
Bersama dengan teriakan darinya, sosok merah kehitaman itu perlahan mulai menyatukan dirinya ke tubuh Anma hingga membuat sosok Anma kini memiliki bentuk lain yang jauh lebih mengerikan.
Dengan beberapa bagian tubuh yang semula penuh luka telah tertutup sempurna, sepasang sayap berbentuk sayap naga yang terkoyak mulai muncul bersamaan dengan sepasang tanduk tambahan serta warna tubuh yang berubah menjadi warna merah kehitaman dengan beberapa garis garis garis aura hitam yang disetiap ujungnya nampak jelas sebuah belenggu sihr.
" Graa!!!!!! " Bersama dengan teriakan keras darinya dan serangan dasyat dari ultimate Endless Strom, cahaya merah kehitaman yang berasal dari tubuhnya membumbung tinggi hingga menembus batas antara langit dan bumi
" Road to God.... Mirelia Nier.... De Fortune lalunar.... " ucap sosok perempuan yang menampakkan dirinya ketika aura merah kehitaman itu terhenti di sebuah gerbang pembatas alam langit dan bumi yang dijaga oleh sebuah awan badai raksaksa
" Grand Vortex Nebulas.... Paradoks Destro Nier.... Daemon Re;Merilas... " balas sosok pria berselimut awan hitam yang muncul dari dalam badai besar itu seakan merespon ucapan dari wanita yang tercipta dari aura sebelumnya
" Demon False Nier Armageddon... Demi human Nigen Narnia.... Altro Light Niveral.... De Fortune Alf Entiti's Heroes.... Antares demon false... " balas sosok perempuan berselimut aura itu sembari menunjukkan sebuah api yang menampakkan sosok Anma yang masih tertahan di tempat yang sama namun dengan wujud yang berbeda
" Saint of Paradoxion... Demi God Nigen False... Narnia Mythic Medow..... " balas sosok pria berselimut awan badai yang nampak kesal hingga menimbulkan beberapa sambaran petir dari dalam tubuhnya
" False Nigen nier... De Fortune Alf of Heroes..... At least of Altar heraquilm.... " balas sosok perempuan itu dengan tatapan tajam dan aura merah kehitaman yang mulai membesar
" De Fortune Alf Lalunar nier God... Liveral ava Heroes of Requiem ava Arntares... " balas sosok pria berselimut awan itu seolah tidak percaya
* Sbruuuumsssss * beberapa ledakan energi besar kembali membumbung tinggi ke angkasa dan membuat dua sosok yang saling berdebat itu teralihkan untuk melihat apa yang terjadi
" Ultimatum of Antares Heroes... De Fortune Alf demi god.... Ava Nier Armageddon False Paradoxion.... " ucap sosok perempuan berselimut aura mengerikan itu seolah menganggap bahwa ledakan energi itu merupakan sebuah tanda kebangkitan sosok yang ditakuti
" Vincent Vortex Nebulas.... " balas sosok pria berselimut awan badai itu sembari membuka sebuah jalan untuk perempuan aura itu menuju alam langit
" Demon God False... Ava Antares demon Nigen...." lanjutnya seakan menegaskan bahwa sosok yang dimaksudkan oleh perempuan dengan aura mengerikan itu telah tiada dan tidak mungkin bangkit kembali
" Nier Armageddon ava.... Nigen of Saint.... False Paradoxion... " balas perempuan dengan aura mengerikan itu seolah berkata bahwa semua yang dikatakan pria awan badai itu adalah kebohongan
" Flora!!! Maiden!!! Bersiap dalam mode tempur kalian!!! karena mungkin, ini akan menjadi pertarungan terberat disaat Anma tidak ada di sini!!! " teriak dari Quinn sesaat setelah Arc menampakkan wujudnya yang mengerikan
" Quinn nara Lainnama.... False Saint of Century.... " ucap Arc dengan nada yang bergema
" Quinn... apa maksud dari perkataan Arc barusan?! " ucap Flora yang masuk dalam mode siap bertarung
" Entahlah, Grim... aku baru kalih ini melihat sosok Alpa berubah menjadi sosok seperti itu!! " balas Flairia ketika melihat sosok Alpa berubah menjadi bentuk kalajengking raksaksa dengan beberapa bagian tubuh yang berbuku menampakkan garis merah kehitaman layaknya sebuah mantra sihir
" Nirwana ventra fales.... De Fortune Heroes Antares.... Alf Lalunar Demi god.... " ucap sosok Alpa sembari mengeluarkan aura hitam dari dalam tubuhnya hingga menutupi seluruh area dari kota Dral
* Graaaaaaaa!!!!!! * Suara menggelegar dari Arc beberapa saat setelah menunjukkan kuda-kudanya seakan bersiap untuk menyerang dengan brutal
" A!!!! Tidak!!!! Tolong!!!! " teriakan tangis dari beberapa orang mulai terdengar saling bersahutan satu sama lain sesaat setelah Alpa mengangkat tinggi sengat dan sepasang capitnya sembari mengatakan sesuatu dalam wujud yang jauh berbeda dari wujud aslinya
" Maiden!!! Kerahkan semua kekuatan kalian karena saat ini, Arc bukanlah Arc yang kita kenal!!! " ucap Quinn sembari melompat menjauh dari Arc yang terus mengincar dirinya dan menyerang dengan membabi-buta
" Gaia!!!! " teriak Flora sembari menahan Arc dalam ikatan akar berduri dengan ukuran yang sangat besar
" Cepat!!! Serang Arc sekarang juga!!! " teriak Quinn dari balik dinding mansion yang hancur
" Wings of Fame!!! " teriak Moli yang dengan sengaja merelakan tubuhnya untuk menerima serangan dari Arc agar Flora yang dijadikan target serangan bisa selamat tanpa adanya luka
" Felteria Avelin!!! " lanjut Flairia sembari memberikan dukungan sihir penambah stamina agar Ro dan Grim bisa terus berjuang menyelamatkan diri dari serangan para demi human yang semakin liar akibat aura hitam yang dikeluarkan oleh Alpa layaknya power up,
* Swungssssss dramasss dramssss dramasss * Beberapa saat setelah menghempaskan tubuh dari Moli, beberapa maiden mulai melesatkan serangan mutlak mereka.
