
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini anak anak Faiz dan Zahara sudah bisa merangkak dan mengoceh . Dan Zahara pun senang akan hal itu meski dirinya dan Faiz tak paham apa yang di ocehkan ke tiga anak nya.
" anak anak mama yang ganteng dan cantik kalian di sini dulu ya soal nya mama mau masak dulu..." ucap Zahara menidurkan ketiga anak nya dan memberikan nya mainan , setelah itu Zahara bergegas ke dapur dan mulai memasak .
Sedangkan di lain sisi Faiz baru saja pulang dari kantor nya , di buka nya pintu kayu yang lumayan besar itu dengan perlahan.Senyuman dari balita kecil yang saat ini berada di bawah Faiz menyambut kedatangan papanya.
" Anak papa . kenapa bisa sampai sini nak..." ucap Faiz heran . Langsung saja lelaki itu menggendong sang anak dalam dekapan nya .
kemudian mereka berdua memasuki rumah yang lumayan besar itu dan apa yang Faiz temukan , kedua anak nya yang lain tengah bertengkar berebut mainan .
Zaino tidak mau mengalah kepada Zaila , lelaki mungil itu terus saja kekeh dengan mainan di tangan Zaila namun Zaila juga tak kunjung melepaskan nya hingga terjadilah pertempuran antara dua bayi tersebut .
Merasa sang adik tak mau kalah Zaino pun memukul tangan adik nya dan semua itu tak terabaikan dari penglihatan Faiz.
" Zaino jangan gitu dong sama adik nya ." ucap Faiz mengusap usap kepala Zaila yang tengah menangis itu .
Merasa dimarahi zaino pun ikut menangis bahkan lebih kencang dari pada Zaila helahan nafas terdengar dari mulut Faiz .
Merasa mendengar suara tangisan Zahara pun segera bergegas menuju ruang tv tempat iya meletakan anak anak nya .
" Loh ... mas udah pulang ya." ucap Zahara mencium tangan Faiz dan Faiz mencium kening Zahara.
" Udah dan mas sangat terkejut melihat Zaidan sudah berada di pintu , kamu tau gak Zaila sama Zaino tadi berantem berebut mainan.Seharusnya kamu gak ninggalin mereka begitu saja Ra ...kalau terjadi apa apa sama mereka gimana ." ucap Faiz menasehati .
Zahara menunduk ia merasa bersalah ,ia tak akan menyangka bahwa anak anak nya akan seperti itu. Ia fikir dengan memberikan mereka mainan maka mereka akan anteng tapi apa justru sang anak saling berebut dan itu membuat Zahara sedih.
"Maafin Zahara mas Zahara tau Zahara salah lain kali Zahara gak akan berbuat seperti ini lagi . Lagian Zahara bingung harus titipkan mereka ke siapa . " ucap Zahara menjelaskan.
" Memang nya bunda sama ayah kemana dek.?"tanya Faiz sambil memangku Zaidan .
" Mereka pergi ke rumah sakit mbk Bela mau lahiran ." ucap Zahra duduk di samping Faiz.
" Emang kamu ngapain sih dek... ninggalin mereka. " ucap Faiz penasaran.
" Aku mau masak tadi tapi belum aku tinggal lama mereka udah nangis." ucap Zahara menjelaskan .
" Oh ... ya udah gih masak lagi biar anak anak aku yang tunggu in." ucap Faiz tersenyum .
"Emang nya mas gak capek apa , kan baru pulang kerja . " ucap Zahara memeluk sang suami dan menyenderkan kepalanya di bahu Faiz.
" Capek gak capek itu udah jadi kewajiban ku Ra..." ucap Faiz . Zahara menatap suaminya itu lembut dan di cium nya pipi sang suami .
" Zahara sayang mas . " ucap Zahara menatap Faiz dalam .
" Mas juga sayang Zahara." ucap Faiz membalas pelukan zahara , keduanya saling berpelukan tanpa memperdulikan sang anak yang tengah merengek .
....
....
...
Suasana kamar rawat bela menjadi ramai sejak lahir nya putra mungil nya dan Yaksa , ya setelah berjuang mempertaruhkan nyawanya akhirnya anak dalam kandungan nya lahir.
