
Ditengah dingin nya malam Zahara menatap ke arah jendela, sayup sayup Zahara mendengar suara jangkrik di kesunyian malam .
Hela an nafas terdengar dari mulut gadis itu, ia sedang memikirkan sesuatu yang membuat sudut hatinya terasa teremas.
"Apakah aku memang ditakdirkan seperti ini " ucap nya sedih .
tok tok tok ....
Bunyi ketukan itu menyadarkan Zahara dari lamunan nya.
"iya tunggu sebentar ." teriak Zahara segera meraih jilbab nya dan memakainya , setelah dirasa cukup ia pun perlahan membuka pintu .
krekkk...
"Ada apa Bun .?" tanya Zahara .
Sedangkan sang bunda hanya tersenyum ia yakin anak nya itu pasti melupakan sesuatu .
" Kamu lupa ya Ra ? temen bunda kan mau Dateng dari Singapura ." ucap Talita mengingatkan .
" Hehehe.... Zahara lupa Bun , emang udah Dateng ya ...?" tanya Zahara .
" Udah di bawah Ra ... lagian kamu bunda tungguin kok gak turun turun ." ucap bunda nya kesal .
" Ya maaf kan Zahara gak tau ..." ucap Zahara cengingisan .
" Ya udah yuk turun semua dah nunggu kamu di bawah ." perintah sang bunda . Zahara hanya menurut dan mengikuti bunda nya turun kebawah .
Sementara itu di ruang makan ayah Zahara sedang berbincang bincang dengan teman istri nya yang bernama Nadira .
Nadira sesekali tertawa mengingat masa masa dulu saat ia dan Talita masih remaja , banyak yang di alami mereka berdua , susah senang mereka alami bersama .
Hingga ia pun menikah dan harus berpisah dengan Talita karena ia harus ikut menemani suaminya yang tinggal di Singapura .
Sementara Nando menatap mommy nya jengah , begitulah mommy nya jika sudah bercerita maka ia tak akan berhenti kalau tidak ada yang menegur nya , kadang ia juga sangat kesal dengan mommy nya itu.
Apalagi kalau ia baru pulang kerja bukan' nya di siapkan makanan malah di ceremai panjang lebar . Bertanya kapan bawa pacar ,kapan kenalin pacar lah , kapan nikah nya dan kapan ngasih cucu .
Mommy nya memang aneh ,menikah saja belum bagaimana ia bisa ngasih cucu.
"Em maaf ya kalian nunggu lama, nih anak ku yang kedua Ra ... namanya Zahara . " kata Talita setelah sampai di meja makan .
" assalamualaikum om Tante dan .... " ucap Zahara terhenti karena ia tak tau harus memanggil orang di samping teman mama nya ini apa ia tidak mengenal nya .
" Nando nama aku Nando . " ucap Nando yang langsung berdiri , baru pertama ia melihat Zahara tapi ia sudah jatuh hati pada gadis itu .
Semua memandang Nando dengan tersenyum . Nando yang mendapatkan pandangan seperti itu pun hanya bisa menggaruk tengkuknya salah tingkah .
Tanpa berkomentar apa pun Zahara pun duduk dan mulai mengambil makanan untuknya .
" Nak Zahara ini ... kerja dimana .? " tanya Nadira sambil memakan makanan nya .
" Di perusahaan milik teman ayah Tante ." jawab Zahara sopan .
" Oh .... iya kalau nak Nando ini di tugaskan di rumah sakit mana ?" tanya Talita pada Nando . namun yang ditanya tak kunjung menjawab malah asik memandangi Zahara tanpa berkedip sedikit pun.
" Nando. .... " panggil Nadira membuat Nando tersentak ia memandang mommy nya penuh tanya .
" Ada apa mom.?" tanya nando bingung.
" Kamu ditanya sama Tante Talita ." jawab mommy nya kesal .
" Eh iya Tan ada apa ya ..?" tanya nando tersenyum kikuk.
" Kamu ditugaskan di rumah sakit mana ?" tanya Talita lagi .
