Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 38



Suasana makan malam kali ini sedikit berbeda karena tidak hadirnya Zahara di meja makan , gadis itu sedari tadi tidak mau keluar kamar dan itu membuat keluarganya cemas .


" Mas Zahara gk mau keluar lagi dari kamar padahal kan dia belum makan mas . " ucap Talita cemas Yaksa yang sedari tadi diam pun ikut cemas , ia tak menyangka jika Zahara akan semarah itu terhadap nya .


" Biar Yaksa aja yang bujuk Zahara bun ." ucap Yaksa berlalu menghampiri kamar sang adik .


" Dek ini kakak buka pintu nya ,kakak mau minta maaf sama kamu . " ucap Yaksa tak mendapat sahutan dari Zahara .


" Dek kakak tau kakak salah ,buka in pintunya dong kamu harus makan kasian anak kamu kelaparan gak kamu kasih makan . " ucap Yaksa lagi .


" Apa urusan kakak, Zahara bisa kok urus diri Zahara sendiri jadi kakak gak perlu bujuk Zahara . " sinis Zahara di balik pintu . Yaksa pun terdiam ia memilih kembali ke meja makan .


" Gimana sa....?" tanya Talita . Yaksa menggeleng dia tak bisa membujuk adik nya .


" assalamualaikum ..." ucap seseorang membuat keluarga itu menoleh ,seorang pria tampan dengan senyum manisnya berdiri tegak dengan koper ditangan kanan nya.


" waalaikumsalam . Faiz ... akhirnya kamu pulang nak." ucap Talita bahagia.


" Iya maafin Faiz ya Bun... masalah disana ternyata tak seperti yang Faiz bayangkan tapi semuanya dah selesai dan sekarang Faiz bakal tebus semua waktu yang terbuang kok . " ucap Faiz tersenyum .


" is...." panggil Yaksa lirih .


" Iya kak ...kenapa ?" tanya Faiz menatap Yaksa ... . Yaksa memandang kedua orang tuanya dan Bela mereka semua mengangguk setuju akan apa yang akan dikatakan Yaksa.


" Maaf ya is.... aku dah buat Zahara marah ." ucap Yaksa menunduk.


" Maksudnya..?" tanya Faiz tak mengerti kemudian mengalir lah cerita Yaksa .


Sedih dan merasa bersalah itulah yang dirasakan Faiz saat mendengar cerita Yaksa lelaki itu menghela nafas panjang .


"Biar Faiz yang buka pintu itu kebetulan Faiz punya kunci cadangan nya. " ucap Faiz semua tersenyum lega dan semoga dengan kedatangan sang suami Zahara tidak akan marah lagi .


ceklek ....


Bunyi pintu itu membuat Zahara menegang bukan kah ia sudah mengunci pintu nya lalu kenapa pintu itu bisa di buka ,siapa yang membuka nya pikiran pikiran itu membuat Zahara terdiam .


Ia enggan untuk melihat siapa yang telah membuka pintu itu dan wanita itu lebih memilih memejamkan matanya .


Tangan kekar itu langsung memeluk Zahara dari belakang dengan erat . Rasa rindu yang kian menggunung membuat Faiz tiada henti mencium pucuk kepala istri nya .


Zahara terkejut ia mengenal aroma ini ... aroma dari tubuh seseorang yang dia rindukan dan pelukan ini begitu hangat sama persis seperti pelukan sang suami.


Dengan tidak yakin Zahara menoleh kebelakang dan di dapati sang suami tengah tersenyum membalas tatapan matanya.


Tangan halus itu mengusap wajah didepan matanya , memastikan bahwa yang dilihat Zahara adalah benar suami nya atau hayalan nya saja .


" Mas Faiz ..." ucap Zahara langsung memeluk suami nya erat dan menangis dalam pelukan sang suami .


" ssttt.... jangan menangis sayang ." ucap Faiz mengusap punggung sang istri dengan lembut .


" Kenapa baru pulang .... ." ucap Zahara menatap Faiz dengan berlinang air mata,bukan nya menjawab Faiz malah terkekeh .


" kamu kangen ya sama mas ." goda Faiz tersenyum jahil.


"Mas ih.... udah ingkar janji juga sempet sempet nya terkekeh kayak gitu." ucap Zahara kesal namun wanita itu sama sekali tak melepaskan tangan nya dari pinggang Faiz.


cup...


Faiz mencium bibir Zahara lelaki itu meresap Pi ciuman itu dengan perasaan penuh cinta, begitu pula dengan Zahara.


