
Hari panjang telah di lalui Azahra tak terasa hubungan nya dengan Farhan semakin dekat . dan lama kelamaan Zahara mulai melupakan Rangga.
Tergambar di dalam cermin seorang wanita cantik yang tengah memakai gaun panjang di padukan dengan jilbab berwarna coklat . Ia tampak sempurna dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal bahkan terkesan sederhana tetapi anggun .
Hari ini Zahara akan menghadiri acara pernikahan Rangga ,ya hari ini ia akan menunjukan pada dunia bahwa ia bukan wanita yang lemah .
Dengan perlahan gadis itu membuka pintu kamarnya perlahan ,kaki kaki jenjang nya yang indah bersatu dengan hak yang tak begitu tinggi .
tok tok tok....
Suara sepatu yang beradu dengan lantai nampak begitu merdu mengiringi kedatangan Zahara. Sampai di depan pintu kamar sang kakak Zahara pun berhenti karena mendengar sang kakak seperti membujuk seseorang .
"Ya... kamu ngerti dong aku gak bisa temenin kamu .?" ucap sang kakak membelakangi pintu .
"Ukey aku tau , tapi aku bener bener gak bisa."
ucap nya lagi .
"Dari dulu aku kan udah ngomong sama kamu soal itu dan kamu udah setuju kenapa sekarang malah kamu yang rewel . " bentak Yaksa. lalu lelaki itu menghela nafas panjang dan mengacak rambut nya frustasi.
"Kakak kenapa ?" tanya Zahara menghampiri sang kakak . Sejak di beri tahu Farhan Zahara jadi lebih perhatian dan baik pada yaksa.
" Gpp dek , cuma masalah kantor ." ucap nya sendu .
"Kakak , kalau ada masalah jangan di Pendem sendiri ya mending cerita sama Zahara siapa tau Zahara bisa bantu." ucap zahara tulus .
"Dasar anak kecil mau bantu apa emang ." ejek Yaksa membuat Zahara memukul bahu yaksa dengan sekuat tenaga.
"Aduh sakit dek ... kamu mah,mas kan cuma bercanda . Loh mas baru sadar kamu kok Dadan mau kondangan kemana .?" tanya yaksa melihat penampilan Zahara dari atas sampai bawah.
"Mau ke nikahan temen ." singkat Zahara . Yaksa mengangguk angguk , lalu tiba tiba lelaki itu menunjuk muka Zahra dan tersenyum jahil .
Zahara tentu saja bingung dengan tingkah laku sang kakak.
"Apa..?"tanya Zahara heran.
"Sama Farhan ya... cie cie kayak nya sebentar lagi ada yang mau di lamar nih ye ..." goda Yaksa merangkul bahu Zahara.
" Kakak apa apa an sih ." ucap Zahara malu malu.
"Cie.... pipinya merah ..." karena tak tahan dengan goda an sang kakak akhir nya Zahara berlari pergi .
"Kakak akan lakuin apa aja yang buat kamu bahagia Zah, dan kakak gak mau lagi lihat air mata kamu . Semoga Allah selalu memberi kamu banyak kebahagiaan ." ujar sang kakak
Handphon Yaksa berbunyi lagi dan itu dari orang yang sama .Alih alih mengangkat Yaksa lebih memilih mendiamkannya sambil berkata. " maaf ."
..........
.....
..
..
Sementara itu di depan rumah Zahara nampak seorang pria gagah tengah menunggu seseorang . pria itu berulang kali melihat jam yang melingkar di tangan nya.
"Udah lama ya kak , maaf ya tadi Zahara ngobrol dulu sama kak Yaksa." ucap seseorang tepat di belakangnya .
Suara itu suara yang beberapa hari ini mengganggu pikiran nya , yang membuat tidur nya tak senyeyak dulu . Pria itu seketika menoleh kebelakang dan pandangan mereka berdua bertemu.
Farhan menatap Zahara dan mengagumi wajah yang ayu itu sementara Zahara menatap terpana ke arah Farhan . Pria itu terlihat tampan dan sangat berwibawa.
"Em ya... gak masalah menunggu gadis secantik kamu."ucap Farhan keceplosan dan langsung salah tingkah.
Sementara Zahara menunduk malu rasa senang akan pujian yang dilontarkan Farhan mampu membuat hati nya berbunga bunga.
