
Tak terasa waktu cepat berlalu dan kini usia kandungan Zahara sudah memasuki bulan ke sembilan . Di kehamilan yang sudah mendekati proses persalinan itu Zahara mudah sekali lelah tidur tidak nyenyak bahkan sering menangis karena rasa nyeri di pinggang yang sering dia rasakan .
saat ini gadis cantik itu tengah berada dikamar nya bersama Faiz ...
" Mas.... " panggil Zahara pada sang suami .
" Iya sayang kamu mau sesuatu biar mas ambilin.?" tanya Faiz pada istrinya.
" Punggung Zahara pegel mas ..." Ucap gadis itu berkaca kaca . Faiz jadi tidak tega melihat ke adaan sang istri .
"Sini biar mas usap usap punggung nya." ucap Faiz . Zahara mulai mendekat dan memeluk sang suami sementara Faiz tangan lelaki itu kini sudah berada di punggung Zahara.
tiba tiba saja Zahara mencengkram baju Faiz erat saat merasakan sakit di perut nya.
" Kenapa sayang ?" tanya Faiz kawatir .
" Sakit mas hiks.... hiks...." ucap Zahara . membuat Faiz menatap perut Zahara namun belum sedetik mata itu meneliti bagian mana yang sakit .
Matanya lebih dulu teralihkan dari perut ke kaki Zahara. Tampak cairan berwarna putih seperti air keluar dan celana Zahara sudah basah kuyup .
" astaghfirullah Ra.... kamu mau lahiran sayang ." ucap Faiz segera membopong sang istri ,ia akan membawa Zahara ke rumah sakit yang tak jauh dari situ .
" Tahan ya sayang kamu pasti kuat" ucap Faiz sambil membopong Zahara menuju mobil.
" Loh iz Zahara kenapa ...?" tanya Talita cemas melihat sang anak kesakitan di gendongan suami nya.
" Mau lahiran ma.... ketuban nya udah pecah... faiz... berangkat dulu ya ...nanti kalau mama nyusul sekalian bawa perlengkapan Zahara ya ma."ucap Faiz berusaha tenang walaupun sebenarnya i sangat cemas.
" Iya ia kamu hati hati ya .." ucap Talita pada sang menantu ,sementara Faiz hanya mengangguk dan berlalu pergi .
Dengan tergesa Faiz memasukan Zahara ke dalam mobil dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang . karena kebetulan rumah sakit itu tak jauh dari rumah bunda dan ayah Zahara .
" Kamu harus kuat ya sayang ....." ucap Faiz mengusap rambut Zahara...
" Ini sakit mas sakit banget malah...." ucap Zahara memegang bagian bawah perut nya .
" Iya sayang mas tau .... kamu harus bertahan ya sayang demi aku dan anak kita." ucap Faiz cemas .
Setelah sampai di rumah sakit perawat perawat itu mendorong ranjang rumah sakit menuju ruang ICU .
"Bapak tunggu di luar dulu ya selama proses lahiran . " ucap suster itu kepada Faiz . Faiz mendekati sang istri dan berbisik di telinga nya .
" sayang .... yang kuat ya... ini demi anak kita kamu pasti bisa kok mas selalu doa in kamu sayang ." ucap lelaki itu menatap sang istri yang sudah berlinang air matanya karena kesakitan .
" Maafin Zahara ya mas ..Zahara sering nyusahin mas ... Salam min juga maaf Zahara ke ayah bunda sama kak Yaksa .... Zahara janji akan kuat dan melahirkan anak anak ini dengan selamat ." ucap Zahara di tengah tangis nya .Faiz pun mengangguk sebelum ranjang itu beranjak Faiz terlebih dulu mencium kening Zahara.
"Mas mencintai mu sayang . "ucap Faiz ...membuat Zahara tersenyum .kemudian ranjang itu semakin menjauh dan hilang di balik pintu persalinan.
....
...
.....
Talita Tama dan Yaksa bergegas menuju rumah sakit bela tidak ikut dikarenakan gadis itu tengah lemah lemah nya karena mual yang terus ia rasakan dari pagi hingga menjelang siang . ia ditemani oleh ayah dan ibu nya .
