Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 26



Setelah menyiapkan makanan yang baru untuk makan siang Faiz, Zahara pun segera bergegas mandi dan memakai pakaian nya . Di tangan kanan nya memegang rantang makanan sedang kan tangan kirinya sudah tersampir sebuah tas selempang .


"Kamu mau kemana Ra.?" tanya sang bunda yang kebetulan baru pulang .


"Mau nganter ini ke mas Faiz." ucap Zahara sambil menunjuk tantangnya.


"Oh... naik apa.?"tanya sang bunda lagi .


"Taksi Bun."


"Udah gak usah naik taksi, pakai mobil ayah aja Ra ." ucap Tama


"Enggak ah ya Zahara naik taksi aja ." ucap Zahara .


" gapapa pakai mobil ayah mu aja Ra biar gak nunggu taksi lagian ayah mu udah gak kemana mana kok jadi aman deh mau kamu pergi satu jam dua jam juga." jelas sang ibunya.


" Oh gitu, ya udah deh Zahara mau pakai mobil ayah dulu. Udah ya Bun , yah Zahara berangkat assalamualaikum. " pamit Zahara mencium tangan kedua orang tua nya bergantian.


" waalaikumsalam. ati ati ya Ra." ucap bunda nya Zahara hanya tersenyum menatap ibunya lalu wanita cantik itu berjalan keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil ayah nya .


Kini wanita cantik itu sudah tiba di pelataran kantor banyak karyawan yang menatap nya bingung . Tapi Zahara hanya tersenyum saja. Wanita itu kini tiba di meja resepsionis.


"Selamat siang ibu , ada yang bisa saya bantu." ucap resepsionis itu dengan tersenyum ramah.


"Siang , apa pak Faiz nya ada mbk . ?" tanya Zahara menatap perempuan itu lekat .


" Sebentar saya telfon sekertaris nya bapak Faiz dulu . " izin resepsionis itu .


"hello..."


"........"


"......"


"Maaf mbk apa sudah membuat janji dengan pak Faiz.?" ucap resepsionis itu sambil menjauh kan telfon nya.


" Sudah ." singkat Zahara iya tak menyangka bahwa iya harus sesusah ini bertemu dengan suami nya.


"Baiklah, mbk langsung saja ya ke ruangan pak Faiz lantai 7 . Silakan " ucap resepsionis itu dengan tersenyum .


" Makasih mbk assalamualaikum." ucap Zahara berlalu pergi menuju lift .


Tak berapa lama pun gadis itu berada di depan ruangan suami nya .


" Sebentar ya Bu saya sampaikan ke pak Faiz nya dulu . Nama ibu siapa ?" ucap wanita yang tak lain adalah sekertaris suami nya itu .


." Zahara. " ucap Zahara yang semakin kesal ketika melihat sekertaris suami nya menggunakan pakaian yang lumayan ketat . Jujur ia tak suka jika suaminya berdekatan dengan wanita yang berpakaian seperti itu .


Setelah itu sekertaris Faiz masuk kedalam ruangan tak berapa lama ia pun keluar .


" Maafkan saya Bu saya tidak mengetahui jika ibu ini istrinya pak Faiz ,kalau saya tau pasti sudah saya persilakan masuk tadi ." ucap wanita itu menunduk takut . Zahara menghela nafas nya.


" Ya tak papa ... lagian kamu belum tau juga , tak masalah itu bukan salah kamu . Tapi kalau saya boleh memberi saran, sebaiknya gunakanlah pakaian yang setidaknya nya agak sopan saat bekerja ." ucap Zahara menyindir .


" Baik Bu saya akan lakukan sesuai perintah ibu . "


" oke. saya masuk dulu ya assalamualaikum."


" waalaikumsalam." jawab sekertaris Faiz .


.....


....


....


" Ada apa iren kenapa tidak ketuk pintu dahulu .?" tanya Faiz tak suka .


"Maafkan saya pak, saya lupa tadi ." ucap iren menunduk takut.


" Kebiasaan kamu ini,ya sudah ada apa kamu kemari . ?" tanya Faiz lagi.


