Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Awal baru untuk Moli



" Tuan.... ? " ucap Moli dengan nada yang khawatir


" Akh, Moli. Senang rasanya bisa melihatmu sehat kembali.. " balas Anma sembari mengusap kepala Moli dengan pelan


Sembari bangkit dari duduknya dan memeriksa kembali tubuh dari Moli, dirinya mulai bertanya mengenai hal yang sama seperti yang dirinya tanyakan kepada Hena, mulai dari ingatan terakhir yang dirinya ingat sampai bagaimana pendapatnya mengenai tubuh barunya.


" Itu benar, Moli. Saat ini tubuhmu hampir sama hebatnya dengan Hena setelah beberapa perubahan yang aku lakukan " Ucap Anma membenarkan pertanyaan dari Moli yang nampak senang dengan tubuh barunya.


Dengan mengenakan sebuah dress berwarna merah yang memiliki corak seekor burung berwarna hitam serta adanya beberapa perlengkapan tambahan seperti sarung tangan dan stoking hitam yang menunjang penampilan, kesan terhadap Moli yang semula nampak lembut dan kalem kini berubah menjadi kesan garang layaknya wanita nakal.


" Tuan, tuan. Bolehkah saya tahu apa potensi dasar yang saya miliki? " ucap Moli dengan mata yang berkaca-kaca sembari menantikan sebuah jawaban mengenai sebuah kekuatan tersembunyi dalam dirinya


" Akh, benar. Jika mengingat kembali kekuatan dasarmu yang berbasis pada support baik dalam pertahanan maupun penyembuhan. Setidaknya ada satu kekuatan lain yang ada dalam dirimu. " balasnya sembari memberikan jeda sebelum mengatakan kekuatan tersembunyi dari Moli


Sesaat setelah mendengar sebuah jawaban mengenai kekuatan tersembunyi yang tuannya sendiri pun tidak mengetahuinya.


Alih-alih merasa sedih ataupun kecewa, Moli justru terlihat lebih senang dari sebelumnya karena merasa bahwa kekuatannya sepesial dan tuannya sendiripun belum bisa menyimpulkan nya.


" Maka dari itu, setidaknya cobalah untuk tidak terlalu memaksakan dirimu karena aku sendiri pun belum mengetahui apakah ada efek lain dari penggunaan kekuatan itu. " Lanjutnya sembari mencoba menasehati Moli untuk bersikap lebih hati-hati.


" Tapi tuan. Aku sangat ingin memamerkan kekuatan ini pada mereka terlebih pada Ryuu dan Neouro yang sebelumnya terlihat merendahkan kekuatan dari kami yang lebih lemah dari mereka berdua. " balas Moli yang kini telah kehilangan senyumannya


" Hm~ yah... jikalau itu memang niatanmu, aku sendiri tidak melarangnya. Namun kamu boleh memamerkan kekuatan itu setelah kamu berhasil melewati ujian kecil dariku. " balas Anma dengan nada lirih sembari mengusap pelan kepala dari Moli namun dengan tatapan tajam yang mengerikan


Merasa bahwa dirinya salah bicara kepada tuannya, Moli hanya tertunduk diam sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju untuk menjalankan ujian dari Anma.


" Kalau begitu, mulailah untuk berubah ke bentuk tubuhmu yang baru dalam wujud demi human dan seranglah aku! " ucapnya setelah memberikan sebuah jarak diantara dirinya dengan Moli


Merasa tidak punya pilihan lain, Moli pun mulai merubah dirinya ke bentuk demi human dan mulai menyerang tubuh dari Anma dengan sekuat tenaganya


Sama halnya dengan wujud manusianya yang telah berubah, wujud demi human dari Moli pun ikut berubah dan dari warna tubuh yang semula hanya berwana kuning menyala, kini berubah menjadi warna merah membara dengan sepasang sayap berapi dan beberapa garis hitam yang menyelimuti tubuhnya


" Hehehe... ini dia, sosok iblis kecilku yang nampak membara. " gumamnya sesaat sebelum Moli menyerang dirinya.