" Wah anak kamu ganteng ya bel . " ucap Zahara yang baru saja datang menjenguk karena ia harus gantian dengan sang bunda untuk menjaga trio kembar itu .
Zahara memang tak berniat mengajak anak nya di karenakan sang anak yang masih kecil dan lingkungan rumah sakit tak baik untuk ke tiga anaknya.
" Ganteng lah kan aku bapak nya. " ucap Yaksa bangga. Zahara hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sang kakak yang menurut nya enggak banget itu.
" Ya kan anak aku Ra jadi ya pasti nurut aku lah masak nurut faiz sih yang ada ada aja kamu ini ." kesal Yaksa pada sang adik .
" huh...terserah kakak lah kakak kan gak bisa di kalahin kalau dah debat." ucap Zahara mengalah.
" Kira kira kamu mau kasih nama dia siapa bel . ?" tanya Zahara masih memperhatikan bayi mungil di gendongan nya.
" Adnan aku bakal kasih nama dia Adnan . " ucap Yaksa yang di angguki Bela .
" Yah nama yang bagus semoga saja anak ini nantinya bisa menjadi anak yang berbakti pada ayah dan ibunya. " ucap Faiz mengusap rambut anak itu yang langsung menggeliat dalam tidur nya.
" Mas ih jangan di ganggu In dong kan lagi tidur dedek nya. " ucap Zahra kesal memarahi sang suami .
" Melihat anak ini mas jadi kepikiran sesuatu dek ." ucap Faiz mulai mengode Zahara .
" Kepikiran apa mas.?" tanya Zahara.
" Gimana kalau kita buat adik untuk si kembar . " Zahara langsung menatap Faiz tajam mendengar kata kata pria itu .
" Yang bener saja kamu mas ,ngurusin si kembar saja aku sudah pusing apa lagi nambah lagi bisa meledak kepala aku. lagian anak-anak juga masih kecil. " ucap Zahara ngegas .
"Udah turuti aja apa mau suami kamu Ra." ucap Yaksa tersenyum jahil .
" Enggak kok dek mas cuma bercanda , gak usah dipikirin soal yang tadi ya. "ucap Faiz lagi tersenyum jahil .
" Oh iya bel gimana ada kesusahan gak buat nyusuin Adnan.?" tanya Zahara tanpa memperdulikan Faiz dan kakak nya Yaksa.
" Ada Ra asi aku belum lancar jadi kalau asi nya gak keluar Adnan bakal nangis gak berhenti henti ." ucap bela menjelaskan.
" Dulu q juga begitu bel, tapi lama lama juga keluar nya banyak kok asal terus di susu ini aja. " ucap Zahara menjelaskan .
" assalammualaikum. " ucap seseorang datang dengan mengandeng anak kecil dan di samping nya ada wanita cantik yang menemani nya.
" Selamet ya sa... akhirnya kamu nyusul aku juga . " ucap orang itu tersenyum tulus.
" Makasih han... udah nyempetin Dateng . " ucap Yaksa sambil sesekali melirik ku .
" Em... kak .mbk. mas Farhan dan istri , Zahara pamit dulu ya kasian si kembar belum nyusu soal nya , takut nya rewel lagi di rumah bunda. " pamit Zahara pada semuanya .
" Oh iyha dek ... ati ati ya dek . makasih Lo dah repot repot jenguk padahal sibuk ngurusin si kembar. " ucap Bela tak enak hati Zahara hanya tersenyum dan mengangguk .
Di gandeng nya lengan suami nya mesra dan pergi meninggalkan rumah sakit itu sementara Farhan hanya menatap Zahara dari kejauhan , melihat wanita yang masih ia cintai bahagia . ia pun merasa bahagia juga , sepertinya memang Farhan harus melupakan zahara secepatnya.
....
...
...
***nulis sambil merem..
jadi maaf ya kalau banyak typo .
baca terus ukey karena sebentar lagi cerita ini akan tamat .
jangan lupa like dan komen.
terimakasih 😊😊😊***