" Bagaimana keadaan Zahara iz ....?" tanya Talita pada Faiz .
"Mana dari kalian yang bernama bapak Faiz ?" tanya seorang suster yang baru saja keluar dari ruang persalinan tersebut .
" Saya sus..." ucap Faiz lantang .
" Mari ikut kami pak ... istri anda membutuhkan anda . " ucap suster itu seketika Faiz mengikuti langkah suster itu masuk ke dalam ruangan .
" Ayo buk terus buk... tari nafas hembuskan tarik nafas lagi hembuskan lagi ." ucap seorang dokter yang berada di bawah kaki Zahara.
" Sayang aku disini ayo sayang kamu pasti bisa .pegang tangan mas Ra.... bagi rasa sakit kamu kepada mas ." ucap Faiz yang langsung di sambut baik oleh Zahara .
Tangan Faiz langsung di remas Zahara dengan sekencang kencangnya ...
" akhhh....." teriak Zahara ... Faiz menitihkan air matanya bukan karena rasa sakit di tangan nya yang membuat ia menangis ,tapi ia menangis karena perjuangan sang istri demi melahirkan anak nya.
oek oek........ terdengar suara tangisan menggema di seluruh ruangan itu . Zahara mengambil nafas sejenak berusaha tersenyum menatap sang suami karena anak pertama mereka telah lahir .
" Ini Bu anak nya laki laki ...ganteng seperti bapak nya." ucap seorang suster menaruh sang anak di dadanya.
Zahara terharu melihat sang anak yang belum membuka matanya sempurna itu tengah menangis di dada nya .
" Dia tampan seperti mu mas " ucap Zahra menatap anak nya itu dengan tersenyum , Faiz hanya tersenyum ,ia bahagia sangat bahagia.
akh.... rasa sakit itu datang lagi membuat Zahara menjerit kesakitan .. Faiz segera mengambil sang anak yang sedang menangis dan di berikan nya pada sang suster...
Tak lama kemudian anak kedua mereka lahir dengan selamat juga. dan kini giliran anak ketiga mereka .
Yang tak berapa lama pun lahir menyusul ke dua kakak nya .anak ketiga mereka berjenis kelamin perempuan sangat cantik dengan lesung pipi di pipi nya .
" Makasih makasih sayang kamu udah lahirin anak kita dengan selamat ...." ucap Faiz kepada sang istri .
" Sama sama mas dimana anak kita .?" tanya Zahara yang masih terlihat lemah dan lemas
" Masih dibersihkan sama suster sayang , makasih sekali lagi ya sayang kamu udah berikan anak anak yang cantik dan lucu kepada ku .... aku mencintaimu selalu Ra ..." ucap Faiz tersenyum lalu mencium kening sang istri cukup lama.
" Aku juga mencintai mu mas sangat mencintai mu . " ucap Zahara .
" Maaf bapak ibu mengganggu ini anak bapak dan ibu sudah ganteng dan cantik ." ucap suster itu menyerahkan salah satu bayi ke gendongan Faiz .
" aku akan mengadzani nya. "ucap Faiz . kemudian lelaki itu mulai mengadzani anak nya satu persatu . Rasa haru di rasakan oleh Zahara tak terasa air mata sudah mengalir di pipinya saat melihat apa yang dilakukan suaminya itu.
" Bapak bawa bayinya keluar sebentar ya pak kami akan memandikan sang ibu terlebih dahulu . " ucap suster itu kemudian Faiz menatap Zahara mencium pipinya pelan dan keluar dari ruang persalinan itu di ikuti oleh dua suster yang sedang membawa dua anak nya yang lain. Sementara Zahara mulai di bersihkan oleh beberapa suster dan dokter di ruangan itu .
....
...
...
...
**maaf Fin author kalau ceritanya ngebosenin karena author masih ngantuk jangan lupa ya like dan komen begitu pula dengan ceritaku yang satunya .
aku harap kalian tetep mau tunggu kelanjutan cerita ini . terimakasih juga buat yang masih setia baca ...
salam love love dari author untuk kalian terimakasih 😊😊😊**