum malu malu .


" Benarkah ... wah sejak kapan istri ku pandai menggombal seperti itu?." ucap Faiz menaik turunkan alis nya menggoda Zahara.


" Ya sejak aku kenal kamu lah mas kan kamu yang ngajarin aku ." ucap Zahara membuat Faiz terkekeh.


" Baiklah.... mas guru mu jadi kamu harus patuh sama mas ya , sekarang tidur dengan baik. karena kamu butuh istirahat sayang ." ucap Faiz memerintah.


" Zahara bakal tidur tapi mas tidur di samping Zahara ya ." pinta Zahara manja.


" Mana muat Ra nanti kamu kesempitan lagi." ucap Faiz .


Faiz terdiam apa ia tak salah dengar baru kali ini Zahara manja kepadanya , mungkin itu bawa an bayi .


"Oke mas tidur di samping kamu , tapi kamu harus tidur ya. " ucap Faiz yang di angguk Ki Zahara.


keduanya pun tidur saling berpelukan tangan Faiz tak henti hentinya mengusap punggung Zahara . Agara wanita itu tenang dalam tidur nya .


....


..


.


Suasana kamar rawat Zahara nampak ramai, banyak yang datang untuk melihat kondisi bumil tersebut. Dari mulai ayah bunda nya dan teman teman Zahara semua nya datang, bahkan pengantin baru juga ikut jadi membuat Zahara senang itu artinya banyak yang perduli dengan Zahara .


" Kata dokter usia kandungan nya sudah berapa Minggu is ..." tanya Talita antusias , ia sangat senang karena ia akan di berikan cucu sebentar lagi .


" Belum tau Bun nanti baru mau di USG kata dokter nya sih gitu soal nya kan kemarin Zahara masih kecapekan an ." ucap Faiz menjelaskan.


" Oh gapapa yang penting Zahara sekarang makan nya dijaga ya nak jangan capek capek juga , minum susu di rutinin . " ucap Talita menasehati .


" Iya Bun , Zahara bakal ingat kok." ucap Zahara tersenyum.


" Yang sabar ya is biasanya bumil itu banyak mau nya , emosian juga jadi kamu harus pandai pandai ngatur emosi mu sendiri ya nak ." ucap Tama


" Iya yah Faiz akan selalu sabar kok ngadepin si bawel ini ." ucap Faiz menarik hidung Zahara .


" Sakit tau mas . mas ih.." sebel nya,Faiz terkekeh ia merasa mendapat hiburan setiap kali Zahra kesal.


" kak Yaksa ...." panggil Zahara membuat lelaki itu merasa tak enak hati , ia senang sang adik akan menjadi ibu tapi ia juga takut jika ia di jadikan sasaran ngidam nya Zahara.


" Iya kenapa dek .?" tanya Yaksa tersenyum.


" Aku mau mangga muda mas Yaksa bisa kan beli in buat aku . " apa dia bilang dia pasti akan di susahkan oleh Zahra.


" Biar mas saja ya sayang kasian kak Yaksa pasti capek kan kemarin baru nikahan." ucap Faiz lembut.


"Gak mau aku mau nya kak Yaksa yang cari in, kamu disini aja temenin aku ya.." ucap Zahara pada Faiz . Yaksa menatap bela meminta pertolongan gadis itu.


" Udah cari in aja mas kasian kan nanti kalau anak nya ileran kamu mau emang punya ponakan ileran ." ucap Bela membela Zahara , membuat Zahara tersenyum senang sementara Yaksa semakin kesal istri nya itu bukan membela nya malah membela rubah seperti Zahara.


" Udah sana berangkat sa. " perintah Talita . Dalam hati Yaksa menggerutu dan bingung ini kan sedang tidak musim mangga dimana dia harus mencari nya.


" Harus dapet Lo sa ini demi cucu papa" ucap Tama


" Mampus aja deh aku dari pada kayak gini cari dimana coba ...ah sebel Zahara emang nyusahin dari kecil sampai sekarang ." batin Yaksa kesal namun lelaki itu tetap pergi mencari buah yang di ingin kan sang adik .


....


...


....


**like nya banyakin ya .... biar author tambah semangat....


terimakasih 😍😍😘😘**