
Hay ...udah lama nih author gak mampir.ke novel ini , author sangat senang atas antisipasi kalian terhadap novel ini , author menghargai saran dan kritik kan dari kalian semua .
Cerita assalamualaikum jodoh ini memang cerita pertama yang banyak sekali kesalahan dalam penulisan dan penjelasan nya juga kurang mendetail tapi ...cerita pertama ini adalah cerita yang aku buat dengan sepenuh hati .dan aku tak menyangka banyak yang suka dengan. cerita ku ini ...
terimakasih..tanpa semangat dari kalian mungkin aku gak bisa menamatkan cerita ini sampai selesai , terimakasih juga sudah berkenan mampir .
berkat komen dan kritikan kalian author mulai belajar bagaimana cara menulis yang benar , meski terkadang masih saja kurang baik tapi author akan terus belajar demi menciptakan karya yang lebih baik lagi ...
dan setelah sekian lama akhirnya author kembali bersemangat lagi dengan membuat cerita baru yang berjudul .
" CINTA SEORANG JANDA LUMPUH "
cerita itu adalah cerita kedua yang bikin hati srek... setelah banyak cerita yang bikin author kurang srek ...
ceritanya sudah up sampai episode 62 yang penasaran silakan mampir ya ... author sangat berharap kalian berkenan mampir tak kalah seru dengan cerita ini kok ...
Berikut ini adalah cuplikan dari bab 5 ...
ini Surat rumah , surat toko dan ada juga surat mobil semua sekarang menjadi milik kalian . " Ucap Alma menyerahkan beberapa kertas di tangan nya ke atas meja ruang tamu.
Sementara orang orang yang tengah berhadapan dengan nya itu pun segera mengambil kertas kertas itu dengan terburu buru . Nampak wajah mereka begitu senang , mereka sama sekali tak memikirkan perasaan Alma .
" Lalu kapan kamu bisa keluar dari rumah ini ?" Tanya seseorang yang sudah ia anggap ibu sendiri siapa lagi kalau bukan mertuanya itu .
" Mama gak usah khawatir , Setelah mobil yang membawa barang barang Alma datang Alam akan pergi bersama mobil itu. "Ucap Alma menjawab kekhawatiran ibu mertua nya itu.
" Syukurlah kalau kakak segera pergi , artinya Vivi tak perlu melihat muka kakak yang membuat Vivi muak ." Ucap Adik ipar nya itu seraya tersenyum senang .
Alma serasa ingin menampar wajah Adik ipar yang tak tau diri itu , tega nya adik iparnya berbicara seperti itu padahal ia sudah memberikan rumah dan beberapa toko rotinya untuk wanita itu. Benar benar menjengkelkan .
" Berani nya kamu berbicara seperti itu kepada anak saya . " Murka mama mertua nya.Alma tertawa mendengar mertua nya itu berbicara , ia tak akan mau hormat lagi kepada wanita itu .
Sudah cukup ia memberikan apa yang ia punya bukan berarti ia akan diam juga ketika harga dirinya di injak injak .
" Memang nya kenapa kalau Alma berbicara seperti itu toh anak mama juga tak berbicara dengan sopan kepada saya , lagi pula kita sudah tak memiliki hubungan Apapun semenjak mama mengambil semuanya dari saya ." Ucap Alma tak mau mengalah lagi .
" Saya tak menyangka kamu akan berbicara seperti itu kepada orang tua , saya rasa anak saya memang benar benar kurang beruntung karena memiliki istri seperti kamu . " Ucap Ibu nya.seraya memutar bola matanya malas .
" Orang tua mama bilang, orang tua tak akan berbuat se kejam itu pada menantu nya ma dan saya juga kurang beruntung karena memiliki mertua seperti mama . Sudahlah saya malas berdebat dengan kalian , saya akan pergi sekarang dan semoga kalian bahagia dengan harta yang saya berikan itu . " Ucap Alma yang mampu menutup mulut mertuanya itu .
Kemudian wanita itu mendorong kursi roda nya dan menghampiri ibu nya yang tengah menunggu nya di depan pintu rumah .
" Kamu sudah siap nak untuk meninggalkan tempat ini ?" Tanya sang ibu menatap Alma sendu .
" Siap gak siap Alma harus siap karena rumah ini bukan milik Alma lagi sekarang . " Ucap Alma sendu .
" Ya sudah ayo nak , mobil yang dari tadi kita tunggu udah datang . " Ucap ibu Ayu memberi tahu anak nya .
" Ayo Bu ." Ucap Alma seraya memejamkan mata nya sebenarnya ia sungguh tak rela meninggalkan rumah itu yang ia bangun sedikit demi sedikit dari kerja keras nya bersama sang suami .
" Selamat tinggal ..." Lirih Alma menatap rumah itu sejenak . Kemudian sang ibu mendorong kursi roda itu menuju sebuah mobil pick up yang tengah berada di depan gerbang . Mereka meninggalkan rumah itu dengan segala kesedihan ...
....
...
..