Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 35



 


Sedih itu yang dirasakan Zahara sekarang bagaimana tidak sedih ia akan ditinggalkan suami untuk bekerja di luar negri sedangkan saat ini Zahara tengah hamil tua .


 


Mata itu tanpa terasa meneteskan air mata di saat ia membereskan baju baju yang akan dibawa Faiz ,di masukan nya baju baju Faiz ke dalam koper berukuran sedang itu .


Melihat sang istri diam sambil membereskan baju baju nya Faiz jadi tidak tega, ia tau istri nya sedih . Andaikan saja masalah itu bisa dibereskan oleh pegawainya pasti ia tak perlu repot repot datang ke Singapura seperti ini.


" Sayang ...." panggilan itu menusuk ke telinga Zahara . Namun Zahara hanya diam mematung seperti batu ditempatnya.


Faiz pun mendekat dan memeluk erat tubuh mungil istri nya dari belakang ,di cium mi nya kepala sang istri sayang.


" Mas janji Ra mas akan secepat nya beresin urusan itu, mas akan pulang sayang ,mas janji ."ucap Faiz membuat Zahara menatap Faiz kemudian Zahara memeluk sang suami dan menangis di dalam pelukannya.


" Hiks...hiks...hiks..... janji ya jangan lama lama. " ucap Zahara membuat Faiz mencium kening Zahara bertubi tubi.


" Mas janji sayang , udah dulu ya mas mau mandi nanti ketinggalan pesawat lagi . "ucap Faiz tersenyum. Zahara sudah menghentikan tangis nya sekarang .


"Iya mas Zahara siapin pakaian mas buat berangkat sekarang ya ." ucap Zahara .


"Iya sayang ."ucap Faiz .


Lelaki itu berjalan mendekati lemari kemudian mengambil handuk dari lemari tersebut, setelah itu baru lah ia masuk kedalam kamar mandi .


Sementara menunggu sang suami selesai dari mandi nya Zahara pun menyiapkan kan perlengkapan Faiz . Dari mulai baju , celana dasi dan sepatu pria itu telah Zahara siapkan .


Setelah menunggu beberapa menit akhir nya sang suami pun keluar dari kamar mandi .


" Itu mas di kasur udah Zahara siapin semuanya . Zahara siapin sarapan mas dulu ya. " ucap Zahara membuat Faiz mengangguk .


Zahara pun meninggalkan sang suami sendiri ia membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah dapur .


" Lagi ngapain Ra?" tanya Talita yang kebetulan ingin memasak untuk keluarganya.


" Mau masakin mas Faiz Bun." ucap Zahara dengan disertai sebuah senyuman .


" Loh kok pagi pagi sekali.?" tanya Talita heran.


" Iya mas Faiz kan mau berangkat ke Singapura sekarang , bunda lupa ya padahal kemarin baru di kasih tau. " ucap Zahara memonyongkan bibirnya .


" Iya maaf maklum lah Ra udah tua loh bunda kamu ini . " ucap Talita.


" Iya tau kok Bun ." balas Zahara .


" Ada yang bisa bela bantu Bun?" tanya Bela ia memang semalam menginap disini bersama Yaksa .


" Ini nak potong daging nya ya. " ucap Talita lembut .


" Loh Ra kamu di sini juga . ?" tanya bela .


" Iya bel ,mau nyiapin masakan buat mas Faiz . " ucap Zahara mulai memasukan bumbu ke dalam wajan dan setah itu memasukan nasi di dalam nya.


" Oh.... emang ada acara apa Faiz kok berangkat pagi pagi sekali?" tanya bela mulai memotong daging yang di berikan ibu mertua nya itu.


" Mau pergi ke Singapura buat kerja . " ucap Zahara sambil menggoreng nasi .


" Em... sabar ya Ra ." ucap Bela ia mengerti kesedihan Dimata Zahara.


" Iya bel aku gapapa kok." ucap Zahara mematikan kompor kini masakan buatan nya telah selesai dan di taruh nya ke dalam piring setelah itu Zahara meletakan makanan itu ke atas meja.


" Udah Mateng sayang .?" tanya Faiz yang baru saja keluar dari kamar nya .


" Udah mas ini ." ucap Zahara menunjuk nasi goreng di dalam piring ,Faiz pun duduk di samping Zahara dan mulai memakan nasi goreng itu dengan tenang .


