
Senyum bahagia tak pernah pudar di bibir Tama dan Talita . Mereka sungguh bahagia karena akhirnya anak perempuan satu satu nya telah di pinang oleh seorang laki laki .
Banyak coba an yang di alami suami istri tersebut . Dulu mereka sangat menginginkan kan anak perempuan namun Allah menguji mereka, mereka harus menunggu 5 tahun setelah kelahiran Yaksa .
Lalu disaat anak perempuan itu dewasa Allah menguji mereka lagi. Anak perempuan nya tidak kunjung dilamar oleh seorang lelaki.
Setiap menjalin hubungan pasti gagal. Cemoohan yang iya terima dari tetangga tetangga sekitar dan bahkan keluarga besar nya sendiri pun kerap kali menyinggung soal itu dan itu membuat Tama dan Talita bersedih .
Namun kini mereka bahagia karena semua itu sudah berlalu .
" Ayah sama bunda kelihatan nya seneng banget ada apa sih .?" tanya Yaksa yang memang tak mengetahui bahwa Zahara telah dilamar karena ia baru saja tiba dari kunjungan nya di Semarang selama beberapa hari ini.
" Kamu kalau tau juga bakal bahagia sa" ucap Tama .
" Ada apa sih yah .?"tanya Yaksa penasaran.
" Zahara baru dilamar . " ucap Talita sambil tersenyum . Yaksa terkejut dan bertanya tanya siapa yang melamar adik nya setahu dia setelah kepergian Nando Zahara tidak pernah dekat dengan lelaki manapun .
" Bener dek ." tanya Yaksa pada Zahara .
Awalnya Zahara hanya diam namun akhirnya gadis itu mengangguk dan tersenyum .
" Alhamdulilah, akhirnya Zahara ada yang lamar juga , tapi siapa yang ngelamar kamu dek .?" tanya Yaksa pada Zahara .
Dalam benak Zahara bertanya tanya . siapa, siapa yang melamar nya ia pun tak tahu , yang ia tahu lelaki itu telah menggetarkan hatinya dari pertama ia masuk ke rumah ini .Walaupun Zahara tidak tau wajah nya seperti apa, nama nya siapa namun Zahara selalu berdoa semoga lelaki ini benar benar jodoh nya .
" Dia teman bisnis ayah ." ucap Tama
" Udah tua dong berarti ." ucapan Yaksa membuat Zahara menatap nya .
dalam hati gadis itu gelisah . Apa kah benar pria yang melamarnya itu adalah seorang laki laki tua berperut buncit . Namun kekhawatirannya nya sirna saat sang ayah menjelaskan .
"Enak saja kamu ini , kamu pikir ayah gak punya teman bisnis yang masih muda . Dia itu masih muda, berbakat dan kata orang orang dia itu pria yang dermawan , di usianya yang masih 29 tahun ia sudah menguasai pasar dunia .Hebat bukan dia lebih hebat dari kamu dan ayah ." ucap Tama bangga .
" Oh iya yah , kapan ya temen ayah itu bawa orang tua nya kemari .?" tanya Talita pada sang suami .
" Sepertinya itu tidak mungkin." ucap Tama yang membuat mereka bertiga menatap Tama .
" Kenapa kalian lihatin ayah begitu ayah belum selesai ngomong " ucap Tama yang masih di tatap oleh ketiga orang tersebut seakan akan menunggu kalimat Tama berikut nya .
"Itu tidak mungkin karena temen ayah itu sudah tidak memiliki orang tua. Orang tuanya meninggal saat dia masih kecil lalu dia di rawat oleh kakek nya .Tak lama kemudian kakek nya meninggal dia hanya ditinggalkan dengan kekayaan selain itu ia juga di titipkan ke orang kepercayaan kakek nya. Dia hidup sebatang kara mungkin itu yang membuat dia sedikit pendiam ." ucap Tama santai mereka semua hanya ber oh saja.
" Ayah sepertinya tau betul tentang dia ." ucap Yaksa curiga .
"Ayah sudah menyelidiki nya sebelum ayah bekerja sama dengan nya ." ucap Tama menjelaskan . Tama pun kembali menyantap makanan nya begitu pula dengan yang lain , semua makan dalam ketenangan sampai akhirnya handphon Tama berbunyi dan itu dari calon menantu nya.
