
Sudah 1 bulan berlalu dan sejak saat itu tidak ada satu laki laki pun yang mendekati nya lagi , kalau pun ada Zahra lebih memilih untuk mengabaikan nya .
Sakit hati yang dia alami masih sangat membekas di hati nya ,meski begitu iya tak mau mengambil pusing masalah itu .
Beda dengan sang kakak yang masih sangat membenci Farhan bahkan dengan teganya Yaksa membatalkan beberapa kontrak penting dengan perusahaan Farhan ,hingga perusahaan Farhan kalang kabut di buat nya.
Ia tak perduli yang penting rasa sakit hati adik nya bisa terbalaskan . Zahara yang tanpa sengaja mengetahui hal itu pun berusaha membujuk Yaksa untuk menghentikan balas dendam nya itu.
" Kak udah cukup ya hentikan semua nya kak ..." lirih Zahara yang saat ini duduk di samping Yaksa .
"Gak bisa dek laki laki itu harus tau gimana rasa sakit nya kamu,kakak ingin liat dia menderita." ucap Yaksa membuat Zahara memukul bahu sang kakak kesal.
"Aduh sakit.... kamu tuh kebiasaan main pukul seenakan nya kalau ada yang lecet gimana" cerocos yaksa tiada henti .
" Alah lebay gitu aja sakit , gimana mau punya pacar kalau lemah begitu ." ucap Zahara.
" Kata siapa kakak belum punya kakak udah punya kok kamu nya aja yang gak tau ."ucap sang kakak berlalu pergi menuju kamar , karena penasaran Zahara pun mengikuti kakak nya.
" Siapa pacar kakak, kasih tau Zahara dong ?" tanya Zahara sambil menarik narik lengan sang kakak .
" Haduh mulai deh keponya kambuh. " ucap Yaksa
" Ih.... bukan kepo Zahara cuma pengen tau siapakah yang telah menaklukan si dingin ini." ucap Zahara mencolek dagu sang kakak.
" Apa an sih kamu dek .... "
"Ih kasih tau dong siapa orang ." ucap Zahara memelas .
" Kaakak bakal kasih tau setelah kamu dilamar sama cowok." ucap yaksa .
Zahara terdiam dan menunduk sedih ia tak tau kapan akan ada orang yang melamar nya , bahkan tetangga tetangga nya mulai menyebut nya cewek tak laku 2 bulan lagi ia akan berusia 26 tahun .
Umur nya sudah matang untuk menjalin sebuah hubungan pernikahan dalam benak nya bertanya. siapakah jodoh nya apakah dia tampan , baik atau tidak ...
Entahlah Zahara tak tau ,entah mengapa setelah sakit hati yang ia terima ia jadi enggan dengan lelaki bahkan karena itu sang bunda menegur nya .
Mengatakan bahwa semua lelaki tak sama
tapi apa, setiap kali ia menjalin hubungan mesti hubungan itu mengecewakan nya hingga ia lelah dan tak tau harus bagaimana lagi .
" Kok bengong Ra mikirin apa ?" tanya Yaksa lembut sambil mengusap rambut sang adik yang tertutup hijab nya.
" Gak papa kok kak Zahara cuma lagi mikir siapa pacar kakak ." bohong Zahara .
Sementara Yaksa tersenyum adik nya ini kekepoan nya sangat tidak wajar.
" Udah gak usah dipikirin nanti kamu malah pusing lagi , oh ya tadi bunda panggil kamu tapi kamu gak denger denger , gih sana samperin sapa tau ada yang penting ." ucap Yaksa
" Ukey aku pergi dulu ya kakak ku yang ganteng tapi kayak Beruang kutub " ucap Zahara berlari mencari bunda nya.
"Dasar Zahara ada ada aja ." ucap Yaksa geleng geleng kepala heran .
.....
....
"Zahara sini nak bantu in bunda masak " ucap sang bunda ketika dirinya sampai di dapur .
