Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 32



 


Semakin hari Zahara semakin manja kalau dulu ia manja dengan Yaksa . kini Zahara justru berpindah ke Faiz bahkan sangking manjanya sang istri Faiz jadi sering tidak ke kantor .


 


Semua pekerjaan nya di serahkan ke orang kepercayaan nya.istrinya sama sekali tak mau di tinggal dan itu membuat Faiz bingung .


" Sayang ... udah ya meluk nya masak mas harus libur terus sih , apa nanti kata pegawai mas . " ucap Faiz lembut sambil mengusap rambut sang istri .


memang kalau hanya berdua dengan Faiz Zahara tidak memakai kerudung nya ia merasa gerah saja . toh suami nya sudah melihat semua .


Faiz sih tak masalah dengan hal itu , yang penting istrinya itu tetap memakai jilbab saat keluar rumah .


" gak mau ... Zahara masih mual bawaan nya pengen meluk mas terus. " ucap Zahara masih memeluk Faiz .


Sejak usia kandungan nya menginjak 3 bulan Zahara selalu muntah apa pun yang dimakan nya pasti keluar dan aneh nya Zahara jadi tidak mual lagi kalau sudah memeluk Faiz .


" Dek mas sih mau aja nemenin kamu seharian . Tapi di mana tanggung jawab mas kepada pegawai mas , kalau mas nya sering gak masuk ." ucap Faiz menasehati.


" ih... mas gitu lebih mentingin pegawai dari pada Zahara . mas mikirin tanggung jawab mas pada pegawai terus mana tanggung jawab mas ke aku ." kesal Zahara melepaskan pelukan nya dan berbaring membelakangi Faiz.


Faiz mengusap dada nya sabar ,ia mendekat ke samping Zahara memeluk wanita itu lagi dan mencium rambut Zahara.


" Maafin mas ... sayang ini dah kewajiban mas jadi mas harap kamu ngerti ya sayang . aku kerja kan buat kamu bukan buat orang lain ." ucap Faiz lembut pria itu tak pernah sekalipun berkata kasar pada sang istri.


" Ih.... mas jahat jangan Deket Deket Zahara . sana kalau mau ke kantor , kekantor aja sekalian gak usah pulang . " sinis Zahara . membuat Faiz menghela nafas ia bingung harus bagaimana sekarang .


tok tok tok ...


Ketukan pintu membuat Faiz melepaskan pelukan nya .dan ia pun berjalan membuka pintu kamar nya . di sana sudah ada Talita .


memang sejak Zahara mengandung Faiz memutuskan untuk tinggal di rumah sang mertua agar jika terjadi sesuatu sang bunda bisa membantu karena bunda Zahara lebih tau soal ibu hamil dari pada Faiz .


" Eh bunda ... " ucap Faiz menyapa.


"Kenapa iz... kok ribut ribut ?" tanya sang Talita tersenyum.


" Itu Bun , Zahara gak mau Faiz tinggal padahal Faiz mau kerja gak enak dong kalau Faiz harus libur terus gimana coba kata pegawai Faiz nanti . " ucap Faiz menatap Zahara yang masih setia dengan posisinya. ia yakin sang istri pasti sedang menangis sekarang terlihat dari bahu Zahara yang bergetar .


" Udah iz ... kamu mandi dulu sana biar bunda aja yang bujuk dia." ucap Talita membuat Faiz mengangguk . mungkin memang Zahara hanya bisa di nasehati oleh sang bunda .


Faiz pun meraih handuk kecil dan pakaian kantor nya di dalam lemari dan pria itu pun masuk kedalam kamar mandi .


....


...


..


Talita menatap sang anak yang berlinang air mata ,sedangkan Zahara masih sesenggukan dalam tangis nya , ia kesal dengan Faiz sangat kesal .


"anak bunda udah dong nangis nya gak capek apa kamu ,jangan seperti ini dong nak suami mu juga punya tanggung jawab lain jadi jangan kekanakan kayak begitu . bunda tau ,tau sekali kalau ini bukan keinginan kamu tapi keinginan bayi yang ada dalam perut kamu , tapi setidaknya kamu harus menahan keinginan itu sayang . Faiz ... juga bingung kalau kamu seperti ini tiap hari manja ,makan aja harus di suap pin, gak boleh gitu sayang kasian suami kamu nak kalau kamu nya kayak begini ." ucap Talita mengusap rambut Zahara .