" maafin mas sayang mas tau mas salah . " ucap Faiz menyesal .


" gapapa , yang penting mas udah disini . jangan pergi lagi ya.Jangan tinggalin Zahara. " ucap Zahara memeluk Faiz erat .


" Iya Sayang mas gak akan ninggalin Zahara kok ." ucap Faiz membalas pelukan sang istri . keduanya Saleng berpelukan hingga...


Duk....


Faiz menatap Zahara dan melepaskan pelukannya .


" Anak papa kangen ya sama papa . " ucap Faiz kepada perut Zahara laki laki itu mendekat kan telinga nya di perut Zahara dan .


Duk....


tendangan itu terasa lagi Faiz tersenyum senang itu artinya anak anak nya sehat .


" Sekarang mama makan ya ... kasian nanti anak nya kelaparan . " bujuk Faiz . Seketika wajah Zahra berubah muram.


" Mas tau kamu masih marah kan sama kak Yaksa . " ucap Faiz membuat Zahara menatap suaminya .


"Kok mas bisa tau. ?" tanya Zahara kepada sang suami.


" Tau lah orang kak Yaksa cerita sama mas . " ucap Faiz melepaskan pelukan nya .


"Ngadu deh..."ucap Zahara cemberut.


"Udah ya marah nya gak baik Lo marah kayak gitu sama kakak sendiri. Mas Yaksa cuma lagi capek aja Ra... dia gak bermaksud ngomong begitu . " ucap Faiz menasehati .


" Iya Zahara tau tapi Zahara kesal aja sama kak Yaksa." ucap Zahara kesal.


" Kamu kesel nya ke bang yaksa kan , kenapa imbas nya ke anak kita . Emang kamu gak laper . Kasian loh anak nya juga iku laper . " ucap Faiz melepas sepatu dan jam tangan nya.


" Ya udah Zahara mau makan tapi Zahara makan nya disini aja ,Zahara belum siap ketemu kak Yaksa. " ucap Zahara tak mau menatap Faiz iya takut sang suami akan marah .


"Ya udah mas ambilin ya ..." ucap Faiz pasrah yang penting Zahara sudah mau makan , meskipun ia belum mau bertemu dengan Yaksa .


" Gimana is...." tanya Talita ketika melihat sang menantu .


" Dia udah mau makan Bun tapi makan nya dikamar ." ucap Faiz menjelaskan .


" Loh kok gitu is..." ucap Yaksa heran .


" Dia lagi kesel sama kakak katanya dia belum siap ketemu kakak tapi kakak gak usah kawatir Faiz akan bujuk pelan pelan biar Zahara maafin kakak . " ucap Faiz mengambilkan makanan untuk sang istri .


" Gapapa kok is ... emang aku yang salah. " ucap Yaksa tersenyum getir sekarang ia di benci oleh sang adik , Faiz hanya diam .


"Bun ,yah, kak , bel . Faiz duluan ya mau kasih makanan ini buat si nyonya , udah nunggu soal nya . " ucap Faiz pamit .


" Kamu gak makan dulu is...?" tanya Talita tersenyum.


"Gak Bun nanti aja Faiz juga belum mandi . " ucap Faiz berlalu pergi ..


" Ini dimakan dulu dek mas mau mandi dulu . " izin Faiz kepada Zahara .


" Mas gak ada niatan gitu buat suapi istri nya . " seketika Faiz menghentikan langkah nya yang hendak menuju ke kamar mandi . lelaki itu terkekeh mendekati Zahara dan duduk depan wanita itu.


" Istriku lagi manja...." goda Faiz mulai menyuapi sang istri dengan telaten . Zahara merasa senang , Faiz memang lelaki yang terbaik yang pernah ia kenal meski capek Faiz tetap menuruti keinginan nya . Bahkan lelaki itu dengan sabar menyuapi Zahara padahal Zahara tau suami nya juga lapar .


" Mas juga laper kan .. makan sama Zahara aja ya kita sepiring berdua biar romantis . " ucap Zahara tersenyum Faiz pun juga tersenyum dan mengangguk keduanya pun menikmati makanan itu dengan saling menyuapi . sesederhana itu tapi cukup romantis menurut mereka berdua....


....


....


...


...


...


**temen temen tolong mampir ke cerita author baru author yang judul nya " second Wife dong " ceritanya gak kalah seru kok sama ini


like dan komen juga ya cerita aku yang satu nya ...


makasih.... author sayang kalian semua** .