
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhir nya Zahara , Bela dan Farhan pun telah sampai di sebuah pesta pernikahan yang begitu megah .
" Sepertinya si Rangga dapet cewek kaya deh ."gumam Bela . Zahara yang mendengar gumaman tersebut mulai menyahut .
"Sepertinya begitu terlihat dari tamu tamu di sini dan dekorasinya juga bagus pasti sangat mahal ." ucap Zahara menatap para tamu yang kebanyakan memakai jas dan juga dekorasi bernuansa biru itu yang membuat pesta itu tampak sempurna.
"Apa kamu ingin pesta semeriah ini Ra.?" tanya Farhan tersenyum Zahara menatap mata Farhan lembut .
" Kalau Zahara boleh jujur , Zahara suka pesta seperti ini yang begitu sempurna tapi Zahara hanya ingin menyelenggarakan pesta yang sederhana mas ." ucap Zahara jujur .
"Kenapa yang sederhana padahal kita lebih dari mampu untuk menyelenggarakan pesta yang semeriah ini.?" tanya Farhan sekali lagi .
" Karena untuk apa sih pesta di rayakan semegah ini bukan nya itu menghambur hambur kan uang, dan untuk apa pula aku menggelar pesta pernikahan yang sempurna kalau ada pasangan yang sempurna seperti mas." ucap Zahara malu malu .
Sementara Farhan tersenyum senang dan mulai mengelus rambut Zahara yang tertutup jilbab .
"Oh kalian sweet sekali tapi plis dong kalian jangan bermesraan di hadapan gue , gue gak punya pasangan nih ." ucap Bela sedih sekaligus senang melihat keromantisan Zahara dan Farhan .
Andai ia bisa seromantis itu dengan sang kekasih pasti ia akan sangat bahagia , tapi mau gimana lagi Allah telah memberikan nya kekasih yang selalu menyakiti hatinya dan bela mulai lelah akan hal itu.
"Emang pacar kamu kemana bel .?"tanya Farhan
"Entahlah kak bahkan aku bertanya pada diriku sendiri apakah aku memiliki kekasih atau tidak , baginya mungkin aku tidak ada artinya. Tapi bodoh nya aku yang selalu lemah setiap kali berhadapan dengan dia karena rasa cinta ku yang teramat besar untuk nya . " ucap Bela panjang lebar .
Melihat sahabatnya yang sesedih itu Zahara pun berinisiatif mengusap usap punggung Bela lembut sementara Farhan merasa tak enak hati karena telah menanyakan hal yang sensitif untuk Bela.
"Maafin kakak ya bel , kakak gak tau ."
" Gak papa kok kak ." ucap Bela tersenyum .
" Udah yuk kita samperin pengantin nya ,em loe dah siap kan Ra .?" tanya Bela.
Zahara memandang sepasang pengantin yang tengah tersenyum bahagia .
Apakah dirinya siap ,entahlah Zahara tak tau meski kini ia telah bersama Farhan namun rasa sakit itu sulit untuk dihilangkan.
Namun bagaimanapun Zahara harus siap , karena ini adalah kenyataan yang harus ia terima.
"Ayok ...." ucap Zahara tersenyum .
Dan mereka bertiga pun menuju ke arah pelaminan . Tampak Zahara tersenyum tulus tidak ada sama sekali guratan kesedihan di wajah nya ,sementara Farhan mendampingi gadis cantik itu , ada rasa bangga saat bersanding dengan Zahara .
"Selamat ya kak Rangga dan istri semoga kalian langgeng selalu dan cepat di beri momongan ." ucap Zahara tulus .
Rangga sempat tertegun melihat kedatangan Zahara,lelaki itu memandangi raut wajah Zahara yang saat ini sedang tersenyum tulus melihat itu Rangga iku tersenyum .
Ia merasa ucapan teman kantor nya tempo lalu itu salah ,ya tepat nya lusa saat Rangga mengurus izin ke kantor salah satu teman kantor nya mengucapkan selamat sekaligus memberi kabar yang membuat Rangga terkejut .
Bagaimana tak terkejut teman nya mengatakan bahwa Zahara menyukai dirinya ,tentu saja Rangga merasa sedih jika itu benar .
Selama ini ia menganggap Zahara seperti adiknya sendiri , perhatian yang dia berikan tidak lebih dari perhatian seorang kakak ke adik nya .
