Asalamualaikum Jodoh

Asalamualaikum Jodoh
bab 14



 


Hari ini Zahara dan Nando memutuskan untuk lari pagi kebetulan keduanya tengah libur dikarenakan tanggal merah .


 


Suasana pagi itu nampak asri dengan di temani kicauan burung yang merdu untuk di dengar kan .


Kini Zahara dan Nando tengah duduk disebuah kursi panjang yang berada di bawah pohon nan rindang .


"Hari ini panas banget ya bang ."ucap Zahara sambil mengibaskan ngibaskan tangan nya .


"Iya sebentar lagi mungkin akan mendung biasanya kan begitu , setelah panas pasti akan mendung trus hujan deh."ucap Nando menjelaskan .


Zahara hanya mengangguk dan meraih botol minum yang ia bawa tadi rasa haus menggerogoti tenggorokan nya dan kini ia meminum habis air dalam botol tersebut hingga tak tersisa.


"Haus banget ya dek?"tanya Nando


"Iya bang hehehe."


"Ra Abang mau pergi jadi Abang bisa dong denger jawaban kamu atas pertanyaan abang seminggu yang lalu , sebelum abang pergi ." ucap Nando yang membuat kening Zahara berkerut .


"Abang mau pergi ke mana .?" tanya Zahara


" Abang ada tugas jadi abang harus pergi ." jawab Nando .


Zahara hanya diam tak menjawab ia bingung harus berkata apa .


" Zahara masih belum tau ." jawab Zahara menunduk.


Ada rasa kecewa dihati Nando namun pria itu lebih memilih tersenyum dan mengusap hijab Zahara lembut.


" Tak apa ... kamu bisa menjawab nya lain kali." ujar Nando .


" Maafin Zahara ya bang." ucap Zahara sedih Nando hanya mengangguk saja .


" Zahara lihat tuh ,Abang bilang apa pasti bakal mendung hari ini . " ucap Nando menatap langit yang nampak mendung dan berwarna hitam .


"Zahara yuk pulang kayak nya mau hujan ." ucap Nando .


" Tapi Zahara masih haus, Zahara mau beli minum dulu di Indomaret depan ya bang." pamit Zahara .


Kebetulan Indomaret itu tepat berada di depan taman yang mereka jadikan tempat olahraga,


Nando menatap Zahara yang saat ini menyebrang jalan namun dari arah lain mobil box melaju kencang .


" Zahara .... awas...." teriak Nando dari kejauhan Han sementara Zahara yang merasa dipanggil mu menengok .


dan brak.....


Tubuh itu terpental dengan darah yang terus mengalir keluar dari kepala dan mulut nya . sementara di sisi lain seseorang tengah terduduk tangan nya gemetar , bibir nya terasa mati .


" Bang Nando....." teriak Zahara yang sesaat sadar dengan apa yang terjadi , gadis itu segera berlari menghampiri Nando.


Memang awal nya ia yang akan di tabrak mobil box itu,tapi Nando mendorong nya sehingga tubuh itu yang akhirnya tertabrak .


"Abang Nando ." tangis Zahara pecah saat melihat kondisi Nando .


"ssttt. ja... Ngan... me...nangis...., Zahara apapun yang terjadi jangan pernah bersedih lagi . Abang tau ini berat tapi Abang harus pergi . " ucap Nando dengan terbata.


" Tidak ... Abang gak boleh pergi , Zahara cinta sama bang Nando jangan kecewakan Zahara. Zahara gak mau kehilangan Abang, abang dah janji bakal bahagia in Zahara ." ucap Zahara ditengah tangis nya .


" Maafkan Abang Ra... janji itu harus abang ingkari dan ingat ... kamu adalah wanita terkuat yang pernah dekat dengan ku . Wanita yang tegar , kamu akan selamanya ada di hati Abang. Abang juga mencintai mu Ra namun sepertinya Allah belum mentakdirkan kita untuk bersama . " ucap Nando yang sudah tidak kuat lagi lelaki itu mulai memejamkan matanya dan nafas nya pun ikut berhenti .


" Tidak..... kakak .... jangan tinggalin Zahara . " teriak Zahara menggoyang goyangkan tubuh Nando berharap lelaki itu akan bangun namun nyatanya lelaki itu masih diam , angin mulai berhembus kencang hujan pun kembali turun .