" Di depan ada wanita yang bernama Zahara ingin bertemu bapak . " ucap iren yang membuat Faiz langsung menatap sekertaris tajam .


" Kenapa gak langsung disuruh masuk iren . Dia itu istri saya. " ucap Faiz marah .


" Maaf pak saya tidak tau kalau itu istri bapak . "


"Iya .... terus kamu ngapain masih disini . Sana panggil istri saya suruh masuk." ucap Faiz kesal .


Ia yakin sang istri pasti akan menyindir nya nanti , tak berapa lama pintu pun terbuka . Seketika Faiz langsung menatap pintu itu , seorang wanita yang ia cintai pun masuk kedalam ruangan Faiz.


Wanita itu terus berjalan dan duduk di sofa ruangan Faiz , sambil meletakan rantang yang dibawa nya di atas meja .


" Huh capek banget ." ucap Zahara agak sedikit keras . Faiz pun mendekat dan duduk di sebelah Zahara ,di raih nya kaki sang istri lalu di letakan di pangkuan nya dan dipijat lembut .


" Mas ngapain .?" tanya Zahra bingung.


" Ya mas mau pijitin istri mas mau ngapain lagi emang.?" tanya Faiz .


" Ih ... gak usah ... kaki Zahra lagi gak pegel mas. tadi itu Zahara cuma kesel aja sama pegawai mas tuh ngundur ngundur waktu aja , kan Zahara udah laper pengen makan bareng mas Faiz. " ucap Zahara kesal sambil mengerucutkan bibirnya .


cup


Kecup Faiz pada bibir Zahara membuat Zahara kaget .


" Mas ih... kenapa di cium." ucap Zahara .


" abis kamu gemesin kalau lagi kesal begitu jadi mas cium deh , lagian kamu kenapa gak bilang kalau kamu itu istri aku Ra.?" tanya Faiz menatap lembut pada Zahara.


" Aku takut mereka gak percaya sayang , oh jya aku gak suka sama cara berpakaian sekertaris mu itu mas ." ucap Zahara jujur.


"ya mas sih udah beberapa kali nasehatin dia tapi masih saja dia nya bandel ya udah mas biarin aja selama itu gak ganggu pekerjaan dia ." ucap Faiz santai.


"Alah bilang aja mas seneng ." ujar Zahara sebal.


"Kamu salah sayang, aku tuh lebih Suka cara berpakaian seperti kamu ini yang tertutup rapat . Mas hanya menyukai mu tidak ada yang lain. " ucap Faiz berbisik di telinga Zahara membuat gadis itu kegelian .


" Ah mas gombal terus,udah yuk makan keburu dingin. " ucap Zahara lalu gadis itu mulai menyajikan makanan yang ia bawa untuk dirinya dan Faiz.


" Loh dek kok lauk nya beda dari yang tadi pagi. ?" tanya Faiz yang menatap piring nya heran .


"Masakan nya gak enak makanya Zahara buang dan masakin yang baru lagi ,kenapa mas gak ngomong kalau masakan nya gak enak pakai di abisin lagi ." ucap Zahara menatap mata Faiz lembut.


"Mas gak mau kamu kecewa sayang , kamu udah bangun pagi bagi hanya untuk nyiapin makanan buat mas jadi mas hargai usaha kamu . " ucap Faiz yang langsung mendapat kan pelukan dari Zahara.


" Makasih ya mas ... aku bersyukur banget punya suami kayak mas yang baik ,pengertian, sabar juga. Jangan tinggalin Zahara ya mas ." ucap Zahara masih dengan memeluk Faiz . Faiz pun membalas pelukan Zahara dan mencium pucuk dahi Zahara.


" Sama sama sayang ....mas juga sayang sama kamu kok jadi jangan berfikir macam macam ya tentang mas , mas gak akan pernah ninggalin kamu . Jauh sedikit saja sudah membuat mas rindu apalagi jauh dari mu mas kayak nya gak akan bisa hidup." ucap Faiz yang masih memeluk Zahara . keduanya melupakan nasi yang sudah tidak hangat lagi .


..


....


...


baca dan like terus ya kawan kawan


biar author makin rajin up nya . 😁😁😉