
Acara semakin meriah saja kini Faiz dan Zahara tengah duduk di pelaminan , keduanya diam tak tau harus memulai perbincangan dari mana .
" Kamu capek gak dek ." ucap Faiz gugup . itu adalah pertama kali nya mereka memulai obrolan.
" Capek mas dari tadi tamu nya gak abis abis ." ucap Zahara menunduk sambil memainkan jari nya .
" Mungkin sebentar lagi acaranya selesai , sabar ya dek . Nanti kalau kaki nya pegel biar mas pijitin ." ceplos Faiz yang membuat pipi Zahara memerah .
" Cie yang udah Sah . selamet ya Ra ..." ucap Ratna yang datang bersama suami nya .
"Makasih ya na.." ucap Zahara memeluk sang sahabat setelah itu Ratna menghampiri Faiz dan membisikan sesuatu .
" Mas Faiz... jangan lupa ya ini hari ulang tahunnya Zahara loh ." ucap Ratna . Zahara yang melihat itu pun jadi kesal.
" Na ... kamu ngomong yang enggak enggak ya.." tuduh Zahara .
" Enggak kok enggak , Apa apa an sih Ra nuduh gitu kamu " ucap ketus Ratna .
"Dek udah jangan gangguin pengantin baru." peringat suaminya membuat Ratna cemberut .
" Gue pulang ya Ra ... soal nya gue gak boleh capek capek . " ucap Ratna yang langsung diangguki oleh Zahara.
" Wah ... adik gue dah laku ..." ucap Yaksa yang datang bersama Bela .
" Ih apa an sih kakak ini." Kesal Zahara .
Faiz hanya tersenyum melihat Zahara kesal karena Zahara akan terlihat lucu saat kesal begitu .
" Selamet ya Ra semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. " ucap Bela memeluk Zahara .
" Amin makasih ya bel . "ucap Zahara
"Semoga gue juga cepat dapet ponakan ya " ucap Yaksa di Amini oleh Faiz dan Zahara . Kemudian pasangan itu pergi meninggalkan sepasang pengantin yang sedang bahagia itu .
Setelah Bela dan Yaksa pergi ,tiba tiba saja Zahara duduk dan memegang kaki nya sambil meringis.
"Kamu kenapa dek .?"tanya Faiz yang melihat Zahara nampak meringis beberapa kali .
"Kayak nya kaki Zahara lecet deh mas kena sepatu . " ucap Zahara sedih .
"Ya udah di lepas aja sepatunya .... "
"Tapi nanti Zahara jadi kelihatan pendek dong di samping mas."ucap Zahara yang membuat Faiz terkekeh .
"Gak masalah sayang .... dari pada nanti gak bisa jalan ." ucap Faiz .
" Kalau Zahara gak bisa jalan Kan ada mas yang bisa gendong Zahara " ucap Zahara malu malu. Faiz yang mendengar itu pun sedikit malu tapi ia lebih memilih tersenyum .
Zahara pun akhirnya menuruti omongan Faiz ia melepas sepatu yang berhak tinggi itu.
"Selamet ya Ra.... semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah." ucap suara yang membuat Zahara memandang orang tersebut.
Pantas saja Zahara merasa kenal dengan suara ini ternyata orang itu adalah Rangga dan istri nya .
" Iya kak , makasihkak ya kak dah nyempetin Dateng . " ucap Zahara pada pasangan suami istri itu . Setelah Rangga berlalu kini istri nya yang menjabat tangan Zahara lembut.
" Selamet ya ...semoga cepat di beri momongan ." ucap istri Rangga .
" Amin ... biar cepat nyusul kakak juga ya kak.Wah ini berapa bulan kak kok udah gede perut nya .?" tanya Zahara kepo .
" 7 bulan Ra ... doa in ya semoga nanti persalinan nya lancar ya ."
" Iya kak nanti Zahara doa in . " ucap Zahara tulus , istri Rangga hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Zahara . Zahara masih menatap punggung istri Rangga yang semakin menjauh ia merasa ada yang aneh dengan pasangan tersebut .
" Aneh kenapa kak Rangga kayak gitu ya sama istri nya dan lagi istrinya kan lagi hamil besar bukanya di tunggu in eh malah di tinggal , dasar lelaki jahat ." ucap Zahara dalam hati .
" Dek kamu kenapa kok ngelamun."
" Gapapa mas ...." lirih Zahara yang masih merasa aneh dengan pasangan itu .
