Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 18



 


Sedari tadi Faiz terus memandang kertas di genggaman nya . Di dalam kertas itu terdapat balasan dari Zahara , senyum tak pernah lepas dari bibir nya .


 


" assalamualaikum calon imam ku.


maafkan Zahara yang tak bisa menemui mu


karena Zahara hanya ingin bertemu calon imam ku disaat kita sudah menjadi suami istri.


seperti dirimu yang ingin menjadi imam yang baik untuk ku maka aku pun akan berusaha menjadi makmum yang baik untuk mu.


Meski diri ini tau bahwa Zahara bukanlah wanita yang sempurna banyak sekali kekurangan dalam diriku yang belum kamu ketahui dan akan aku beritahu nanti saat kita sudah menjadi pasangan suami istri .


jauh dalam lubuk hati ini akan terus menyebut nama mu dalam setiap doa ku dan semoga engkau tak akan mengecewakan ku .


 


calon makmum mu


Zahara.


 


Kira kira begitu lah isi dari surat tersebut . Ada rasa lain yang ada dalam hati Faiz . ia merasa bahagia , mungkin ia tak pandai dalam merayu perempuan . karena memang ia tak pernah dekat dengan perempuan manapun.


Sejak kecil hingga sekarang dirinya dituntut untuk serius bekerja . Hingga jodoh nya sendiri pun tak punya .


" Saya tidak berjanji untuk tidak mengecewakan mu tapi saya berjanji untuk selalu berusaha agar kamu tetap bahagia di samping lelaki seperti aku ini Ra..." ucap Faiz tersenyum .


Ia tak tau wajah gadis nya seperti apa entah itu cantik atau tidak ia tak peduli , ia akan menerima segala kekurangan pasangan nya. karena ia yakin bahwa Zahara adalah pilihan yang terbaik untuk masa depan nya.


Bunyi handphon membuyarkan lamunan Faiz , ia segera meraih telfon tersebut .


" Halo pak Faiz ini kami dari toko gaun . Kami ingin mengukur calon pengantin pak Faiz untuk mengepaskan ukuran gaun nya ., bisakah bapak dan calon istri datang kemari . " ucap orang butik pada Faiz .


" Mohon maaf sebelumnya tapi saya dan calon istri saya tidak bisa datang bisakah anda datang sendiri ke rumah nya . Nanti biar biayanya nya saya tambah lagi ." ucap Faiz memberi tahu.


" Oke dimana rumah calon istri anda . " tanya orang itu lagi


"Di perumahan anggrek nomer 76 . itu rumah calon istri saya. "


" Baik bapak saya akan segera ke sana , terimakasih atas kerjasama nya . " ucap orang itu .


Faiz tak menjawab dan lebih memilih mematikan telfon nya saat ia hendak meletakan telfon nya , telfon itu berdering lagi dan itu dari petugas catering .


"Hallo selamat siang bapak kami dari catering yang bapak pesan . Kami ingin me ngirimkan beberapa contoh makanan untuk bapak cicipi ."


" Kirimkan saja pada colon mertua saya dia yang akan mencicipi nya. " ucap Faiz memotong omongan orang tersebut .


" Boleh saya tau alamat rumah nya pak ."


" Perumahan anggrek nomer 27 " ucap Faiz langsung mematikan telepon tersebut . ada saja yang mengganggu nya .


.....


...


Suasana rumah Zahara begitu ramai karena kedatangan saudara saudara nya . bundanya tengah mencicipi berapa Sempel makanan yang akan dihidangkan di acara pernikahan Zahara.


Sementara Yaksa mulai bosan dengan kehadiran keluarga besar nya karena menurut yaksa mereka berisik sekali ada saja yang di omongkan oleh ibu ibu itu dan itu membuat ia sebal setengah mati .


Tapi ia juga merasa senang karena sebentar lagi adiknya akan menikah dan ia tak menyangka jika Zahara yang akan menikah lebih dulu sementara dia masih bulan depan .


" om sa om sa liat nih Iyo unya ainan alu ayi nenek ta." ucap seorang anak kecil imut yang menghampiri Yaksa .


