Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Progres Maiden



* Tok tok tok * Sebuah ketukan pintu terdengar beberapa kali sesaat setelah menuliskan sebuah halaman khusus mengenai pertemuannya dengan sosok yang menyebutkan dirinya sebagai Elder


" Selamat siang tuan. Saya kemari untuk membicarakan beberapa hal penting yang berkaitan dengan permintaan tuan beberapa bulan lalu. " ucap Hena sesaat setelah pintu di buka


Tanpa adanya respon lain selain dari jawaban sederhana disertai dengan senyuman, Anma mengajak Hena untuk masuk dan duduk diatas tempat tidur sementara dirinya duduk di kursi kecil seperti sebelumnya


" Maaf ya Hena. Karena selama beberapa bulan itu, aku menyerahkan tanggung jawab itu kepadamu dan lagi, akupun tidak menyangka bahwa party itu pun bisa melesat dengan cepat disaat diriku pergi. " ucapnya dengan kembali mengingat beberapa permintaannya mengenai pengumpulan informasi yang berkaitan dengan beberapa petualang hebat melalui progres para Maiden serta pembentukan sistem perdagangan khusus antara dirinya dengan beberapa anak buah dari Rob yang bergerak dibalik kegelapan.


" Tidak apa tuan. Saya sendiri pun merasa sangat senang karena tuan mempercayakan hal tersebut kepada saya dan seluruh maiden yang ada. Selain dari itupun kami juga sangat berterima kasih karena anda mau mengampuni Mori, Tsuki dan Airi meskipun mereka telah berkhianat. " balas Hena menerima pujian dari Anma sebelum masuk kedalam topik pembicaraan


" Akh, tidak perlu berterima kasih seperti itu kepadaku, Hena. Lagipula aku pun berniat meminta mereka untuk melakukan sesuatu yang sama seperti yang kamu lakukan namun dalam hal dan masalah yang berbeda. " balasnya yang teringat sosok ketiga maiden yang sempat berhianat kepadanya.


" Jikalau tuan berkata demikian, maka saya sendiripun merasa senang karena tuan bisa kembali menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada mereka " balas Hena yang merasa senang karena ketiga maiden itu bisa kembali memperoleh kepercayaan dari Anma dan diberikan sebuah tugas sebagai tanda kepercayaannya terhadap mereka.


Sesaat setelah mereka menyinggung para maiden yang sempat berhianat, Anma tersadar bahwa di saat dirinya kembali, dia tidak menemukan keberadaan dari Maiden yang berhianat itu dan mulai kembali menanyakan soal mereka kepada Hena


" Anda memang tidak salah mengenai hal itu tuan. Tubuh mereka yang masih terluka parah memang masih berada di tempat yang tuan sebutkan. " balas Hena merespon ucapan Anma yang menyatakan bahwa ketiga maiden itu masih berada di salah satu ruangan perawatan yang dibawah pengawasan langsung dari Linda.


" Selain dari itupun, Nona Linda juga sempat bertanya beberapa hal yang berkaitan dengan keberadaan dari tuan yang dianggap nya menghilang tanpa jejak setelah sebuah pertemuan yang tuan lakukan bersama mereka. " lanjutnya setelah mengingat sosok Linda yang beberapa kali mengawasi dirinya disaat menjenguk para maiden yang berhianat itu


Anma sempat tertawa beberapa saat setelah Hena mengatakan apa yang dirinya alami disaat menjenguk ketiga maiden itu sebelum akhirnya menjelaskan sebuah maksud tersembunyi dari Linda yang berniat untuk menanyakan kepastian atas pelatihan terhadap Luna


" Jadi, selain membahas sebuah turnamen yang akan digelar dalam waktu dekat itu, Nona Linda sempat mengajukan hal demikian? " balas Hena yang terkejut ketika Anma menyinggung soal pelatihan terhadap adik termuda dari Lia bersaudara


" Hehehe... iya, Hena. Selain dari pembahasan turnamen dan pelatihan itupun kami juga sempat membahas berbagai macam hal yang berkaitan dengan keberadaan sosok lain yang mungkin bisa menjadi ancaman bagi kita. " balasnya menjelaskan


Hena yang semula nampak penasaran itu kembali dibuat terkejut oleh tuannya karena tuannya pun sempat mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pun tuannya akan mewujudkan salah satu ucapannya mengenai pembangunan sebuah panti asuhan yang nantinya akan menampung banyak anak-anak, baik dari ras manusia maupun ras demi human.


