
" Sky tower of Regains Smoke?! " ucap beberapa demi human yang nampak kebingungan atas apa yang Anma sebutkan ketika menunjuk ke arah bangunan yang terbengkalai.
" Iya, Sky tower of Regains Smoke atau kami biasa menyebutnya sebagai menara kabut ilusi... " tambahnya menjelaskan.
Meskipun sempat merasa terkejut dengan sebuah ucapan yang terkesan ambigu, Sci merasa yakin bahwa kami yang dimaksud oleh Anma adalah beberapa sosok lain yang serupa dengan dirinya maupun urusan para dewa.
" Ja--jadi.. dengan adanya menara ini, keberadaan dari tempat tinggal kami tidak akan diketahui oleh para manusia lagi? " ucap Sci sembari menyentuh dinding dari menara itu sesaat setelah Anma berjalan menuju bangunan yang dimaksud dengan beberapa demi yang juga mengikuti dirinya.
" Iya, itu benar. Terlebih lagi dengan sedikitnya kerusakan yang ada, aku rasa aku dapat memperbaikinya dengan sisa kekuatan yang ada. " balasnya dengan senyuman.
Sesaat sebelum dirinya memulai sesuatu kepada bangunan terbengkalai itu, beberapa demi nampak meributkan sesuatu dibelakangnya.
* Sdamsss sdamsss sdamsss* suara dari sebuah pukulan keras sempat terdengar beberapa kali disaat Anma mulai merapalkan sebuah mantra.
" Kalian ini!!! Bukankah dengan adanya bukti dari kekuatan yang dirinya miliki, kita dapat memenangkan peperangan ini? " ucap Wilna dengan keras sembari memegangi pergelangan tangannya sesaat setelah memukul beberapa demi human yang merendahkan sosok yang menolong mereka.
" Hehehe... itu tidak apa nona. Aku bisa memaklumi nya karena akupun sempat melukai beberapa sosok dari ras kalian " balasnya mencoba menengahi setelah gagal memfokuskan diri.
" Nah, kan. Apa yang aku bilang? apakah kalian akan percaya dengan apa yang dirinya katakan? " ucap Azreal yang tidak dapat menyembunyikan kebenciannya pada Anma sesaat setelah mengingat kejadian dimana Anma melesatkan serangan bertipe area dan membinasakan beberapa demi human.
Dalam sekejap mata, beberapa demi human yang mukanya diam tanpa kata mulai terhasut oleh ucapan dari Azreal yang terus memojokkan Anma dan mengatakan bahwa tanpa dirinya pun mereka dapat memenangkan peperangan ini
" Zreal... " ucap Azela yang merasa bahwa ucapan dari Azreal mulai memprovokasi demi human yang lain.
Tanpa memperdulikan ucapan dari sosok demi human yang separuh tubuhnya terselimuti oleh energi mana yang serupa dengan dirinya, Anma hanya diam sembari mencoba memprediksi hal menarik seperti apa yang akan terjadi.
*splendumssss* sebuah goncangan dasyat menggetarkan tanah yang mereka pijak dan menumbangkan beberapa demi human.
" Hey, nak. Apakah kamu yang ingin mempermalukan diriku dengan kekuatan lemah seperti itu? dan lagi, hanya dengan perubahan energi seperti ini saja kamu sudah seperti ini. Apakah kamu yakin bisa menang melawanku, nanti?" ucapanya pada Azreal yang tersungkur sembari memperlihatkan aura hitam yang serupa namun dengan tingkatan yang berbeda
" A--ares... apa yang sebenarnya terjadi.. " ucap Sci disaat separuh dari mereka yang ada di sana tumbang secara tiba-tiba.
" Tidak apa, mereka hanya mengalami sedikit kekacauan energi mana dan itu tidak terlalu penting untuk dibahas sekarang ini.. " balasnya sembari berfikiran bahwa mereka yang masih berdiri tegar saat ini pernah mengalami situasi tragis dengan tingkatan yang ekstrim
" M~ baiklah jika kamu berkata seperti itu... " balasnya yang sempat meragukan ucapan Anma karena hal yang dirinya tahu mengenai kekacauan mana bukanlah hal seperti yang ada di hadapannya.
Dengan sebuah senyuman manis dan sebuah ajakan untuk membantu dirinya memperbaiki bangunan terbengkalai itu, perlahan Sci mulai mengabaikan apa yang terjadi dan terfokus pada apa yang Anma ucapkan
* Sdiiingsss sdiiingsss sdiiingsss * Beberapa dentingan keras mulai terdengar dari atas menara yang selesai diperbaiki itu hingga akhirnya sebuah crobong mengeluarkan sebuah sihir aura dan menyelimuti seluruh area dari tanah yang mereka pijak.
" A---ares!!! Ke--kenapa dengan tubuhmu!!! " Teriak Sci dengan perasaan khawatir ketika sebagai tubuh dari Anma mulai menghilang secara perlahan.
" Hehehe... seperti yang aku bilang sebelumnya, Sci. Tugasku disini telah usai dan karenanya, aku akan kembali ke tempatku yang seharusnya. " balas Anma sembari membelai wajah dari Sci
" Tidak!!! Aku tidak menerima hal seperti ini!!! Aku tidak mau!!! Aku tidak mau kamu pergi dari sini!!! " Teriak tangis dari Sci sembari memeluk tubuh dari Anma dengan harapan bahwa Anma tidak akan menghilang
" Hehehe... Antralia Sicilian yang mewarisi marga Mara dari clan Kunoichi... Setidaknya apa yang kamu lakukan padaku pertemuan terakhir ini membuatku lebih senang dari pada perpisahan ku dengan Liah.... " bisiknya sebelum tubuhnya benar-benar menghilang.
Bersama dengan ucapan mengejutkan itu, tubuh Sci yang semula nampak berdiri tegap mulai goyah sebelum akhirnya tertunduk tanpa kata dengan air mata yang mulai keluar beberapa saat setelahnya