" omong apa deh lu bocah ." jutek Yaksa .


" Iyo unya ainan alu ...." teriak nya tepat di telinga Yaksa .


" Mama iyo uma ukin ama om sa kalau iyo unya ainan alu...." ucap fiyo mengerucutkan bibir nya sambil memanjangkan huruf u nya. Sementara ayu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anak nya itu.


" ngomong apa sih kak ni bocah ."ucap Yaksa kesal .


" dia cuma mau nunjukin mainan baru nya ke kamu tadi di kasih sama mama kamu sa . " ucap ayu .


" oh mau pamer ya dia . " ucap yaksa lalu menggelitik fiyo karena gemas .


" aun om Iyo aun " teriak fiyo .


" udah udah dari pada kalian ribut mending kamu ajak fiyo ke kamar Zahara sa,katanya dia kangen sama fiyo ." ucap ayu . tanpa aba aba yaksa mengendong fiyo seperti karung beras.


" a..... mama iyo i ulik om sa." teriak fiyo ayu hanya geleng geleng kepala saja .


Sementara itu Zahara telah memakai gaun pernikahan nya tampak beberapa orang yang sedang mengukur kekurangan gaun tersebut .


" Seperti nya berat mbk Zahara ideal tapi tetep harus di perhatikan makan nya ya mbk biar gaun pengantin nya muat nanti kalau di pakai . " ucap orang yang mengukur gaun tersebut .


" Wah adik ku kamu cantik sekali padahal cuma pakai gaun nya saja tanpa riasan . " ucap Yaksa yang baru sampai di kamar Zahara .


" Kakak bisa aja deh . eh ...siapa itu .?" ucap Zahara yang melihat sesosok tubuh mungil yang bersembunyi di balik Yaksa .


" haalo ante antik. " ucap fiyo keluar dari balik kaki Yaksa .


" fiyo ya ampun , Tante kangen banget sama kamu sini Tante peluk ." tanpa menunggu aba aba fiyo pun langsung berlari memeluk Zahara .


" ante Iyo ngen anget." ucap fiyo sambil memeluk Zahara erat.


" Tante juga kangen banget sama fiyo . fiyo tambah cantik ya sekarang, dah besar lagi Tante jadi tambah sayang sama fiyo .


Ting ..


Bunyi handphon Yaksa membuyarkan lamunan ternyata itu dari calon suami nya Zahara .


" Mas boleh minta tolong ." kira kira itu isi pesan tersebut.


" Tolong apa iz... ?" balas Yaksa .


" Tolong foto in Zahara aku mau lihat dia pantes gak pakai gaun yang aku pilihkan . " pesan itu membuat Yaksa berdecak setelah menjadi tukang pos perantara Faiz dan Zahara saling berbalas surat dan kini ia menjadi fotografer.


Yaksa tak mengerti dengan pasangan itu padahal kan mereka bisa saling berkirim pesan lewat ponsel tapi kenapa malah menggunakan surat kan dia jadinya yang repot .


" Ra ... adep sini kakak mau foto kamu ... ni calon suami kamu minta foto in ." ucap Yaksa jutek .


" Kakak foto nya dari belakang aja Zahara gak mau kelihatan muka nya . " ucap Zahara masih sibuk dengan gaun nya .


" Gue heran kenapa ada gaya pacaran yang serempong ini " ucap Yaksa tanpa sadar .


" Kakak aku Sama mas Faiz gak pacaran ya tapi kita mau menikah ." sinis Zahara .


" e alah iya iya" ucap Yaksa mengalah sementara fiyo yang bosan pun segera berlari keluar kamar menyusul sang ibu.


" mau kemana tuh bocah .?" tanya Yaksa melihat kepergian fiyo.


" Ikut mama nya kalik udah deh cepetan foto in Zahara gerah nih mau udahan pakai gaun nya ." kesal Zahara dengan cemberut .Yaksa pun segera memfoto Zahara dan mengirim kan nya pada Faiz ...


..


...


...


**segini dulu besok di lanjut lagi tetep setia baca ya ...


jangan lupa like and komen ya .


terimakasih ..😊😊😊**