"Makasih..."jawab Zahara
"Ya udah yuk berangkat .?" ajak Farhan .
Keduanya pun menaiki mobil milik Farhan ,
15 menit dalam mobil masih belum ada yang memulai perbincangan. Handphon Zahara berbunyi memecahkan kesunyian ,tertera nama sahabat nya di layar ponsel.
"Ra , loe dah sampai belum .?"tanya Bela sendu .
" Belum, aku baru jalan ini masih di jalan kenapa emang .?"
"Bisa gak jemput gue , gue gak ada tumpangan nih .?"
Zahara terdiam sesaat melirik Farhan , ia bingung apakah Farhan mau memberikan tumpangan kepada teman nya itu .
"Kenapa ?" tanya Farhan yang merasa diperhatikan oleh Zahara ,lelaki itu masih fokus menatap jalanan.
" Temen aku boleh numpang gak kak .?" tanya Zahara pelan takut takut kalau Farhan marah dengan nya.
" Boleh ... dimana rumah nya biar mas jemput ." Zahara menghela nafas lega setelah mendengar jawaban Farhan ,ternyata lelaki itu tidak marah sama sekali bahkan lelaki itu tetap tenang dengan senyum manisnya.
" Jalan permata no 76 ." tanpa menjawab Farhan mulai melajukan mobil nya ,kebetulan rumah teman Zahara tidak jauh dari situ .
Hingga tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah Bela .
"Ra ... kok bengong udah sampai nih , gih telepon temen kamu !."perintah Farhan.
Bunyi tombol keyboard terdengar nyaring , jari jari lentik itu menekan beberapa angka dalam layar ponsel nya .
"Hallo ." terdengar suara seseorang di sebrang sana .
"Hallo bel aku dah ada di depan gerbang nih kamu cepat kesini ya .!"
"Ukey ukey gue ke sana bentar lagi" ucap Bela berlari keluar rumah namun sesampainya di depan rumah Bela mengerutkan dahi bingung, pasal nya ia tak menemukan mobil Zahara melainkan kan mobil orang lain yang terparkir di depan rumah nya .
melihat teman nya kebingungan Zahara menyuruh Farhan untuk membuka kaca mobil nya.
" Bella ..." panggil Zahara .
Gadis bernama Bela itu segera menghampiri sahabat nya.
"Mobil loe ganti ya Ra ... wah lagi banyak duit dong loe ." ucap Bela ceplas-ceplos .
"Ini mobil kak Farhan temen nya kak Yaksa hehehe , udah cepat masuk .!"
Mendengar perintah Zahara Bela pun segera masuk dan duduk di belakang .
"loh Zah itu siapa .?"tunjuk Bela kearah Farhan , Zahara ingin menjawab namun sudah di dahulu i Farhan .
" Kenalin gue Farhan calon suami nya Zahara." ucap Farhan yang membuat Zahara menatap Farhan tak percaya .
Karena memang belum ada acara lamaran bahkan pria itu belum mengenal kan nya kepada keluarga nya tapi sekarang malah pria itu terang terangan menyatakan bahwa dia calon suami Zahara.
"Serius Ra kok loe gak cerita ma gue .?"
"Ceritanya panjang bel " ucap Zahara menatap bela. Namun zahara merasa ada yang beda dengan penampilan Bela ...
setelah cukup lama mencari akhirnya Zahara menemukan kejanggalan tersebut.
"Kamu abis nangis ya bel , kok mata kamu bengkak , kamu ada masalah apa?" tanya Zahara .
Gadis bernama Bela itu terlihat gugup ia mengira orang lain tak akan mengetahui karena ia telah memoles wajah nya dengan riasan yang tebal .
"Emang kelihatan ya Ra ?" tanya Bela khawatir .
"Enggak sih , tapi kalau lama lama di perhatiin pasti kelihatan, loe ada masalah apa ?." Tanya Zahara .
"Gue gpp kok udah yuk jalan nanti kita telat lagi lihat akad nya." ucap Bela mengalihkan perhatian .
Sementara Farhan hanya diam . Ia tak mau ikut campur urusan sahabat Zahara itu, yang ia lakukan sekarang hanya mulai menjalankan mobil nya di jalanan yang mulai padat oleh pengendara .
...
.....
.....
.....
terimakasih yang masih setia baca cerita aku jangan lupa like dan komen ya 😉