" Tapi ... Zahara gak tau kenapa Bun biasa nya juga Zahara baik baik aja kalau di tinggal mas Faiz ... gak tau kenapa Zahara pengen terus dekat mas Faiz . " ucap Zahara yang telah berhenti dari tangis nya .


Talita hanya menggelengkan kepalanya , mungkin memang benar jika itu keinginan janin yang ada dalam kandungan Zahara kalau sudah begini ia bisa apa .


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Faiz yang telah siap dengan setelan kantor nya , ia mendekati sang istri dan berjongkok saat ini Zahara sedang duduk di tepi ranjang .


Mereka saling berhadapan . tiba tiba Faiz menyingkap baju Zahara dan mencium perut Zahara setelah itu Faiz mengusap nya lembut .


" Sayang papa mau kerja dulu jadi jangan rewel ya nak ,jangan nyusahin mama kamu kalau kamu terus begini papa jadi bingung harus ngapain ." ucap Faiz tepat di perut Zahara .


Sementara Zahara hanya terdiam menatap apa yang dilakukan sang suami ,Faiz pun tersenyum menatap Zahara yang sudah tidak menangis lagi.


" Mas janji mas gak akan lama sayang , mas akan pulang jam 4 nanti ,jadi jangan nangis lagi ya ,kan kalau kamu kangen bisa Vidio Coll. Hp mas selalu mas aktifkan kok ." ucap Faiz memegang kedua tangan Zahara .


" Janji ya tapi pulang nya bener jam 4 . " ucap Zahara menatap mata Faiz .


" Iya ... janji ,gimana mas udah boleh berangkat kan?" tanya Faiz lembut .


" Boleh ... tapi cium Zahara dulu ." ucap Zahara manja . Talita tersenyum ia pun memilih pergi meninggalkan sang mantu dan anak nya itu .


Faiz terkekeh melihat tingkah sang istri yang kembali manja .


cup..


Cium Faiz di kening Zahara .


cup


Cium Faiz di pipi Zahara dan


Cup


Cium Faiz di bibir Zahara, Zahara tersenyum senang. Faiz pun mengusap usap mata Zahara dan mencium nya lama .


" Jangan menangis lagi mata kamu jadi bengkak kalau kamu nangis kayak tadi . " ucap Faiz setelah melepaskan ciuman nya pada mata Zahara.


"Oke. tapi mas, boleh gak nanti Zahara jalan sama mbk bela . Zahara suntuk di rumah mas , Zahara pengen jalan jalan . "ucap Zahara menunduk sedih .


Selama hamil Zahara memang jarang keluar rumah di karenakan kondisi badan nya yang lemah akibat mengandung 3 orang bayi sekaligus,melihat sang istri bersedih ia jadi tak tega pada Zahara .


" Sekali ini mas boleh Hin tapi ingat ya sayang ,di perut kamu ada 3 nyawa yang harus kamu jaga .jadi jangan lama lama pergi nya , jangan jajan sembarangan dan jangan kecapekan . Kalau capek bilang sama mbk bela atau cari tempat buat ngaso sebentar ,kamu paham kan bumil ku yang cantik. " ucap Faiz menasehati .


" Paham mas . makasih ya mas,mas emang suami yang paling baik . " ucap Zahara memeluk Faiz.


" Iya sayang ya udah mas berangkat dulu ya kamu ati ati di rumah kalau mau berangkat sama mbk bela kabarin mas dulu Oke " ucap Faiz . Zahara hanya mengangguk di ciumnya tangan Faiz setelah itu Faiz kembali mencium kening Zahara.


" Mas berangkat .. assalamualaikum." ucap Faiz


" waalaikumsalam ." balas Zahara. kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Zahara sendirian di kamar sementara Zahara masih menatap punggung sang suami yang kian menjauh.


...


...


...


**butuh like ya gays....


jadi like yang banyak ukey...biar author tambah semangat nulis nya .. ☺️☺️☺️☺️**