" Oh yang Deket sini itu ya..?. semoga kamu betah ya ndo tinggal di Indonesia ,cuaca di sini memang sedikit berbeda dari negara kamu ." tutur Talita panjang lebar yang tidak di gubris sama sekali .
melihat kelakuan anak nya itu Nadira langsung saja memukul bahu sang anak dengan keras .
" Aduh mommy kenapa pukul Nando ?" tanya nando heran . sambil mengusap usap bahu nya .
" Lagian kamu di tanya bukan nya jawab malah asik liatin Zahara , kenapa nak kamu suka ya sama Zahara .?" tanya sang mommy menggoda Nando .
" Ih ... enggak kok enggak " ucap Nando malu .
" Alah gak usah bohong kamu sama mommy jelas jelas mommy lihat kamu tadi lihatin Zahara terus kok, sepertinya kita akan besanan nih ta ... anak ku suka sama anak kamu ." ucap Nadira yang membuat Zahara mengerucutkan bibirnya tak suka .
" Aku sih terserah Zahara nya saja dir kan yang ngejalanin nantinya bukan aku tapi Zahara . " tutur Talita ia menatap Zahara yang sepertinya tidak menyukai Nando .
"Gimana Ra kamu mau gak sama anak Tante . "
" Em maaf Tante Zahara lagi gak pengen Deket dulu sama laki laki ." tolak Zahara halus .
"Kenapa Ra... umur kamu tuh dah lebih dari cukup , udah sepantasnya kamu menikah nanti kalau kamu jadi perawan tua gimana ?, Lagian Nando juga ganteng kok dia juga baik gak neko neko malah " ucap Nadira sedikit memaksa .
Zahara menghela nafas perlahan . Sungguh ia masih trauma akan kejadian satu bulan yang lalu,ia takut jika ia menjalin hubungan kembali maka akan berakhir dengan kekecewaan .
" Maaf Tan ini bukan masalah ganteng enggak nya tapi ini masalah hati , em kalau gitu Zahara pamit ke kamar dulu ya yah ,Bun kak Yaksa , Tante , om sama kak Nando . " pamit Zahara berlalu kembali ke dalam kamar .
Sementara itu Yaksa menatap pintu kamar adik nya yang tertutup rapat setelah sang pemilik kamar itu masuk ke dalam kamar .
" Pasti ... luka dihati nya belum sembuh total ." batin Yaksa .
" Em dir ....maafin anak ku Zahara ya dia baru saja patah hati,Zahara masih butuh waktu lagi untuk kembali dekat dengan laki laki ." ucap Talita yang merasa tak enak hati .
"Iya gapapa kok ta ... seharusnya aku yang minta maaf aku gak tau kalau Zahara abis patah hati ." ucap Nadira merasa bersalah.
"Udah udah yuk di makan lagi makanan nya ."ucap ayah Zahara .
Mereka kembali dalam kesunyian dan menikmati makan makanan masing masing .
Cukup lama mereka makan dan berbincang tak terasa waktu sudah semakin malam .
Dan sudah saat nya Nando bersama keluarga nya pulang .
" Em Ra .... kita mau pamit dulu ya udah malem soal nya . besok juga aku harus kembali ke Singapura pagi pagi sekali. " pamit Nadira .
"Yah kok cuma sebentar sih di Indonesia nya padahal aku mau jalan jalan sama kamu lagi Lo dir."
" Ya mau gimana lagi ta , ada banyak pekerjaan yang menunggu kami dan anak kami yang satunya juga tidak bisa ikut . kami tidak bisa meninggalkan nya lama lama ." ucap Nadira menyesal .
" Oh seperti itu ... ya udah aku panggil Lin Zahara dulu ya dir ."
" Gak usah ta... mungkin Zahara dah tidur , ya udah kita pulang dulu ya ta , assalamualaikum " ucap Nadira berlalu masuk kedalam mobil .
didalam mobil Nando tak henti hentinya memikirkan Zahara.
"Pokoknya aku harus bisa menyembuhkan luka di hati Zahara, aku mau menjalin hubungan sama dia , aku mau bahagia in dia . " batin Nando sambil tersenyum sendiri ....
.......
....
....
....
**apakah Nando jodoh Zahara....
yang ingin tau jawabannya ... baca terus ya jangan lupa tinggalkan jejak kalian
terima kasih . 😊😊😊**