
Sudah seminggu lebih faiz pergi dan belum kembali . membuat Zahara uring uringan setiap hari semua orang kena imbas nya termasuk Yaksa .
Seperti saat ini Yaksa tengah di marahi oleh bumil yang satu itu.Dengan suara keras dan tangan di pinggang nya Zahara nampak kesal pada sang kakak .
" Kan Zahara udah bilang kalo Zahara mau jus jambu kenapa malah di beli in jus melon sih .?" kesal gadis itu kepada Yaksa.
" Kan kamu mintanya jus di depan kantor Faiz. Semua habis tinggal jus melon yang masih sisa dek." ucap Yaksa menjelaskan . Zahara memanyunkan bibirnya , rasa kesal pada Faiz membuat ia mudah marah . Ia juga rindu pada suaminya itu tapi apakah suaminya juga merindukan nya.
Mungkin tidak , karena sampai saat ini Faiz belum pulang juga . Lelaki itu mengingkari janji nya dan Zahara tidak suka dengan hal itu.
" Kenapa gak bilang , kan Zahara mau nya jus jambu ya udah cari penjual lain kalau abis. " ucap Zahara tak bisa terbantahkan . Merasa marah namun di tahan Yaksa ,bagaimanapun sang adik sedang mengandung dan orang mengandung itu selalu benar tak pernah salah .
" Oke oke mas belikan yang baru ya , biar ini mas yang minum ." ucap Yaksa mengalah , dari pada iya ribut dengan bumil ini mending Yaksa berangkat mencarikan jus yang baru .
"Cepetan ya gak pakai lama." ucap Zahara memerintah ,Yaksa menghela nafas .
"Iya... siap bos besar." ucap Yaksa.
Kemudian pria berambut hitam itu pun meninggalkan rumah nya dengan rasa dongkol . Sepanjang jalan Yaksa memperhatikan tidak ada satu pun penjual jus buah .
" Aduh kemana sih , kok gak ada yang lewat . Masak pada libur semua sih yang jualan ." ucap yaksa kesal .
Setelah menunggu cukup lama akhir nya penjual jus buah lewat juga .
" bang jus jambu ya satu ya . " ucap Yaksa pada penjual jus tersebut.
" Mau di bungkus apa minum disini mas .?" tanya penjual jus itu .
" bungkus aja mas ."
Setelah mendengar jawaban dari pembelinya pedagang jus itu pun langsung membuat kan jus pesanan Yaksa .
" Ini mas..." yaksa meraih jus itu.
" Berapa bang .?" tanya Yaksa .
" 20 ribu aja mas . " ucap penjual jus itu kemudian Yaksa menyerahkan uang 50 ribu itu pada penjual jus .
" Kembalian nya ambil aja pak . " ucap yaksa berlalu pergi ....
Sementara itu Zahara tengah berkumpul bersama ayah bunda nya dan Bela , semua sedang menonton tv sambil mengobrol .
" Ini jus nya." ucap Yaksa menyerahkan jus jambu kepada Zahra , Zahara segera mengambil jus kesukaan nya itu.
Tetapi baru minum sedikit Zahara langsung menatap Yaksa tajam .
" Kakak kenapa jus nya kemanisan . rasanya jadi gak enak ,Zahara gak mau tau beli in lagi yang lebih enak dari pada ini." ucap Zahara.
" Kakak capek Ra." ucap Yaksa pelan . Pria itu bersandar di sofa sambil memejamkan matanya .
"Ih... tapi..."
brak......
Yaksa menggebrak meja di depan nya dengan keras .
Mata mungil itu mulai berkaca kaca ia tak menyangka sang kakak akan memarahi nya sampai seperti itu .
