Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 15



 


Setelah berdebat dengan sang bunda akhirnya Zahara sudah sampai di tempat pemakaman Nando .


 


Tadi sebelum berangkat ke pemakaman Zahara tidak diijinkan ikut oleh sang bunda namun gadis itu memohon mohon sambil menangis .karena tak tega akhirnya sang bunda pun mengijinkan kan juga .


Suasana pemakaman tampak haru . Nadira tak henti henti nya menangis menyaksikan sang anak masuk ke liang lahat .


" Dir aku dan sekeluarga turut berduka cita atas meninggalnya anak mu ." ucap Talita berusaha bersikap biasa saja meski ia menahan amarah karena Nadira sudah mengusir anak nya dari rumah sakit saat membawa Nando ke sana. kalau saja Zahara tak bercerita mungkin ia tak akan tau perlakuan sahabat nya itu pada sang anak .Namun karena ia mengerti Nadira sedang berduka jadi ia lebih memilih memeluk Nadira sementara Nadira hanya diam .


Nadira berjalan mendekati Zahara yang sedang menangis sesaat setelah Talita melepaskan pelukan nya di tatap nya Zahara dengan rasa marah .


Plak .... sebuah tamparan mendarat di pipi Zahara . Zahara memegang pipinya terkejut ia menatap Nadira penuh tanya.


" kamu pantes dapetin tamparan itu , gara gara kamu anak ku meninggal ,kamu memang wanita pembawa sial pantas saja dirimu tak laku laku . " ucap Nadira membuat Zahara meneteskan air mata tanpa bersuara .


" Gak usah pura pura sedih atas meninggalnya anak saya karena tanpa sadar kamu sendiri yang membunuh anak saya. sampai saya mati saya gak akan maafin kamu . " ucap Nadira menunjuk nunjuk muka Zahara .


semua orang mulai berbisik bisik tak enak tentang Zahara . melihat anak nya semakin terpojok Talita pun maju .


" Kamu gak berhak berbicara seperti itu dengan anak saya dan kamu gak berhak menilai anak saya karena anak saya adalah anak Sholehah tidak pernah membantah orang tua nya apa lagi menyakiti hati orang lain. , semua ini takdir . Zahara tidak pernah meminta untuk di selamat kan anak kamu , anak kamu sendiri yang ingin menyelamatkan nya jadi berhenti menyalah kan anak saya . " bentak Talita yang langsung memeluk Zahara erat .berusaha memberikan kenyamanan untuk sang anak yang sedang menangis.


" Kamu membela dia ..?" tanya Nadira tak percaya .


" Memang kenapa dia tidak bersalah jadi aku mohon dir jangan salahkan anak kami , sudah takdirnya anak mu pergi dir dan kamu harus terima itu . " nasehat Talita.


" Kalian bisa ngomong seperti itu karena anak kalian tidak meninggal . coba kalian yang di posisiku apa kalian masih bisa berbicara seperti itu ." ucap Nadira dengan nada tinggi .


"Mungkin kami tidak bisa tapi kami tidak akan menyalahkan orang lain atas kejadian itu dan terimakasih anak mu sudah menyelamatkan anak ku . kami ada urusan jadi kami tidak bisa lama lama disini." sinis Talita ia sangat kecewa pada sahabatnya Nadira,tega sekali sahabatnya berkata seperti itu tentang anak nya .


Sementara Nadira hanya hanya diam menatap punggung taman nya yang semakin menjauh ia pun kembali bersimpuh di depan nisan anak nya .


....


...


...


Zahara sedari tadi hanya diam membisu,kata kata Nadira terus terngiang di telinga nya .


" Zahara kata kata Tante Nadira jangan kamu masukin hati ya nak ." ucap Talita .


" Zahara dah coba tapi masih saja merasa sakit hati dan mungkin omongan Tante Nadira memang benar Zahara memang wanita pembawa sial , buktinya setiap kali Zahara menjalin hubungan mesti hubungan itu pupus ditengah jalan ." pesimis Zahara


" Nak Allah tidak buta , pasti rencana Allah lebih indah dari pada apa yang kamu bayangkan ." ucap sang bunda .


" Iya Zahara paham Bun tapi sampai kapan tetangga tetangga udah ngomongin Zahara dan kehilangan ini sangat membuat Zahara sedih ngerasa bersalah dan putus asa. " ucap Zahara sedih .


" Bunda tau yang anak bunda rasain tapi bunda juga yakin sebentar lagi jodoh Zahara pasti akan datang bunda selalu doa in adik sama kakak ." mendengar penuturan sang bunda membuat hatinya tenang . gadis itu segera memeluk ibu nya erat.