"Bela sayang kok kamu bangun gak bilang bilang mas . " ucap seseorang yang baru turun dari tangga . Bela yang mengenali suara tersebut hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suami nya itu .


Bagaimana bela tak kesal bela sudah membangunkan Yaksa berkali kali tapi pria itu sama sekali tak bangun tadi hingga membuat Bela kesal sendiri dan lebih memilih meninggalkan sang suami .


" Kamu jahat banget mas dibilang kayak kebo ." ucap Yaksa duduk di sebelah Zahara .


" Biarin aja emang kenyataan nya kayak gitu kok ." ucap bela ketus.


" Loh is ... kamu kok udah rapi gini mau kemana ?" tanya yaksa ia baru menyadari bahwa ada sang adik ipar di depan nya .


" Ya mau kerja masak mau jalan jalan . " ketus Zahara pada Yaksa .


" Siapa yang tanya sama kamu orang aku tanya sama Faiz . main sahut aja kamu dasar bumil." ucap Yaksa membuat Zahara manyun .


" Ia kak mau berangkat ke Singapura ada masalah dengan anak cabang yang ada di sana. " ucap Faiz yang telah selesai makan .


"Mas ambil koper dulu ya Ra." izin Faiz.


" Gak usah mas biar Zahara ambilin aja ya." ucap Zahara .


" Gak usah sayang kamu kecapekan nanti ,biar mas aja ukey, kamu duduk aja yang manis. " ucap Faiz tersenyum . kemudian lelaki itu segera mengambil koper nya dan kembali lagi ke meja makan .


" Bun ayah mana. ?" tanya Faiz kepada Talita .


" Bentar ya is. bunda panggilkan dulu, kayak nya ayah kamu masih dikamar deh ." ucap Talita menjelaskan .


Kemudian Talita berjalan memasuki kamar nya di lihat nya sang suami yang tengah asik mengopi di balkon kamar nya.


" Yah... cepetan turun itu di bawah Faiz mau berangkat ."ucap Talita pada sang suami .


" Iya ... Ayuk Bun ." ajak Tama . kemudian ke duanya berjalan menuju meja makan .


" Mau berangkat sekarang is?" tanya Tama pada sang menantu.


" Iya yah ." jawab Faiz menatap sang mertua .


" Ya udah ati ati ya." pesan Tama di angguki Faiz.


Kemudian Faiz mendekat ke arah Zahara dan mencium kening istri nya lama. ia yakin di sana ia akan merindukan sang istri.


" Mas berangkat ya dek jaga diri baik-baik ya , jangan makan sembarangan jangan capek capek dan jangan nyusahin ayah sama bunda ." ucap Faiz mengusap kepala sang istri lembut .


"Iya mas Zahara akan turuti semua perkara an mas . Mas juga di sana baik baik ya , Ingat kalau dah punya istri dan sekarang udah mau punya anak , Mas juga pola makan nya di atur jangan sampai telat ya. " ucap Zahara mulai menangis .


" kak titip Zahara ya tolong jaga dia jangan sampai dia capek capek ya dan tolong perhatikan makan nya." ucap Faiz kepada Yaksa. Sementara Bela pun mendekat memeluk Zahara menenangkan gadis itu yang tengah bersedih.


" Iya kamu tenang aja is kakak bakal jagain kok. " ucap yaksa . kemudian Faiz berjongkok menatap perut sang istri di tatap nya perut itu dan di elus nya dengan sayang .


" Papa berangkat dulu sayang , jangan rewel di dalam sana ya kalian anak anak papa yang pintar jadi jangan buat mama kesusahan ya nak . " ucap Faiz setelah itu mengecup perut Zahara lama .


" Dek mas berangkat jangan nangis terus ya . " ucap Faiz mencium lagi kening sang istri .


" Iya mas ati ati ya . " ucap Zahara berusaha tersenyum. Kemudian Faiz pun meninggalkan rumah itu setelah Faiz pergi Zahara semakin menangis terisak dan ditenangkan oleh Bela dan Talita .


....


..


...


...


**buat kalian aku usaha ini up tiap hari jadi jangan lupa like dan komen ya... biar author tambah semangat.


terimakasih 😊😊😊**