Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Peran seorang ayah



Berjalan menuju guild dengan tujuan untuk mendapatkan kemudahan dalam pertemuannya dengan pemimpin kota saat ini demi mencegah hal buruk yang pernah terjadi, beberapa orang yang nampak familiar kembali terlihat diantara kegelapan kota yang membuatnya yakin bahwa brotus mulai mencoba mencuri beberapa informasi penting mengenai dirinya.


* gruduk gruduk gruduk * gemuruh langka kaki dari para petualang yang memilih untuk meninggalkan bangunan guild menyisakan keheningan dalam ruangan itu bersama tatapan mata yang nampak seperti Luna yang menghiasi wajah Susan serta beberapa pelayan sebelum tegur sapa dari Susan memulai pembicaraan mengenai kepentingan Anma.


" [ Kanapa mereka nampak takut semacam itu? Bukankah seharusnya regu dari Pengelana malam belum aktif dalam waktu dekat ini? ] " pikirnya sesaat di waktu Susan menyiapkan beberapa kertas untuk memudahkan akses yang dimaksud bersama dengan di lanjutkannya perijinan terkait yang harus disetujui oleh Shofia.


Menyapa ramah sosok Shofia yang nampak terkejut atas kehadiran dirinya mukai memancing tanya dalam diri sebelum Susan meminta izin untuk meninggalkan ruangan guild master.


" Hehe, kamu bisa menganggapnya demikian, Shofi. " balasnya yang enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai kehadiran para legiun utama yang membuat badai energi besar yang mampu memancing rasa penasaran dari beberapa petualang kelas menengah berjalan mendekati area mansion tanpa sadar.


Sempat terfokuskan atas apa yang sebenarnya terjadi dalam mansion tanpa peduli siapapun yang ada di luar zona mansion itu, Anma begitu terkejut dengan ucap penjelasan lain dari Shofia yang menyatakan bahwa beberapa petualang yang dimaksud mengalami gangguan kejiwaan dan ada pun beberapa mereka yang secara tanpa sadar melukai sesama anggota kelompok di waktu sosok raksasa bertubuh hitam dengan mata merah menyala mulai menyerang dengan membabi buta.


" Oh, benarkah ? Lantas apa yang dapat membuatku percaya bahwa kamu adalah sosok yang mampu mengobati putriku? Terlebih lagi, dengan adanya fakta bahwa informasi rahasia itu diucapkan olehmu dengan mudahnya. Kepercayaan yang kamu harapkan dariku tidaklah semudah kata-kata dari orang bodoh di sekitar kota yang tertelan oleh rumor berlebihan tentangmu, " Tuan Loran ". " ucap Levite di waktu Shofia mempertemukan dirinya dengan Anma yang terkenal dengan sikapnya yang arogan maupun rumor berlebihan mengenai pembantaian terhadap regu petualang yang membuatnya murka.


Sempat menahan tawa di kala mendengar fakta yang sebenarnya di anggap layaknya omong kosong belaka, Anma segera menata kembali kosakata yang pantas untuk menghadapi sosok bangsawan di hadapannya.


" Leita Lala. Seorang perempuan muda yang cukup disegani hingga ke luar kota akibat sepak terjangnya bersama regu petualang Valkyrie Metamorf yang terdiri dari kepala penjaga kota saat ini [ Listia], guild master [ Shofia], penempa mulia [ Esteral ] dan dua orang yang telah dianggap tiada setelah menghilang tanpa jejak dalam ekspedisi terakhir menuju salah satu goa dalam area hutan terlarang. " ucapnya memberikan sedikit gambaran lain mengenai informasi rahasia dari sisi gelap kota berkat kunjungannya pada tempat brotus beberapa hari sebelum pertemuan diantara mereka diadakan.


Memancing beberapa fakta lain agar apa yang telah diucapkan semakin memojokkan Levite yang secara tidak langsung bersalah akibat keegoisan atas tahta dan kehormatan, kehadiran tidak terduga dari sosok yang dibicarakan membawa Levite pada pengakuan diri atas kesalahan yang telah diucapkan.


" Tanpa aku menjelaskan siapa sosokku yang sesungguhnya kepada kalian, seharusnya " Tuan Levite " sudah mengerti apa yang aku maksudkan terlebih dahulu berkat regu penguntit. " balasnya dengan tegas terkait beberapa korban yang dimaksud dalam peristiwa sebelumnya yang tidak lain merupakan anggota dari kelompok rahasia dengan ukiran pada pin pengunci jubah yang sama dengan ukiran yang ada dalam perapian di sisi lain ruangan mereka berada.