" Kak Yaksa emang bener selama ini Zahara selalu nyusahin kakak dan mas Faiz dan kakak bener Zahara harus urus diri Zahara sendiri karena gak ada yang perduli lagi sama perasaan Zahra . kakak bener Zahara hanya anak manja ,Zahara minta maaf kalau udah nyusahin kakak dan mas Faiz selama ini sampai sampai mas Faiz pun pergi ninggalin Zahara mungkin gara gara sifat dan perilaku Zahra ." ucap Zahara mulai terisak dalam tangis nya kemudian gadis itu berlalu kedalam kamar dan mengunci pintu kamar nya.
" Yaksa gak seharusnya kamu bicara seperti itu sama adik kamu . Zahara gak pernah ngerepotin kami karena kami orang tuanya dan kami akan berikan apapun untuk anak kami ." ucap Talita memandang Yaksa sinis kemudian berlalu menuju kamar Zahara sementara Tama hanya diam dan pergi tanpa kata.
Hanya tinggal Bela yang masih mematung merasa tak percaya apa yang dilakukan suami nya terhadap sang adik.
" bel..."lirih yaksa
" Mas tau kan aku sedang mengandung , mas juga tau Zahara sedang mengandung seharusnya mas gak bicara seperti itu sama Zahara . Gimana perasaan mas kalau istri mas di bentak bentak kayak gitu ,bela gak nyangka mas tega sama Zahara. Malam ini mas tidur di luar saja bela gak mau tidur bareng orang kayak mas ." ucap Bela pergi .
Yaksa mengusap rambut nya frustasi ,ia sadar ia salah . Ia tak berniat berkata seperti itu Yaksa hanya emosi dan tak sadar telah menyakiti hati adiknya dengan perkataan nya .
Sementara itu di dalam kamar Zahara menangis meraung sambil memegangi kemeja suami nya .Disaat seperti ini ia sungguh sangat merindukan Faiz .
Hanya Faiz yang mengerti perasaan nya lelaki itu tak pernah membentak nya se rewel apa pun dirinya . Kata kata Yaksa terus terngiang di kepalanya .
Dalam hati ia bertanya tanya apakah benar ia merepotkan suaminya itu . Dan sekarang Faiz pergi meninggalkan nya karena tak tahan dengan sifat nya .
Jika itu memang benar maka Zahara tak akan bisa membayangkan bagaimana kehidupan nya nanti . Zahara mencium kemeja suami nya sekali lagi .
" Cepat pulang mas Zahara kangen ..." ucap Zahara sambil menangis .
Talita dan Tama saling memandang ,kemudian Tama mengetuk pintu di depan nya dengan pelan .
tok tok tok .
"Sayang buka pintu nya ini ayah nak , ayah mau bicara sama Zahara . " ucap Tama tak mendapat jawaban dari Zahara sama sekali.
" Sayang ayo buka pintunya . Ayah sama bunda mau bicara sama Zahara . " teriak Talita .
Ia sungguh kawatir pada anak nya itu ,ia takut terjadi apa apa dengan Zahara . Karena gadis itu tengah mengandung.
"Zahara ingin sendiri kalian pergi saja . " ucap Zahara sedikit mengeraskan suaranya.
" Gimana ini mas ... Zahara gak mau buka pintunya bunda takut terjadi apa apa sama Zahara yah . " ucap Talita memandang Tama .
Tama merengkuh Talita kedalam pelukan nya ia mengerti saat ini Talita tengah bersedih .
" Ya mau gimana lagi Bun anak nya gak mau buka . Yang penting udah ada jawaban dari Zahara ,ayah yakin dia gapapa di dalam sana. Anak kita yang satu itu adalah anak yang kuat jadi kamu gak perlu kawatir ." ucap Tama kemudian ia membawa sang istri pergi dari kamar sang anak .....
..........................
...
...
..
**segini dulu ya .... like dan komen jangan lupa kalau perlu promosikan karya ini ke temen kalian biar banyak yang baca . biar author tambah semangat .
terimakasih juga yang masih setia baca nya .
tunggu episode selanjutnya ya 😊😊😊**