.......


....


...


Sementara itu Yaksa yang tengah meminum kopi di teras pun terkejut dengan keadaan adik nya , ini sudah kedua kali nya ia dikagetkan dengan keadaan Zahara yang seperti ini .


Pertama saat itu Zahara di kecewakan Farhan dan kedua saat ini , dan apakah gadis itu dikecewakan juga oleh Nando .


" Kamu kenapa dek... mana Nando " mendengar nama Nando disebut oleh sang kakak Zahara pun langsung menangis , ia langsung memeluk tubuh kakak nya erat ...


" Apa dia kecewakan kamu .?" tanya Yaksa yang langsung di hadiahi gelengan oleh sang adik .


" Terus kenapa dek .?" belum sempat Yaksa melanjutkan omongan nya Zahara lebih dulu tumbang .


" Dek... kamu kenapa, bangun dek " ucap Yaksa kawatir . Zahara selama ini tidak pernah pingsan tentu saja itu membuat kawatir Yaksa .


" Bun .... yah.... " teriak Yaksa .


Mendengar teriakan sang anak Talita dan Tama pun segera berlari dan betapa terkejut nya dia melihat anak perempuan nya tak sadarkan diri di pelukan Yaksa .


" masyallah Zahara kamu kenapa nak ." teriak Talita segera menepuk nepuk pipi sang anak namun sang anak tak kunjung bangun Talita pun ikut menangis .


" Yaksa adik kamu kenapa?" tanya Tama kawatir .


" Ayah bantuin Yaksa dulu dong angkat Zahara ke kamar nanti Yaksa cerita in ." ucap Yaksa .


Tama dan Yaksa segera mengangkat Zahara masuk kedalam kamar sementara Talita mengekor dibelakang kedua pria itu.


"Mas... Coba hubungi dokter , bunda kawatir sama Zahara. "ucap Talita masih menangis tersedu sedu.


"Iya Bun, bunda tenang ya ,lebih baik bunda ganti in baju Zahara tuh . Dan kamu Yaksa ikut ayah ke ruangan ayah." perintah Tama pada Yaksa . mendengar itu Yaksa pun segera mengikuti Tama menuju ruang kerja nya.


" Halo dok...anak saya pingsan badan nya panas dokter bisa kesini .?" tanya Tama pada dokter keluarga tersebut.


" Ok dok secepatnya ya dok ,assalamualaikum " Tama pun mematikan telepon nya ,di tatap nya Yaksa dengan tanda tanya .


" Sekarang jelasin ke ayah sebenarnya ada apa sama adik kamu .?" tanya Tama serius .


" Yaksa gak tau tadi pagi Zahara izin mau joging sama Nando tapi pulang pulang Zahara dah basah kuyup , Yaksa udah tanya kenapa tapi Zahara gak mau jawab malah nangis sampai akhirnya Zahara pingsan ." jelas Yaksa yang membuat Tama semakin bingung.


" Coba kamu telfon Nando , tanya ada apa ." perintah Tama .


Tanpa menjawab Yaksa pun segera menekan beberapa angka di layar handphon nya.


" Gak di angkat yah."


" Coba telfon Tante Nadira ."


"gak di angkat juga ."


" Perasaan ayah kok gak enak ya sa...." beritahu Tama pada Yaksa .


" Yaksa juga merasa begitu yah " ucap Yaksa .


Sementara ituTalita sudah selesai mengganti baju anak nya. Talita pun sudah mengompres Zahara dengan air hangat karena suhu badan Zahara semakin tinggi .


" bang Nando.." lirih zahara . Talita segera menghampiri anak nya ia kira anak nya telah sadar namun anak nya hanya mengigau .


Sudah setengah jam Zahara masih belum bangun juga, berulang kali gadis itu memanggil manggil nama Nando .


dan Talita hanya bisa menangis melihat keadaan anak nya ., rasa sakit menjalar ke relung hati nya anak yang ia sayangi kenapa hancur seperti ini .


........


...


..


**akhirnya up lagi maafin aku yang telat update soal nya lagi gak enak badan .


jangan lupa like dan komen ya


terimakasih**