" Halo pak "
" Maaf saya melupakan sesuatu kemarin , saya akan datang bersama seseorang untuk membahas tanggal pernikahan saya dengan zahara.Saya harap bapak bisa menunggu sebentar sebelum berangkat ke kantor ." ucap pan itu membuat Tama kalang kabut ia segera menyuruh istri nya untuk menyiapkan beberapa cemilan. sementara Zahara hanya tersenyum bahagia dan kembali ke kamar .
.....
....
...
Saat ini Yaksa , Tama dan Talita tengah berada di ruang tamu di sana sudah ada lelaki yang akan menikahi Zahara dengan ditemani seorang lelaki paruh baya .
" Maafkan saya pak , Bu saya melupakan acara yang sangat penting yaitu lamaran resmi . Em karena saya sudah tidak memiliki orang tua maka saya membawa pengasuh saya dari kecil . " ucap nya sopan .
" Tapi waktu seminggu itu apa gak terlalu kecepatan pak . Maaf maksud saya tak mudah menyiapkan pesta pernikahan hanya dalam waktu seminggu . " ucap Talita bingung .
" Bapak dan ibu tidak usah kawatir saya sendiri yang akan menyiapkan pesta tersebut kalian hanya terima beres saja . Saya tak mau menunda nunda sesuatu yang kiranya baik untuk diri saya. " ucap calon Zahara .
" Baiklah kami setuju . Tapi nak , sebaiknya kamu panggil saya dan suami saya dengan sebutan ayah dan bunda saja karena kamu sebentar lagi juga akan menjadi anak kami ." ucap Talita .
" Baiklah saya akan menuruti kemauan kalian dan saya juga sangat bahagia memiliki ayah dan bunda seperti kalian . " ucap calon Zahara .
" Senang kalau kamu bisa berfikiran seperti itu , siapa apa nama kamu nak .?" tanya Talita yang memang tidak mengetahui nama calon menantunya .
" Faiz panggil saja saya Faiz Bun , oh iya Bun boleh saya meminjam pulpen dan kertas nya . " ucap Faiz yang membuat Talita heran . namun Talita tetap memberikan bolpoin dan kertas itu kepada Faiz .
Lelaki itu terlihat menuliskan sesuatu di dalam kertas , tak lama kemudian ia menyerahkan kertas yang telah dilipat itu kepada Talita .
" Apa ini nak .?" tanya Talita heran .
" Tolong berikan pada Zahara Bun ."ucap Faiz .
"Oh ternyata surat cinta." batin Talita terkikik .
" Yaksa, nih kasihkan Zahara. " walau bingung Yaksa menerima kertas itu dan memberikannya pada sang adik yang saat ini tengah membaca Qur'an nya.
" Apa ini kak.?" tanya zahra bingung menatap kertas putih yang berada ditangan Yaksa .
" Dari calon kamu gak tau deh apa an " dengan ragu gadis itu membuka kertas itu dan mulai membaca tulisan rapi yang ada di dalam nya.
"assalamualaikum calon makmum ku ,
kamu pasti belum mengenal siapa aku .?
dan aku pun belum mengenal mu lebih jauh
maka dari itu aku mengirimkan surat ini.
Perkenalkan namaku syafik Faiz haitsam , umurku 29 tahun . Aku tak tau harus mengenal kan diri dari mana namun aku akan mengenalkan diriku lebih terperinci nanti saat kamu telah menyandang gelar sebagai seorang istri dan mungkin kamu bingung dari mana aku mengenal mu itupun aku akan menjawab nya nanti. Yang harus kamu tahu saya akan berusaha menjadi imam yang baik untuk kamu dan aku harap kamu pun akan menerima ku dengan baik .
Cukup ingat nama ku dalam hati mu maka insyaallah semua akan dimudahkan oleh Allah SWT sebagai pemersatu kita .
calon imam mu
Syafik Faiz haitsam*
begitulah kira kira isi surat tersebut yang mampu membuat Zahara sangat bahagia . Namun gadis itu hanya tersenyum dan menunduk malu .
.....
....
**Hay pembaca author bakal selalu usahain buat up setiap hari .
maafkan author kali banyak kata kata yang kurang pas karena ini masih pagi dan author nulis nya sambil ngantuk .
jangan kecewa dan tetep baca terus ya
terimakasih**