Ryuu menyerang tubuh keras Arc dengan tinjuan beruntunnya, Rougu menciptakan beberapa pedang cahaya dan menusuk setiap sisi dari Arc dan Cockti menyerang bagian kaki dari Arc agar keseimbangannya terganggu dan pola serangannya pun berubah.
* Scringsssss Graaaagssss craptsss * Sebuah tebasan dari sabit milik Grim membelah beberapa demi human yang melesat dengan cepat dari balik bayangan sementara Ro terus membuka lebar mulutnya dan menancapkan beberapa tubuh demi human pada giginya yang tajam sebelum membunuh mereka dalam sekali gigit
" De Fortune Antares heroes.... " ucap sosok perempuan berselimut aura ketika berada dalam sebuah area dengan banyak tugu layaknya makam
" Mirelia noir.... " ucap sosok Fortune yang muncul dari sebuah celah dimensi di dekat salah satu tugu
" Nirwana vateral False.... Nier Armageddon begun.... " balas sosok perempuan berselimut aura itu dengan sebuah senyuman mengerikan
" Antares demon false... Paradoxion Nigen heroes.... " balas Fortune dengan wajah serius
" Armageddon alf demi god.... Altar of Requiem ava Antares demon.... " balas perempuan berselimut aura sembari menunjukkan bayangan kehancuran dari sebuah kota
" Demolutuion of Darl!!! Mirelia nier! Antares demon ava heroes..." balas Fortune yang nampak marah
" Hehe.... Paradoxion Nigen... Antares demon false as saint.... Demi god.... " balas perempuan berselimut aura dengan tawa
* Sbrrralllssashhh.... * Sebuah pedang bercahaya membelah tubuh dari perempuan berselimut aura itu sebelum sosok itu menyelesaikan perkataannya
" Nantara!!!!! " teriak dari Fortune yang ditujukan pada sosok Nantara yang tengah fokus meneliti data dari sosok Anma yang terkunci dalam kristal ovl melalui opsi terlarang
* Gbralsssss * kristal ovl yang tengah digunakan oleh Nanta dan beberapa dewa dewi pengawas lain meledak bersamaan dengan terganggunya keseriusan dari Nantara
* Scraaaaccsssss Scraaaaccsssss Scraaaaccsssss Scraaaaccsssss * beberapa panah berracun mulai menghujani seluruh area kota Dral ketika sosok Alpa semakin membrutal
" Destrains Vlanora.... " ucap sosok Alin sembari menghempaskan tubuh dari Arc dan membuatnya kehilangan kesadaran untuk sesaat akibat dari benturan keras yang mampu melubangi dinding mansion yang terbalut berbagai macam sihir berbeda
" Fallens Fandora!!! " teriak dari Fortune sembari menghujani seluruh area kota Dral menggunakan tombak bercahaya agar mereka yang ada dalam kota Dral bisa meregang nyawa dengan perasaan bahagia dan dipermudah jalannya menuju nirwana
" Ya ampun... Anes... apa yang salah dengan dirimu sampai-sampai kamu berbuat seperti ini.... " ucap Alin sembari mengusap kepala dari Arc sesaat setelah melihat beberapa maiden hampir kehilangan nyawa
" Jailin.... Flanora... Quinn nara... Jalin... " ucap Akun yang bersedih sembari membawa tubuh dari Quinn dan Flora dengan kloningnya untuk mendekat ke arah mereka
" A--- A---- A---- " Aestro tidak mampu mengucapkan apa yang dirinya inginkan ketika melihat kerusakan area dalam mansion
" Mungkin akan lebih baik jika kita tetap berada disini untuk sementara waktu " ucap Flairia setelah menciptakan sebuah bariarel yang tertutup oleh beberapa tubuh dari demi human yang kehilangan nyawa disaat ribuan tombak bercahaya menghujani kota Dral
" Mungkin akan lebih baik jika kita tetap berada disini untuk sementara waktu " ucap Alin sembari melihat ke arah tubuh dari Quinn dan Flora yang kritis serta area utama mansion yang hancur berantakan