" Nah, Moli. Apakah dengan kekuatanmu yang saat ini, kamu bisa membanggakan diri dan bisa menyetarakan tempatmu pada tempat yang sama seperti Hena? " ucapan dengan tegas sembari terus menghindari serangan dari Moli yang dirasanya semakin melambat


" Memang perubahan tubuhmu sama seperti perubahan tubuh dari Hena. Namun dalam segi kemampuan dan yang lainnya, itu semua bergantung pada usah dan kerja kerasnya sendiri dan lagi, sama seperti Hena yang telah melakukan satu hal seperti ini. Bergantung pada hasilnya nanti, mungkin aku akan mengambil kembali kekuatan itu dan memutuskan untuk membatalkan peningkatan kekuatanmu. " Lanjutnya sembari menegaskan bahwa dirinya akan mengambil kembali kekuatan yang telah diberikan dan mengembalikan tubuh dari Moli seperti semula


Menyadari bahwa Hena menyembunyikan sebuah pelatihan dasar yang mengharuskan dirinya menang atas pertarungan dengan tuannya, keyakinan dalam dirinya mulai memudar dan sesaat kemudian tubuhnya pun tumbang akibat satu serangan yang tuannya berikan


" Hm... ? apakah hanya segini saja kekuatan yang kamu miki? kemana keyakinan dan semangatmu yang bertujuan untuk menghina Ryuu maupun maids lainnya? Akh, ayolah Moli, cepatlah bangkit kembali dan lawanlah aku..." Ucap Anma disaat tubuh Moli tertahan diatas langit-langit kamar itu.


Sembari terus mengejek Moli dan memberikan serangan mental kepadanya, Moli yang sebelumnya nampak menahan air matanya kini mulai menangis sejadi-jadinya dihadapan Anma.


" Hm~ yah, sepertinya dia sudah mencapai batas kemampuannya. " ucap Anma sembari melihat ke arah Moli yang masih memejamkan matanya dan meneteskan air matanya


Bersama dengan sebuah pelukan hangat dari dirinya, Moli nampak terlihat lebih baik dari sebelumnya meskipun sebenarnya dalam hatinya masih terbesit sebuah luka yang cukup dalam akibat perkataan dari tuannya


" Hey, Moli. Apakah dengan adanya ilusi tadi, kamu bisa menyadari apa yang ingin aku katakan kepadamu? " ucapnya setelah menjelaskan bahwa sebenarnya pertarungan yang terjadi sebelumnya merupakan sebuah sihir ilusi yang bertujuan untuk menguatkan hati dan kepercayaan dalam diri Moli agar mampu bertahan dari berbagai tingkatan aura intimidasi yang ada dalam dirinya


" Dan yah, meskipun sebelumnya aku sangat berharap bahwa kamu memiliki ketahanan mental yang lebih tinggi dari Hena. Namun kenyataannya, hehehe... aku tidak sanggup mengatakan kelanjutannya." lanjutnya dengan tawa sembari memberikan sebuah sihir pemulihan mental.


Setelah kembali memeluk tubuh dari Moli sesaat dan menghapus air matanya yang tersisa, Anma membuka kembali pintu kamarnya dan setelahnya mempersilahkan Moli untuk kembali melanjutkan tugasnya


" Oh iya, Moli. Beberapa saat setelah kamu kehilangan kesadaranmu dalam ujian tadi, sepertinya kekuatan tersembunyi yang kamu miliki itu merupakan tipe power up yang mampu meningkatkan sekitar lima atau enam kali kekuatan yang kamu miliki " lanjutnya setelah Moli membungkuk hormat dan berjalan pergi


" Dan yah. Sama halnya seperti yang aku ucapkan pada Hena sebelumnya. Kamu pun tidak boleh mengatakan rahasia ini kepada maiden yang lain termasuk juga pada Hena. Karena pada nantinya aku ingin melihat seperti apa kegelapan hati yang kalian sembunyikan maupun seberapa besar kekuatan tekad yang kalian miliki. " tambahnya sebelum menutup pintu kamar itu dan mengubah kembali lokasi pasti dari kamarnya berada.


" Jadi, Bagaimana ujiannya Moli. Apakah kamu berhasil melewatinya dengan baik ? " ucap Crsi yang keluar dari sudut ruangan sembari memainkan sabit besarnya


" Emh, iya... mengenai itu, maafkan aku Crsi. Karena tuan memintaku untuk tidak menyinggung masalah itu, aku tidak bisa mengatakan hal itu kepadamu maupun teman-temanku.. " balas Moli dengan kaki yang gemetaran


" Hm~ ya sudahlah tidak apa. Aku pun kemari untuk menyambut keberhasilan mu melewati ujian itu sekaligus menyambutmu sebagai salah satu anggota baru dari unit merah darah" balas Crsi sembari merubah bentuk tubuhnya kembali ke bentuk badut berapi dan meminta Moli untuk menunjukkan bentuk perubahan baru yang dimiliki


Bersama dengan dicatatnya perubahan bentuk dari Moli kedalam buku yang dirinya pegang, Moli mulai menampakan keceriaannya kembali sesaat setelah Crsi mengajaknya bertemu dengan beberapa sosok yang termasuk dalam unit Crimson itu.