Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]



Terdiam tanpa kata tak kala pemikiran sempit dalam dirinya mulai di buka secara paksa oleh Anma melalui setiap ucapan yang berhubungan pada sikap maupun tindakan yang harus difikirkan secara matang demi menghindari hal buruk yang akan terjadi pada masa mendatang, Fra yang pada mulanya berniat menerangkan maksud dari pernyataannya atas kekuatan yang mampu membantu fraksi miliknya kembali dijejali ucapan pedas dari Anma yang kembali memberikan gambaran buruk terhadap para manusia yang memiliki banyak wajah seperti dirinya.


" Tidak ada paksaan untuk dirimu menerima apa yang aku katakan sebelumnya. Yang aku katakan tadi hanyalah sebagian masa lalu dimana aku membuat kesalahan yang tidak lagi mampu untuk diperbaiki meski menggunakan seluruh kemampuanku saat ini. " ucapnya di bagian akhir sebelum meminta Fra untuk kembali menyebutkan satu alasan dari masa lalunya yang bisa membawa pemikiran egois itu hingga saat ini.


Mengalihkan pandangan pada gerbang kota yang nampak kecil dari atas perbukitan tempatnya berdiri saat ini, Fra yang tanpa sadar termakan ucapan Anma mulai mengingat masa lalunya yang begitu menyenangkan bersama semua orang yang di sayangi.


" Iya, tentu. Masa-masa itu adalah masa yang indah dalam hidupku, sebelum orang-orang itu mengacau dan membuat kebahagiaan itu hilang untuk selamanya. " lanjut Fra setelah mengungkapkan masa lalunya yang juga pernah hidup berdampingan bersama anak-anak demi human sebelum berita mengenai penyerangan iblis di pusat kerajaan membawa perintah memilukan dimana para demi human adalah perwujudan lain dari iblis yang teramat mengerikan di mata semua orang.


Menambahkan keinginan egois yang sempat disebutkan demi membawa kedamaian diantara manusia maupun demi human pada masa lalunya, usapan pelan pada bagian wajah mulai terasa begitu lembut tak kala Anma dengan begitu tiba-tiba mengatakan bahwa keinginan Fra hampir sama seperti dirinya meski dalam lingkup yang berbeda.


" Kembali pada perjanjian kita di malam sebelumnya, sebagai ganti atas apa yang kalian minta, aku ingin kalian mengajarkan beberapa hal dasar terkait kehidupan normal dari remaja seperti kalian pada anakku, Flora. " ucap Anma mencukupkan pembahasan berat terkait masalah fraksi dalam masa kini dengan mengalihkannya pada pembicaraan penting terkait masalah saat ini.


Menampakkan wajah yang berniat kembali menanyakan ribuan pertanyaan terkait sosok anak yang dianggap sudah mencerminkan pribadi baik serupa dewi dalam mitologi, tawa singkat yang mengawali ucapan Anma mengenai pribadi Flora yang serupa anak balita memberikan sedikit penjelasan terhadap sikap manja yang dilihat olehnya meski hanya sekejap mata.


" Meski aku sendiri sudah berulang kali mengatakan bahwa kedewasaan merupakan hal yang didapatkan dari berbagai masalah kehidupan dan tetap meminta dirinya untuk menikmati setiap waktu yang dilalui bersama, Flora tetap saja menginginkan kedewasaan sebagai seorang wanita. " lanjutnya memberikan sebuah alasan dimana Flora sangat menginginkan dirinya untuk memandangnya sebagai seorang wanita dan mau menanamkan benih cinta pada dirinya.


Mengusap dahinya sendiri di saat melihat Fra nampak terkejut dengan apa yang telah dikatakannya, sedikit tambahan kata mengenai sosok ayah adalah cinta pertama dari anak perempuannya memberikan sedikit pemahaman atas maksud dari apa yang telah diucapkan sebelumnya.


