Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 34



 


Genap 7 bulan sudah Zahara mengandung semakin kesini Zahara semakin mudah lelah , oleh karena itu kamarnya dan Faiz pun pindah di bawah dekat dengan tangga .


 


Saat ini Zahara tengah duduk di depan cermin , ia mulai menyisir rambut nya. karena rambutnya nya cukup panjang membuat ia kesusahan menyisir rambut nya.


" Sini biar mas sisirin. " ucap Faiz mengambil alih sisir di tangan Zahara .


" Dek...." panggil Faiz lembut .


" Iya mas , kenapa. ?" tanya gadis itu menatap sang suami .


" kamu tau kan cabang perusahaan mas ada yang di luar negri ." ucap Faiz mulai memberi tahu .


" Iya Zahara tau emang kanapa?" tanya Zahara .


" Perusahaan mas yang di Singapura mengalami masalah dan mas harus kesana untuk menyelesaikan nya." ucap Faiz membuat Zahara terdiam ,gadis itu mulai menunduk dan air matanya mulai membasahi pipi .


"Mas bakal ninggalin Zahara .?"ucap Zahara dengan suara bergetar ,ia tak mau di tinggal suaminya ia sedang hamil tua .


"Enggak lama kok sayang cuma seminggu aja." ucap Faiz memeluk Zahara . sebenarnya Faiz tidak tega meninggalkan sang istri yang tengah hamil tua . namun mau bagaimana lagi urusan nya sangat penting dan tidak bisa diwakilkan .


" Seminggu gak ketemu sama mas itu bagaikan satu tahun. " ucap Zahara ditengah tangis nya. Faiz terkekeh mendengar kata kata istrinya , di cium nya pipi sang istri lembut.


" Mas tau .... mas juga ngerasa seperti itu tapi masalah ini harus mas selesai kan dan tidak bisa di wakil kan sayang . " ucap Faiz berbisik di telinga Zahara .


" Tapi Zahara gak bisa jauh dari mas.... Zahara pengen iku mas .... hiks...hiks...hiks..." ucap Zahara menangis di pelukan Faiz ...


Hati Faiz merasa perih melihat istrinya yang menangis dan tak mau ia tinggal .


" Sayang jangan nangis dong mas janji bakal usahain pulang lebih awal dan sebagai gantinya kita jalan jalan yuk sebelum mas pergi ke Singapura." ucap Faiz membujuk Zahara.


" Jalan jalan kemana ." ucap Zahara menghentikan tangis nya . mata yang masih berkaca kaca itu menatap Faiz penuh tanya.


"Kamu mau nya kemana.?" tanya Faiz pada Zahara.


"Mau ke mall ngabisin uang nya mas Faiz ."ucap Zahara membuat Faiz terkekeh .


dug.....


Tiba tiba Zahara meringis membuat Faiz mengerutkan alis nya .


" Kenapa sayang . ?" tanya Faiz kuatir .


" Gapapa mereka nendang tadi kelihatannya mereka senang . " ucap Zahara mengusap perut nya yang membuncit.


Faiz langsung meletakan tangan nya di perut Zahara di usap nya perut sang istri lembut.


" Anak papa seneng ya mau di ajak jalan jalan, tapi anak papa jangan rewel ya nak kasian nanti mamanya." ucap Faiz seketika tersenyum karena mendapatkan tendangan dari anak nya.


"Sayang kapan jadwal kamu USG lagi .?" tanya Faiz .


" Besok mas ,mas berangkat kapan .?" tanya Zahara .


" Besok pagi .."


" Yah gak bisa nganterin Zahara dong . " ucap Zahara sedih .


" Maaf ya sayang . ..." ucap Faiz merasa bersalah .


" Gapapa mas kan nanti Zahara bisa minta anterin sama kak Yaksa . " ucap Zahara .


" Ya udah Dadan yang cantik ,kita jalan jalan sekarang . " ucap Faiz membuat Zahara mengangguk. Faiz pun pergi memanasi mobil sementara Zahara sibuk dengan alat make up nya .


....


...


...


...


"Kita kemana nih dek .?" tanya Faiz pada Zahara.


"Ke sana Zahara mau cari tas dulu ."ucap Zahara di iyakan oleh Faiz kini Zahara pun tengah memilih milih tas yang akan ia beli .