" Mau masak apa Bun hari ini kok kelihatanya banyak banget ,emang mau ada acara apa ?." tanya Zahara sambil membolak-balik sayur sayuran yang Ter tata rapi di meja dapur.
"oh ini nak temen mama dari luar negeri mau datang berkunjung ." ucap sang bunda.
" Sayang temen bunda itu orang Indonesia nah kalau suaminya baru orang luar ,tapi mereka tinggal di Singapura udah lama gak kembali ke Indonesia sekitar 5 tahunan gitu dan sekarang baru balik lagi ke sini ." ucap Talita bunda Zahara yang tengah memotong sayuran .
" Emang ada urusan apa mereka kembali kesini .?" ucap Zahara bingung ke kepo an anak nya mulai kumat lagi .
" Anak mereka yang paling besar di tugaskan ke Indonesia."
"Oh.... emang kerja apa anak nya Bun.?" tanya Zahara lagi .
"Anak nya seorang dokter bedah ."
" Oh .... ditugaskan di rumah sakit apa .?" tanya Zahara lagi yang membuat Talita mulai menggeleng gelengan kepala nya.
"Mana bunda tau Zahara , bunda bukan wartawan yang tau segalanya udah deh jangan kepo lagi sini bantu in bunda masak ." perintah Talita yang langsung di angguk ki Zahara.
hampir 2 jam mereka berkutat di dapur dan itu membuat Zahara bosen ia tak pernah memasak sebanyak ini .
" Em Bun Zahara capek boleh gak Zahara udah bantu bantu in nya .," ucap Zahara memelas.
" kalau kamu udahan trus siapa dong yang bantuin bunda ,? ini belum semuanya loh sayang yang dimasak masih banyak lagi ini.
"Ah bunda mah gitu .... Zahara kan capek Bun . ya udah deh Zahara bantuin "ucap Zahara terpaksa.
" Nah gitu dong , itu baru anak bunda yang rajin dan baik hati ."
"Bunda mah muji Zahara kalau pas ada mau nya ."
"Udah gak usah ngeluh gih masak lagi ." perintah Talita.
keduanya sibuk memasak tak terasa makan makanan itu telah tertata rapi di atas meja .
"Ah... akhirnya .. selesai juga " ucap Zahara bangga .
Melihat anak nya sudah kembali seceria dulu Talita pun tersenyum ia berharap tidak akan ada lagi yang menyakiti putri nya.
Jika itu terjadi maka Talita akan mati Matian membela sang anak .
"Ya udah kamu mandi dulu gih Ra ,masak mau ada tamu kamu awut awut Tan begitu dikira bunda gak ngurusin kamu lagi ., ayah kamu mana lagi mau ada tamu kok gak pulang pulang."
Zahara menghela nafas bunda nya ini sungguh ribet sekali dan juga cerewet .
"Mungkin masih dijalan bun coba aja telfon ." usul Zahara.
"Oh iya ya kok bunda gak kepikiran ya ." Talita mulai mencari cari di mana ponsel nya .
" Gimana mau kepikiran kalau ngomong terus ." bisik Zahara yang tidak di dengar oleh ibunya.
"Zahara kamu tau gak handphon bunda dimana .?" ucap Talita yang masih sibuk mencari cari .
"ya mana Zahara tau kan bunda yang taruh , bunda yang makai coba tanya kak yaksa , atau kalau enggak cari di dapur Bun."
"masyallah bunda lupa , bunda taruh kamar mandi handphon nya ." ucap Talita pergi meninggalkan Zahara sementara Zahara menatap punggung ibu nya yang semakin menjauh .
"Ah capek , gerah juga sebaik nya aku mandi " tutur Zahara bergegas ke kamar nya untuk menghilangkan penat dan juga keringat yang mulai membasahi tubuh nya itu .
...
.
...
...
terimakasih masih setia dengan cerita ini semoga kalian bisa memberi saran untuk cerita ku ini ya jangan lupa komen dan like .