
Saat ini Zahara sedang merenung dikamar nya . memang sudah satu bulan semenjak kepergian Nando Zahara memutuskan untuk Risen dari pekerjaan nya.
Ia ingin fokus mendekat kan diri kepada Allah , siang malam ia habis kan untuk mengaji ,tapi di setiap ia mengaji selalu saja ada air mata yang keluar .
Saat ia teringat Cemoohan tetangga nya satu Minggu yang lalu saat ia sedang belanja sayur sungguh membuat hatinya terluka .
" Ayo buk silakan dipilih pilih sayuran nya masih segar segar Lo buk . " ucap tukang sayur itu .
Tak lama banyak ibu ibu yang datang setelah mendengar teriakkan tukang sayur itu .
" Loh udah ada dek Zahara to mau masak apa dek.?" tanya salah satu ibu ibu tersebut .
" Mau masak pepes buk ." jawab Zahara sopan .
" Wah... udah bisa masak pepes to,udah pinter dong dek Zahara ini masak nya . "ucap ibu ibu itu memuji Zahara.
"Masih belum buk saya masih belajar " ucap Zahara merendah .
" Alah dek Zahara pakai merendah segala , tapi sayang ya pinter masak , Solehah tapi kok jodoh nya susah ya ." sindir ibu ibu itu membuat Zahara menunduk dan masih sibuk memilih milih sayur tersebut .
" Iya ya apalagi saya denger denger nih ibuk ibuk neng Zahara ini udah tiga kali Lo menjalin hubungan tapi gagal terus bahkan yang terakhir kali cowok nya meninggal loh ibuk ibuk . Serem ya, kayak nya dek Zahara ini gadis pembawa sial deh . Udah yuk ibuk ibuk jangan lama lama belanjanya nanti ikutan sial lagi kalau Deket Deket Zahara . " ucap ibu ibu yang satunya . Zahara yang mendengar itu semua hanya bisa menunduk sambil meneteskan air matanya.
kesedihan yang ia alami sangat membuat nya terpuruk ,gadis malang itu bergegas membereskan belanjaan nya setelah menghapus air matanya terlebih dahulu dan pergi dari kerumunan itu setelah ia membayar terlebih dahulu .
" Ibu ibu gak boleh seperti itu kasian neng Zahara nya , jodoh itu kan udah ada yang ngatur ." ucap penjual sayur itu . sementara ibu ibu itu hanya memutar matanya jengah .
Sesampainya di rumah Zahara di tanya ibunya namun gadis itu tak menjawab sama sekali setelah meletakan sayuran di dapur ia bergegas ke kamar di tengah jalan ia sempat ditanya oleh sang kakak juga namun Zahara tak menjawab .
Hingga ia telah sampai di kamar dikunci nya kamar tersebut dan menangis sejadi jadinya.
Begitulah kira kira kejadian seminggu yang lalu ,saat ini Zahara mulai merapikan peralatan solat nya .
Zahara memegang kitab suci Al-Qur'an di cium nya kitap itu dengan kasih sayang lalu ia berkata " ku pasrahkan semua kepadamu ya Allah ."
Angin berhembus kencang membuat jendela kamar Zahara tidak berhenti berbunyi . Zahara pun meletakan kitab suci Al-Qur'an nya di tempat khusus yang sengaja Zahara buat untuk itu.
Saat gadis itu hendak menutup jendela tiba tiba matanya terpaku kepada sebuah mobil sedan hitam yang baru saja memasuki pekarangan rumah nya .
Jantung Zahara tiba tiba berdetak kencang . entah kenapa Zahara terus memperhatikan mobil itu hingga seseorang keluar dari mobil tersebut . Namun Zahara tak bisa melihat dengan jelas siapa laki laki yang keluar dari mobil tersebut karena pandangan nya tertutup oleh dahan pohon
Yang Zahara tau lelaki itu tinggi lebih tinggi dari kakak nya , dengan perlahan Zahara mulai menutup jendela nya.
Lalu gadis itu duduk di kasur empuk nya.
" Ya Allah kenapa jantung ini berdetak kencang ." ucap Zahara .
.......
.....
....
....
Sementara itu di bawah laki laki tampan tinggi dan putih memasuki rumah Zahara sebelum masuk lelaki itu mengetuk pintu terlebih dahulu dan mengucap kan salam .
" Assalamualaikum." ucap pria itu .
Mendengar salam dari seseorang di depan rumah nya Talita pun bergegas membuka kan pintu .
" Maaf cari siapa ya .?" tanya Talita heran .
" Pak Tama nya ada Bu .?" tanya lelaki itu sopan .
" Ada ada silakan masuk .." ucap Talita mempersilakan pria itu masuk .
" Silakan duduk mas saya panggilkan mas Tama dulu ." ucap Talita yang masih memperhatikan pria itu. . sementara pria itu pun duduk di sofa yang telah di sediakan .
" Mas mas Tama ..." teriak Talita di luar kamar milik nya dan Tama .