Dan pilihan Zahara pun jatuh pada tas berwarna merah dengan aksen pita yang harganya lumayan mahal itu . Namun bagi Faiz uang bukan masalah asalkan Zahara senang ia juga merasa senang.


"Udah ?" tanya Faiz pada Zahara.


"Udah tapi Zahara mau beli sepatu boleh ?" tanya gadis itu pada Faiz , Faiz tersenyum dan mengangguk setuju .


kemudian setelah membayar tas itu ,Zahara dan Faiz pun mulai berkeliling mencari barang yang akan di beli Zahara . Setelah cukup banyak barang yg di belinya dan cukup menguras kantong sang suami . Zahara pun lapar ia mengajak Faiz ke sebuah stand makanan di mall tersebut .


" Mas mampir makan ya dedek nya paper ." ucap Zahara mengelus perut buncit nya.


" Dedek nya yang laper atau ibu nya " goda Faiz pada Zahara. Zahara memukul bahu suami nya pelan meski sudah sering di goda Faiz namun Zahara masih tetap saja malu .


" Dua duanya papa." ucap Zahra menirukan suara anak kecil .Faiz tertawa tak ada yang paling membahagiakan di dunia ini selain bercanda gurau dengan istri nya .


Tiba tiba handphon Faiz berbunyi membuat lelaki itu menghentikan tawanya di tatap nya layar ponselnya,ternyata itu adalah telvon dari sekertaris nya Siska.


Sudah 4 bulan berlalu dan Siska masih gencar saja mendekati nya bahkan kini ia terang terangan mengucapkan perasaan nya pada Faiz. Namun Faiz hanya acuh ia menganggap Siska hanya sebagai sekertaris nya saja tidak lebih karena rasa cinta dan sayang nya hanya untuk sang istri .


Sebenarnya Faiz ingin memecat Siska karena kelakuan sekertaris nya itu , tapi Faiz bukanlah orang yang jahat . Faiz berfikir mencari pekerjaan sekarang sulit maka dari itu ia mengurungkan niat nya untuk memecat sekertaris nya itu dan lebih memilih mengacuhkan kan nya saja .


" Kok gak di angkat mas , telvon dari siapa. " tanya Zahara pada Faiz .


" Telepon dari Siska dek ." ucap Faiz acuh ia merasa malas membahas wanita penggoda itu di hadapan sang istri


" Siska ... Siska siapa mas. " tanya Zahara penasaran .Zahara memang tidak mengetahui bahwa sang suami memiliki sekertaris baru karena sejak ia hamil ia tak pernah lagi datang ke kantor Faiz .


" Sekertaris aku sayang ." ucap Faiz mengusap tangan Zahara .


" Oh. bukan nya sekertaris mas itu mbk iren ya mas. ?" tanya Zahra bingung.


" Iren sudah tidak bekerja lagi sayang ,setelah menikah ia memutuskan untuk berhenti bekerja. " ucap Faiz menjelaskan .


" Oh gitu... ya udah telvon nya diangkat aja siapa tau penting . " ucap Zahra .


" Hallo ada apa Siska. " ucap Faiz setelah mengangkat telvon dari Siska.


" Hallo sayang , jangan formal begitu dong . oh iya aku kan bakal ikut kamu ke Singapura nanti kita jalan jalan berdua ya sayang menikmati hari indah bersama tanpa gangguan orang lain . " ucap Siska menggoda.


" Siska kita kesana untuk urusan pekerjaan bukan untuk urusan lain dan tolong jaga kesopanan mu jika tidak mau saya pecat . " ucap Faiz pelan .


"Jangan marah dong sayang kamu galak banget sih, setelah ini pasti kamu gak galak lagi deh ma aku karena aku punya kejutan buat kamu di Singapura nanti ." ucap Siska . Faiz semakin kesal saja pada gadis itu tanpa berkata apapun Faiz langsung mematikan telvon itu .


Setelah itu ia menyusul sang istri yang tengah memesan makanan nya, ia merasa dari pada ia memikirkan kelakuan Siska lebih baik ia menghabiskan waktu bersama istri nya tercinta.


...


.


.


.


...


segini dulu ya....


like nya banyakin dong biar author tambah semangat nulis nya . ...😊😊😊