" Aku sudah meminta beberapa orang untuk mengajarkan kehidupan normal itu pada Flora, namun dari apa yang aku harapkan dari mereka, Flora justru menjadi sosok yang tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan. " lanjutnya menyinggung beberapa pengetahuan dari Flora yang diajarkan oleh Queen maupun para pelayan yang hanya mengetahui cara memanjakan tubuh seorang pria.


Mencoba menyembunyikan rasa malunya terhadap apa yang Anma katakan terkait pribadi yang cukup menyimpang, Fra mulai mengatakan bahwa dirinya maupun Tia bersaudara bersedia membenahi diri Flora jika memang Anma mampu membuat Luna menjadi sosok penyihir hebat yang disegani selayaknya nenek buyutnya yang telah tiada.


Terbangun di waktu pembahasan mengenai Flora tengah berlangsung bersama di buatnya rencana matang agar sosok Flora yang di maksud tetap merasa nyaman bersama mereka, Lana yang masih merasa bahwa apa yang didengar merupakan bagian dari mimpi dalam tidurnya mulai menyapa ketiganya sebelum menjelaskan bahwa Flora memanglah sosok yang serupa seperti yang Fra katakan sebelumnya.


" Sebagai rahasia kecil yang harus di jaga, waktu pertama kali aku bertemu dengan mereka, Flora hanyalah seorang bayi kecil yang bahkan tidak bisa berbicara. " ucap Lana mengungkap awal pertemuan diantara dirinya dengan Anma


Melanjutkan ucapannya sampai menyinggung mengenai senjata iblis yang memiliki sisa kesadaran dari para sosok yang disebut sebagai sanak saudara, anggapan canda yang sebelumnya sempat melekat dalam diri mereka mula terlepas bersama kesesuaian fakta yang ada pada keberadaan dari senjata iblis yang tidak lagi menampakkan energi mistis.


" Dia pernah berkata bahwa dia tidak akan segan untuk membinasakan siapapun yang berani menyakiti keluarganya dan mungkin karenanya, di waktu dia datang bersama Flora. Ada kemungkinan bahwa sosok pendamping seperti Queen akan menemaninya. * dbruks * " lanjutnya sebelum kembali memejamkan mata di hadapan kakak-kakaknya yang semakin penasaran atas sejauh apa kedekatan Lana dengan Anma.


Mengkoreksi beberapa hal yang telah terrencana dan lebih memilih untuk melakukan improvisasi dalam menghadapi segala sesuatu yang bisa terjadi setelah mengetahui beberapa hal penting terkait Anma yang begitu hati-hati dalam setiap tindak tanduknya.


" Benarkah itu! Sungguh!! " ucap Flora dengan begitu ceria tak kala mendengar bahwa dalam waktu dekat nanti, dirinya akan kembali bertemu dengan Lana.


Meminta Flora untuk menenangkan diri dalam waktu makan malam bersama tiga anggota legiun utama yang masih tinggal sementara waktu bersama arc maupun nest yang juga ada diantara mereka, ucap pengajuan diri dari Ailina langsung di tolak oleh Anma dengan alasan sederhana atas kekuatan Ailina yang tidak terkendali bila melewati batas bariarel pengekang kekuatan yang tertanam dalam area mansion.


" Sebenarnya aku sendiri tidak ingin mengatakannya, tapi mengingat potensi dari Nia yang cukup setara sperti Crsi di waktu awal kebangkitannya. Aku rasa akan lebih baik jika Crsi yang menjadi pendamping sementara dari Flora dan untuk menyamarkan sedikit rencana perlindungan diantara keluarga mereka, anak-anak dalam regu Iron Maiden bisa ikut ambil bagian pada pengajaran Luna. " ucap Anma yang berencana melatih Nia maupun para pelayan muda demi menghadapi kemungkinan atas amukan dari Crsi yang lepas kendali.


Memandang satu sama lain terkait ucapan Anma yang pernah menggunakan kemampuan penjelajah waktu demi memperbaiki kesalahan fatal di masa depan, baik Ailin, Akun, Aestro, Arc maupun Nest, sama-sama mengucap ketersediaan atas keputusan yang Anma buat sebelum melanjutkan pembahasan lain yang berkaitan dengan bantuan