Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 9



 


Dua gadis itu telah sampai di rumah milik keluarga Yaksa ,keduanya kini tengah berada didepan pintu .


 


Sementara Yaksa terdiam menatap kedua orang gadis yang sedang menunggu di depan pintu itu satu pakaian nya basah kuyup dan satunya lagi ikut basah.


" Ada apa ini ." tanya Yaksa dingin setelah menghampiri mereka kini Yaksa berada tepat di depan Meraka.


" Kak biarkan Zahara masuk dulu sepertinya dia sudah mulai kedinginan ." ucap Bela menatap Zahara yang saat ini menunduk dengan bibir yang bergetar karena kedinginan.


" Bun.... bunda..." teriak Yaksa tanpa mengalihkan perhatian nya pada sang adik .


" Ada apa sih kak ....masyallah Zahara kamu kenapa nak .?" tanya sang bunda bukan nya menjawab Zahara malah menangis sesenggukan .


" Ayo masuk nak ... ganti pakai an dulu ,bunda bantu yuk ." ajak sang bunda menarik lembut tangan Zahara masuk ke dalam kamar .


"Apa yang terjadi ,dimana Farhan .?"tanya Yaksa pada Bela . kata katanya dingin tatapan nya tajam ke arah bela .


"Entah lah aku bertemu Zahara di jalan tadi dia udah basah kuyup Karana kehujanan , saat aku tanya kenapa dia tidak memberitahu ku ." ucap Bela menunduk takut.


Yaksa meraih handphon nya di dalam saku lalu menelfon nomer sahabat nya namun sepertinya nomer itu tidak aktif .


prak...


handphon Yaksa terbelah menjadi dua setelah sang pemilik membanting telpon itu dengan sangat keras nya .


" Sialan nomer nya tidak aktif , apa yang telah di lakukan si brengsek itu pada adik ku ." teriak Yaksa murka. Bela menatap Yaksa dengan ketakutan .


" Yaksa kamu ini apa apa an teriak teriak begitu di depan pintu , bukan nya ajak kin Bela masuk malah teriak teriak, lihat tuh bela ketakutan kamu ini ." ucap sang bunda yang telah kembali dari kamar Zahara .


Yaksa menatap bela yang saat ini menunduk hela an nafas terdengar dari hidung nya.


"Bela ayo masuk nak , gak usah takut nak Yaksa emang begitu kalau lagi emosi tapi dia sebenarnya baik kok , kamu ganti baju dulu yuk pakai bajunya Zahara aja , kasian baju kamu jadi ikutan basah gara gara Zahara ." ucap bunda Zahara tersenyum ramah .


" Enggak usah deh Tan , oh ya mana Zahara .?" tanya Bela .


" Udah gak papa ayok masuk dari pada kamu sakit nanti , Zahara lagi di kamar masih nangis ."suruh ibu Zahara


"udah masuk aja ..." ucap Yaksa kembali duduk di sofa .Lelaki itu mulai mengacak acak rambut nya frustasi.


Bela pun masuk mengikuti bunda Zahara menuju kamar Zahara.


"Ini salah ku jika saja aku tak mengenal kan nya pada pria brengsek itu pasti ini tak akan terjadi ." ucap Yaksa mengacak acak rambut nya .


Cukup lama Yaksa terdiam hingga akhirnya Bela dan bundanya pun keluar dari kamar Zahara .


" Kak , ajak Bela ngobrol dulu ya , bunda mau buat tin teh dulu buat Bela ." ucap sang bunda .


" Iya bun ."


kini Yaksa dan Bela saling berhadapan , mereka sama sama diam sibuk dengan pikiran nya masing masing.


" Bel gimana keadaan Zahara .?" tanya Yaksa pada akhirnya .


" Dia sedang tidur setelah capek menangis ." ucap Bela menatap Yaksa lembut .


"Apa dia cerita sesuatu sama kamu .?" tanya Yaksa lagi .


" Belum kak tapi mungkin nanti setelah kondisi hatinya membaik , karena aku tau Zahara bukan tipe orang yang menyimpan masalah nya sendiri."


" Sayang kita hanya berdua disini jadi panggil seperti biasanya." ucap Yaksa ...