Namun jika Zahara menyukai nya itu akan membuat Rangga sedih karena perhatian nya itu disalah artikan oleh Zahara . Tapi melihat gadis ini tersenyum membuat ia yakin bahwa seperti nya berita itu salah .
"Terima kasih ya Ra, dan ini siapa Ra.?" tanya Rangga yang kini tengah menatap Farhan yang saat ini berdiri tepat di samping Zahara.
"Kenalin gue calon suami Zahara." ucap Farhan menjabat tangan Rangga sementara Rangga tersenyum bahagia dan semakin yakin bahwa berita itu salah .
" Oh ... bagus dong bentar lagi Zahara nyusul mas kan ?" tanya Rangga , Zahara hendak menjawab namun di potong oleh Farhan.
"Tentu saja , kita akan kirim undangan nya langsung ke tangan loe ." ucap Farhan datar .
Sekarang Zahara merasa bahwa Farhan tak menyukai rangga ,tapi Rangga tak begitu peka akan hal itu .
Karena pria yang baik tak mungkin memberikan perhatian lebih kepada perempuan yang bukan kekasih nya .
"Em kita permisi dulu kak ." ucap Zahara yang merasa Farhan mulai marah.
"Iya Ra silakan " ucap Rangga .
"Mas kenapa ..?"tanya zahara setelah zahara turun dari panggung pelaminan .
"gak papa kok... mas mau ambil minum dulu ya ..." ucap Farhan yang berusaha mengontrol emosi nya .
Sebelum Farhan pergi Zahara menarik lengan baju Farhan membuat pria itu berbalik dan menatap Zahara heran .
"kenapa dek.?" tanya Farhan lembut .
" Zahara nitip makan ya Zahara lapar mas." ucap Zahara imut yang membuat Farhan terkekeh geli .
Tapi pria itu memilih mengangguk dan berjalan mengambilkan Zahara makanan .
Sambil menunggu Farhan, Zahara mengirimkan pesan ke kakak nya Yaksa .
takut takut kalau pria itu lapar dan tak tau dimana makanan nya di letak kan.
Sudah 2 hari ini Zahara memasak sendiri tanpa ditemani sang bunda , karena sang bunda sedang menjenguk adik bunda nya yang saat ini tengah terbaring sakit di rumah sakit .
"kak kalau mau makan , makanan nya aku taruh di dalam lemari dapur ." tulis Zahara dalam pesan tersebut Namun tak kunjung di balas oleh sang kakak,sepertinya hp sang kakak mati .
"Ra nih makan dulu , mas dah ambilin nih ." ucap Farhan tersenyum . Zahara menerima makanan itu karena perut nya sudah minta di isi.
Tak butuh waktu lama Zahara menghabiskan kan makanan itu ,setelah berbincang dengan Farhan dan bela Zahara memutuskan untuk pulang Karena hari sudah semakin malam .
"kalian duluan deh , gue mau ke kamar mandi dulu . nanti gue nyusul." tutur Bela .
Zahara dan Farhan mengiyakan saja dan masuk ke dalam mobil .
1 menit 2 menit 3 menit....
Zahara dan Farhan menunggu dalam keheningan. merasa ini waktu yang tepat untuk berbicara hal yang serius dengan Zahara Farhan pun memberanikan diri mengutarakan niat nya.
" Ra ..." panggil Farhan lembut .
" Iya mas kenapa .?" tanya Zahara menatap Farhan .
" Mas rasa besok waktu yang tepat untuk ngenalin kamu sama keluarga mas , kamu setuju kan .?" tanya Farhan serius .
"Aku sih setuju saja mas tapi apa tidak terlalu kecepatan .?"
"Mas ini dah tua Ra , kamu juga udah pantes jadi istri , umur kamu dah cukup lalu apa lagi yang perlu kita tunda." ucap Farhan tanpa mengalihkan perhatian an nya dari wajah Zahara.
"Ukey kalau gitu Zahara mau mas ."ucap Zahara yakin Farhan tersenyum bahagia....
Ya mungkin mereka bahagia sekarang tanpa tau apa yang akan terjadi esok ,lusa ... dan masa depan
....
....
...
**baca terus ya akan ada kejutan nih buat kalian di bab selanjutnya ...
jangan lupa like dan komen
terima kasih**