Seharusnya nya dialah orang yang berada di posisi Faiz tapi apa mau di kata Allah berkehendak lain .
"Makasih kak...." singkat Zahara .
Entah kenapa Zahara masih merasa sakit hati saat berhadapan dengan Farhan . Bukan karena cemburu atau karena dia masih mencintai Farhan tapi karena perkataan orang tua Farhan yang sangat membekas di ulu hatinya.
mendengar respon Zahara yang datar Farhan pun hanya bisa pasrah , kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Zahara bersama suaminya .
Semua tamu memberikan selamat membuat Zahara merasa capek dan berharap acara ini segera berakhir.
.................
..
.
....
Saat ini Zahara tengah melepaskan jarum jarum yang ada di hijab nya .Tangan mungil itu berusaha mencari cari jarum yang masih menyelip di hijab itu ,berkali kali Zahara berdecak karena kesusahan melepaskan nya.
Melihat sang istri mulai kesal Faiz pun mendekat dan mengusap tangan Zahara lembut .
"Biar mas bantu ." ucap Faiz .Dengan malu malu Zahara pun melepaskan tangan nya ditatap nya Faiz yang tengah sibuk mencari jarum lewat cermin besar di hadapan nya.
Lelaki itu tampak telaten hingga jilbab Zahara terlepas menampakan rambut lurus nan panjang milik Zahara .
" Rambut kamu indah dek , jangan di potong ya . " ucap Faiz mengusap rambut Zahara .
" Iya mas , mas mandi gih Zahara mau bersihin make up dulu ." ucap Zahara sibuk dengan kapas pembersih di tangan nya .
Tanpa banyak bicara Faiz langsung membawa baju tidur nya ke kamar mandi setelah mandi Faiz duduk di kasur . Di tatap nya sang istri yang masih belum selesai dengan make up nya .
Sambil menunggu Faiz pun menyalakan komputernya dan sibuk membalas email yang masuk .
Sementara itu Zahara bingung berkali kali ia mencoba menarik resleting gaun nya kebawah namun tak kunjung berhasil .
Ia harus meminta bantuan Faiz tapi gadis itu malu . Akhirnya Zahara lebih memilih mengambil handphon nya di samping Faiz . Tapi sebelum tangan itu meraih handphon nya tangan nya sudah di gapai oleh Faiz .
" Mau telfon siapa ." ucap Faiz menatap Zahara lembut.
" Bunda..."lirih zahara.
"Mau apa.?" tanya Faiz lagi .
"Zahara mau minta tolong tarikin resleting gaun ini tangan Zahara gak Nyampai . " ucap Zahara menunduk malu . Tanpa menjawab Faiz pun berdiri di belakang Zahara dan menarik resleting gaun itu pelan dalam hati ia mengagumi punggung indah dan mulus milik istri .
" Kenapa harus minta bantuan orang lain sayang .....kalau ada suami yang siap membantu mu kapan pun kamu mau ." bisik Faiz ditelinga Zahara . Yang membuat Zahara menunduk malu pipi gadis itu telah memerah , karena ia sudah tak tahan menahan malu Zahara pun berlari ke kamar mandi .
Setelah 30 menit berlalu gadis itu pun keluar dari kamar mandi muka gadis itu telah segar kembali . Gadis itu pun duduk di samping Faiz ia tengah bingung harus bagaimana bukan kah ini malam pertama nya.
Faiz yang melihat kegelisahan di mata sang istri pun langsung mengerti .
"Mas gak akan lakuin sekarang kok Ra ... kamu kan masih capek , sudah yuk tidur sudah malam ." ucap Faiz meletakan laptop nya . Sementara Zahara hanya tersenyum dan mulai berbaring .
" Selamat tidur istri ku ." ucap Faiz yang saat ini sedang memeluk Zahara dari belakang. membuat jantung Zahara tak berhenti berdetak kencang begitu pula dengan jantung Faiz .
" Selamat tidur juga suami ku ." lirih Zahara mulai memejamkan matanya rasa kantuk dan lelah menyerang keduanya hingga kini mereka pun sudah tertidur pulas di kasur empuk milik Zahara .
..
.....
...
**lanjut terus ya pokok nya author akan berusaha selalu konsisten untuk up setiap hari jadi jangan bosen bosen baca nya. dan tunggu kelanjutan ceritanya. jangan lupa juga like dan komen .
terima kasih . 😊😊😊**