" Bun Zahara haus mau ambil minum dulu ya" ucap Zahara yang di angguk i oleh sang bunda .


Karena penasaran akhirnya iya mengikuti Yaksa dan ternyata sang kakak berhenti di depan pintu dan sedang berbincang bincang dengan seseorang .


" Kamu kenapa kesini ." ucap Yaksa kesal .


" Memangnya kenapa aku pengen ketemu Zahara . " ucap bela marah . Zahara terkejut melihat wajah perempuan itu yang ternyata adalah sahabat nya .


" kamu mau ngomong apa sama dia.?" tanya Yaksa lembut ia tau bela sedang marah dengan diri nya karena sekali lagi yaksa mengingkari janji nya .


Kemarin sebelum kematian Nando Yaksa datang ke rumah bela dan mengatakan sebentar lagi ia akan melamar bela dan tadi pagi Yaksa memberitahu bahwa ia harus mengingkari janji nya lagi karena Nando telah tiada .


" Aku mau ngomong sama adik kamu , bahwa adik kamu tuh bawa sial dia yang susah kita yang ikut repot ." kesal Bela. Sebenarnya gadis itu tak bermaksud berbicara seperti itu tapi rasa kesal dan emosi membuat ia berkata seperti itu dan itu berhasil memancing emosi Yaksa.


plak....


Sebuah tamparan mendarat di pipi halus Bela . Ia menatap Yaksa dengan mata berlinang sementara Yaksa menatap tangan nya tak percaya dengan apa yang telah ia lakukan .


" Aku udah seneng saat kamu berjanji kembali untuk melamar ku . Aku kira kali ini kamu bakal menepati janji kamu tapi semuanya bohong . Aku kira kamu sangat menyayangi ku tapi itu hanya omong kosong nyatanya kamu lebih memperhatikan perasaan Zahara dari pada aku ." ucap Bela menangis .


" Sayang maafin aku gak bermaksud buat mengingkari janji aku dan maafkan aku juga aku gak sengaja nampar kamu . " ucap Yaksa .


" Diam ... selama ini aku menahan segala sakit hati yang aku terima hanya demi cinta ku ke kamu tapi kini aku sudah menyerah . mulai detik ini saat ini kita tidak ada hubungan apapun . " ucap Bela berlari pergi dengan rasa kekecewaan yang mendalam sementara itu Yaksa hanya diam dan menunduk sedih ia tak menyangka akan begini akhirnya.


" Kakak kenapa lakuin itu " lirih Zahara yang menatap kepergian teman nya .


" Lakuin apa yang kamu maksud .?" tanya yaksa yang terkejut akan kehadiran Zahara di belakang punggung nya .ia juga kawatir kalau kalau adik nya ini mendengar perkataan Bela.


" Kenapa kakak mempermainkan perasaan Bela seperti itu dan kenapa kakak nampar Bela." ucap Zahara sedih .


"Kakak gak punya pilihan dek dia berbicara buruk tentang kamu makanya kakak tanpa sadar nampar dia. kakak gak mempermainkan perasaan dia kok dek kakak cuma mau melamar dia setelah kamu dilamar itu aja gak lebih ."ucap Yaksa .


" Ya tapi entah sampai kapan Zahara bakal dilamar , jadi Zahara minta nanti malem kakak ajak ayah sama bunda buat ngelamar Bela . Zahara cuma gak mau temen Zahara jadi korban atas nasib yang menimpa Zahara . " ucap Zahara mulai menitihkan air mata .


" Kakak sudah terlanjur berjanji pada diri kakak untuk menunggu sampai kamu di lamar dek ."


"Tapi kakak juga sudah berjanji pada Bela kan kak , jadi tepati dulu janji kakak yang itu . " ucap Zahara menangis .


Yaksa pun menarik Zahara kedalam pelukan nya . Adik nya memang sangat baik padahal ia baru saja di caci maki Bela tapi ia masih mau membela teman nya itu .


" Jangan menangis ... baik lah nanti malam kakak akan melamar bela seperti keinginan mu ." ucap Yaksa yang membuat Zahara bahagia . gadis itu langsung memeluk sang kakak dengan erat , dalam hati ia berharap semoga sang kakak dan Bela bisa selalu bersama selamanya.


.....


....


....


**siap siap ya pembaca .. jodoh Zahara akan muncul di bab selanjutnya ...


jadi baca terus ya jangan lupa like dan komen .


terimakasih 😊😊😊**