" Sebagai seorang ayah yang juga memiliki rasa kekhawatiran yang sama terhadap anak-anaknya terutama mereka yang terlahir sebagai seorang perempuan, aku sendiri merasa geram atas apa yang mereka lakukan terhadap saudari yatim piatu itu maupun sikap egoismu yang memaksakan keinginan besar itu. " lanjutnya menanggapi ucapan kolot dari Levite terkait keberadaan Anma yang dianggap tidak layak untuk menasehati dirinya.


Menunjukkan sebuah kartu petualang dari Flora yang demi meyakinkan bahwa dirinya sendiri merupakan sosok yang telah berkeluarga sebelum menampakkan sedikit bekas luka dalam tubuhnya, rangkaian kebohongan yang telah disiapkan sebagai tindak pencegahan mulai membuat pembicaraan mereka masuk dalam satu frekuensi yang sama sebagai sesama kepala keluarga yang harus berjuang menghidupi buah hati mereka sendiri akibat kehilangan sosok pendamping hidup yang begitu berharga.


" Untuk lebih jelasnya, akan lebih baik jika anda sekeluarga datang ke tempat yang telah saya katakan dengan sedikit pengawalan agar tidak menarik perhatian. " lanjutnya menjelaskan rencana penyembuhan dari luka yang diderita oleh Lala dengan menggunakan sihir yang disamarkan dalam sebuah ritual yang akan berpusat pada Rumah Sakit Requiem seperti saat dirinya menyembuhkan ketiga iron maiden yang berhianat.


Menyelesaikan banyak hal yang telah dirinya rencanakan demi menghindari kemungkinan terburuk yang pernah terjadi dalam masa mendatang yang tercakup pada masa sebelum dirinya mengaktifkan sihir terlarang berupa pengulang waktu, Anma yang terduduk dalam ruang utama sembari memandang canda tawa dari regu Iron Maiden dan Legium utama mulai kembali mereview ulang beberapa hal yang mungkin dirinya lewatkan ketika mengurus urusannya di luar mansion.


" Mencegah perpecahan fraksi dalam Iron maiden dari sifat iri diantara Hena dan Taka yang terhasut oleh ucap keraguan Queen yang menolak kehadiran manusia dalam lingkup Re-Legium, Mengatasi masalah akibat langkah sembarang dari Iron maiden yang terpancing bujuk rayu penduduk kota untuk mengikuti Turnamen Oboros, Menyembuhkan " Airia, Tama, Tsuki " untuk kelanjutan rencana yang tertunda kala itu dan setelahnya menyesuaikan alur permainan dari rencana ini dan itu. " gumamnya sembari menghitung kekacauan yang telah dibereskan meski sempat kembali terfikirkan beberapa hal lain di luar kendali dirinya terkait kemungkinan adanya sejarah yang ikut terpengaruh oleh penggunaan sihir terlarang itu.


Merasakan pelukan hangat yang terasa tidak sing bersama aroma harum dari berbagai bunga yang mendominasi membawa ketenangan dalam diri sebelum hela nafas panjang membawa beban pikiran yang mulai terasa ringan.


" Kemarilah, sayangku. Ayah ingin kamu membantu ayah untuk melakukan sesuatu. " ucapnya pada Flora yang sebelumnya meminta dirinya untuk kembali tersenyum melalui kisah kesehariannya bersama Ailin maupun Iron maiden.


Menarik nafas panjang sembari mempererat pelukan Flora yang duduk dalam pangkuannya sebelum mengusap pelan kelembutan dari ujung kepala hingga sayap tipis runcingnya membuat cara pandang dari para Iron Maiden maupun Legiun utama merasa iri atas perlakuan manja dari Anma terhadap Flora.


" He, em. Tidak ada hal lain yang perlu kamu khawatirkan, sayangku. Ayah hanya ingin kembali mengingat masa yang lalu itu dengan kehangatan tubuhmu. Selain itu pun, jika kamu adalah Flora yang sama seperti Flora yang ayah kenal di waktu lalu, hal luar biasa ini merupakan hal sederhana yang selalu kamu lakukan jika Lia mendahului langkahmu. Hehe " balasnya pada Flora yang merasa sangat senang atas perlakuan yang dirinya.


" [ Lagipun, jika ada kemungkinan bahwa sihir dari Lia tidak mempengaruhi perasaan yang ada dalam hati ini, mungkin Flora adalah satu-satunya sosok yang ingin aku lindungi dan mungkin dengan adanya kenyataan semacam itu, kehidupan damai yang dibicarakan oleh mereka dapat aku rasakan lebih cepat dari ketetapan yang seharusnya. ] " pikinya sembari mengusap lembut bagian yang sama setelah memberikan kecupan pada dahi ya