" Ada apa sih dek teriak teriak ." jawab Tama .
"Itu di bawah ada anak muda ganteng mau ketemu sama mas " ucap Talita.
" Maaf ya saya telat. " ucap Tama menjabat tangan lelaki tersebut .
" Oh iya tak papa pak Tama . " ucap orang itu .
" Mari mari silakan duduk . " ucap Tama lagi setelah melepaskan jabatan tangan mereka terlebih dahulu .
" Ini pak berkas yang anda minta " ucap Tama menyerah kan sebuah amplop .
" Itu bisa nanti pak sebelum itu saya ingin bertanya dengan bapak ."ucap lelaki tersebut .
" Silakan silakan "
" Apa bapak memiliki seorang putri .?" Tama mengerutkan keningnya bingung apa hubungan nya dengan Zahara .
" Ya saya memiliki nya . " ucap Tama .
" Siapa nama anak bapak .?" tanya lelaki tersebut.
" tapi apa hubungan nya dengan kerja sama ini " batin Tama.
"Zahara....." ucap Tama lelaki itu tampak tersenyum dan itu semakin membuat Tama heran.
"Kedatangan saya kesini . selain untuk membahas bisnis saya juga ingin mengutarakan niat saya untuk meminang anak bapak Zahara. "
uhukkk.... Tama tersedak minum man nya sendiri .
"Bapak bercanda kan .?" tanya Tama menatap lelaki itu tak percaya pasal nya Zahara tidak pernah dekat dengan lelaki ini mengenal pun tak pernah itu setahu Tama . Apa mungkin Zahara selama ini menyembunyikan kedekatan nya dengan lelaki itu dari Tama.
" Saya serius.." ucap lelaki itu penuh keyakinan .
"Tapi bapak tidak mengenal anak saya." ucap Tama heran .
" Saya mengenal nya lewat Allah ." ucap lelaki tersebut yang membuat Tama semakin bingung.
" Saya tidak bisa mengambil jawaban karena keputusan ada di tangan anak saya , Bun tolong panggilkan Zahara . " ucap Tama . Talita yang sejak tadi hanya diam disitu pun tergopoh-gopoh menuju kamar zahara.
"Ada apa Bun. ?" tanya Zahara ketika melihat sang bunda buru buru masuk ke kamarnya.
"Ayah manggil kamu ." ucap Talita berusaha mengatur nafas nya yang terengah engah
"Ada apa emang .?" tanya Zahara yang merasa perasaan nya gelisah .
" Ada yang mau ngelamar kamu Zah bunda aja sampai kaget tapi kelihatanya dia orang yang baik , sopan trus dia juga lagi kerja sama sama ayah kamu untuk buat rumah sakit bagi orang yang tidak mampu . dermawan sekali bukan , bunda sih gak maksa kamu untuk Nerima bunda terserah sama kamu Zah . tapi bunda juga udah pengen banget gendong cucu . " Ucap Talita sedih .
Mendengar itu Zahara pun merasa bersalah . omongan omongan tetangganya terlintas di pikirannya .
"Zahara terima lamaran itu tapi dengan satu syarat . " ucap Zahara setelah berpikir beberapa menit ia melakukan semua ini karena ibu nya dan ia juga memasrahkan semua takdir nya ini kepada Allah .
" Sarat apa Zah . "
" Zahara gak mau ketemu dia sebelum Zahara sah jadi istri nya . karena Zahara gak mau dia bernasib sama dengan Nando ." ucap Zahara yang masih merasa bahwa dirinya pembawa sial.
" Itu semua bukan salah kamu jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri . Tapi jika itu keputusan kamu maka bunda akan sampaikan keputusan mu ini pada ayah mu . " ucap Talita keluar dari kamar Zahara dan berlalu pergi menemui suaminya sementara Zahara hanya diam menatap punggung ibunya yang semakin menjauh .
"Loh Bun mana Zahara nya.?" tanya Tama pada istri nya .
"Zahara mau Nerima lamaran itu tapi dengan syarat dia gak mau ketemu sama calon nya sebelum sah menjadi suami istri ." ucap Talita .
" Zahara ini gimana , kenapa malah memberikan syarat yang seperti itu . Kalau begitu biar ayah sendiri yang ngomong sama dia " ucap Tama marah karena merasa anak nya tidak sopan .
" Tak apa apa pak saya setuju dengan syarat yang di ajukan Zahara dan soal berkas itu biar saya pelajari di rumah saja soal nya saya masih ada urusan pekerjaan . sampaikan saja salam saya kepada Zahara . " ucap pria itu tersenyum ramah seraya mengambil berkas berkas yang ada di meja setelah itu pria itu pergi dari rumah Zahara .
Sementara Tama dan Talita menatap senang kearah lelaki itu , anak nya baru saja di lamar dan yang melamar bukan lah orang biasa melainkan seorang yang sukses.
.........
.....
**maafin author baru up soal nya gigi author lagi sakit
baca terus ya ....
terimakasih**