" Ukey " singkat bela


" Maafin aku ,aku mau mengingkari janji ku lagi , aku belum bisa melamar mu bel padahal aku sudah berjanji akan melamar mu setelah Farhan melamar Zahara tapi si brengsek Farhan itu malah tega menyakiti adik ku." ucap Yaksa meraih tangan Bela sementara Bela diam membisu .


" Aku harus jawab apa mas semua tidak akan merubah keputusan mu ,kamu terlalu menyayangi adik mu dan aku hanya lah kekasih mu . " jawab Bela mulai menitihkan air mata .


" Jangan menangis Bel pasti ,pasti mas akan tepati janji mas ." ucap Yaksa yakin .


" Sampai kapan mas .?" ucap Bela membuat Yaksa bungkam , lelaki itu tak tau sampai kapan ia akan menggantungkan status dirinya dan Bela.


" Bahkan kamu saja tidak tau kan sampai kapan makanya kamu diam ." ucap Bela sedih .


tak tok tak tok


Bunyi sepatu seseorang melangkah mendekat . Bela segera melepaskan tangan Yaksa dan menghapus air mata yang telah mengalir di pipi nya .


" Ini bel di minum dulu biar badan kamu anget ."ucap bunda Yaksa kepada Bela. gadis itu mengangguk dan mulai meminum teh buatan ibunda Yaksa.


" Em sepertinya Bela harus pamit pulang Tan soal nya udah mau malem juga nanti bela di cari in lagi sama orang tua Bela ." ucap Bela tersenyum.


" Oh begitu , kalau gitu biar Yaksa saja yang mengantar kamu pulang bel ,kayak nya mau hujan lagi kasian nanti kalau kamu kehujanan."


" Gak usah deh Tan aku pulang sendiri aja naik angkutan umum ."


" Udah jangan bantah , ayok aku antar ." ucap yaksa menggandeng tangan Bela keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil putih milik Yaksa.


.......


....


....


Sementara itu di kediaman Farhan tengah ribut, Farhan terang terangan menolak permintaan ibu nya dan ibunya bersi keras akan hal itu .


" Pokok nya kamu harus nurut sama mama Han , kamu harus mau nikah sama violet. " ucap sang ibu marah .


" Farhan gak bisa ma ... Farhan gak suka sama violet ."ucap Farhan lembut .


" Berarti kamu udah siap kehilangan mama nak ." lirih sang ibu mengambil pisau di meja makan .


" Mama jangan macem macem ya .." bentak Farhan dihatinya sangat kawatir dengan apa yang akan dilakukan ibunya itu.


" Ma sudah ma nanti kita cari jalan tengah nya tapi tidak dengan cara seperti ini ." ujar sang papa yang sedari tadi hanya diam .


" Jalan tengah seperti apa pa perusahaan kita terancam bangkrut kalau Farhan gak nikah sama violet . Uang bukan masalah bagi mama tapi perusahaan itu peninggalan ayah mama pa . apa yang harus mama jelaskan kepada ayah mama nanti di akhirat Sana. mama gak mau kehilangan perusahaan itu ." ucap sang mama menangis .


Farhan terdiam dan jatuh terduduk di atas kursi , jadi ini alasan mama nya kekeh untuk menjodohkan nya . Farhan merasa bersalah Farhan mengira mama nya tidak suka pada Zahara karena keluarga mereka lebih kaya dibandingkan keluarga nya tapi yang ia dapat malah sebaliknya nya .


" Kalau begitu Farhan mau menikah dengan violet ." ucap Farhan membuat kedua orangtuanya menatapnya sendu .


" Maafkan kami nak tapi kami tidak punya pilihan lain selain menikah kan mu dengan violet ,perusahaan kita terlilit hutang dan hanya papa violet yang mau menantu kita , itu pun dengan syarat kalau Farhan mau menikahi violet anak nya." ucap sang ayah .


Farhan hanya diam tak menjawab jiwanya serasa mati karena hal ini rasa bersalah muncul di hati nya setiap kali bayangan Zahara muncul ,andai ia tau lebih awal ia tak akan menyakiti gadis tersebut.


.....


....


...


**segini dulu ya ....


jangan lupa komen dan like


semoga kalian selalu membaca cerita ini


terima kasih**