" Aha!! Tuan!! Semoga keinginan dari tuan dapat segera terlaksana dan mereka yang masih meragukan kebaikan dari tuan dapat segera mengetahuinya! " teriak Hena dengan senang sembari memeluk erat tubuh dari tuannya yang kala itu berada cukup dekat dengan dirinya.


" Iya, Hena... Aku pun berharap demikian. " Lanjutnya setelah melepaskan pelukan dari Hena dan melanjutkan pembahasan yang tertunda


" Hehehe... maaf ya, tuan. Karena ucapan yang tuan katakan itu sangat luar biasa, saya sendiri sampai lupa atas apa yang sebenarnya kita bahas sebelumnya. " balas Hena sembari menundukkan kepalanya dan kembali duduk ditempatnya semula


Dengan dilanjutkannya pembahasan mengenai progres para Maiden yang mengambil tugas lain sebagai petualang diatas party yang sempat dibuat olehnya, Hena menjelaskan bahwa setiap malam selalu ada satu maupun dua sosok petualang yang nampak sama tengah duduk dan memperhatikan setiap tindakan yang para maiden lakukan hingga beberapa hari setelahnya muncul sebuah rumor mengenai party misterius yang selalu datang setiap tengah malam.


" Tapi tuan jangan berfikiran buruk mengenai mereka. Karena beberapa hari setelahnya beberapa misi tingkat tinggi mulai memenuhi papan misi dan membuat kami bisa mempercepat kenaikan tanda peringkat sekaligus menaikkan status dari party yang tuan buat. " ucap Hena dengan terburu-buru disaat melihat raut wajah kekesalan nampak jelas diwajah tuannya.


" da---dan selain dari itupun kami juga mendapatkan beberapa informasi tambah dan tawaran misi khusus oleh bangsawan lokal maupun misi tingkat lanjut yang ditawarkan oleh beberapa petualang karena tingkat keberhasilan kami yang cukup memuaskan. " lanjutnya dengan perasaan takut ketika Anma mulai beranjak dari tempat duduknya.


Suara pelan dari helaan nafas panjang mengejutkan dirinya karena apa yang sempat ditakutkan olehnya tida benar-benar terjadi.


Dengan sebuah ucapan pujian yang terdengar setelahnya, Hena sempat mengusap dadanya beberapa kali karena dirinya bisa dihargai seperti ini


" Dan jikalau tidak salah, dalam waktu dekat ini kalian pun akan segera mengikuti seleksi turnamen itu bukan? " lanjutnya sembari memandang ke arah Hena setelah sebelumnya mengingat beberapa kertas yang tergeletak diatas mejanya.


Bersama dengan anggukan kepala dari Hena, Anma kembali tersenyum bahagia karena satu dari beberapa rencana yang dibuat olehnya mulai menampakan keberhasilannya.


" Meskipun demikian, kami sendiri masih belum bisa menunjukkan diri kami yang sebenarnya dihadapan mereka karena kami sendiri masih merasa takut atas jati diri kami yang tidak lain adalah ras demi.... " ucap Hena sembari berjalan mendekati Anma sebelum akhirnya menunjukkan sebuah bentuk perubahan lain dalam dirinya


" Hm~ yah, aku tahu bahwa cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Namun dari pada takut dan cemas atas hinaan atau kekecewaan yang akan terjadi setelahnya, bukankah kalian masih memiliki kami? dan lagi, aku pun tidak keberatan jikalau kalian tidak ingin mengungkapkan jati diri kalian saat ini karena nantinya akan aku pastikan bahwa kelak, kita akan berdiri sejajar tanpa peduli pada perbedaan baik ras manusia, iblis maupun para demi. " balasnya sembari mencoba membangkitkan kembali rasa percaya diri.


Dengan sebuah senyuman balasan dan tetesan air mata karena ucapan tuannya yang mengenai hatinya, Hena kembali memeluk tuannya tanpa sadar dan kembali menangis setelahnya


" Nah, sudahlah sudah. Berhenti menunjukkan wajah sedihmu itu dihadapanku karena aku paling membenci hal semacam itu, mengerti." ucapnya dengan lembut sesaat setelah mencubit gemas pipi dari Hena dan memintanya untuk pergi bersiap diri untuk menghadapi ujian penyisihan yang diucapkannya tadi.


Bersama dengan kepergian Hena untuk bersiap diri, Anma pun membuka sebuah sihir pengulik informasi untuk mengetahui seperti apa kriteria kelulusan ujian maupun tahapan lain yang harus di hadapi olah partynya sendiri