Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Dua Petarung



" Hena~! Selamat ya! " Teriak Flora dengan begitu semangat sembari berlari dan memeluk Hena dengan wajah gembira.


Bersama dengan berlalunya para pengawas lain yang selesai membersihkan area pertempuran Hena sebelumnya, Anma sempat menepukkan kedua telapak tangannya sebagai tanda selamat atas apa yang telah Hena lakukan


" Em-hm... tidak tuan, saya merasa tidak layak menerima kemenangan ini karena bantuan dari tuan. " sanggah Hena sembari menggelengkan kepalanya setelah menerima beberapa pujian dari Flora, Ryuu dan Neouro.


" Tidak apa Hena. Aku tidak melakukan apapun kepadamu selain dari memperkuat sihir penghalang disekitar sini. " balas Anma sembari menepuk kedua bahu Hena untuk membuatnya percaya kepada kemampuannya sendiri.


" Ayah benar Hena. Semua yang kamu lakukan tadi itu luar biasa! terlebih lagi serangan macam apa itu tadi? kamu seperti syusungs dan setelahnya dabrug, lawanmu tumbang dengan luka yang mengerikan! " lanjut Flora, Ryuu dan Neouro secara bersamaan


Setelah sempat tertawa kecil dengan apa yang mereka katakan terhadap kemampuannya yang sudah meningkat, dia mencoba menerima kenyataan bahwa dirinya memenangkan pertandingan itu dan setelahnya dia pun sempat mengatakan bahwa teknik yang dirinya gunakan merupakan teknik yang muncul secara spontan setelah kepercayaan dirinya bangkit disaat Anma menyemangati dirinya.


" Hm~ yah... Setidaknya aku akan berterima kasih kepada Quinn karena telah melatihmu sampai bisa mengeluarkan teknik ultimate semacam ini. " Balas Anma yang nampak tidak terlalu terkejut dengan apa yang Hena jelaskan mengenai serangan mutlaknya setelah mengingat adanya beberapa peningkatan pada status yang ada.


Disaat mereka nampak begitu asik membahas beberapa hal, seorang pengawas lain mulai mendekati mereka dan mengatakan bahwa Ryuu dan Neouro akan saling berhadapan satu sama lain di pertandingan selanjutnya.


" Aku tidak berharap bahwa pertandingan diantara kalian akan terjadi setelah kemenangan luar biasa dari Hena. Oleh karena itu aku tidak terlalu berharap banyak kepada kalian berdua karena apapun hasilnya nanti aku akan sangat senang bisa melihat perkembangan kekuatan dan kemampuan dari kalian. Selain dari itupun nantinya aku akan mengabulkan satu keinginan kalian sebagai hadiahnya. Maka dari itu, tolong tunjukkan kepadaku bahwa kalian pantas untuk menerima hal ini. " ucap Anma memberikan sedikit motivasi kepada kedua Maiden yang selalu bersama itu agar menunjukkan kemampuannya.


Dengan anggukan kepala dari keduanya sebagai tanda siap untuk melakukan yang terbaik, baik Ryuu maupun Neouro sama-sama meremas genggaman tangan dari Anma sebagai tanda semangat sebelum akhirnya Anma memeluk keduanya dan kembali membisikkan sesuatu kepada keduanya


" Kalau begitu semangat ya kalian berdua. " ucap Hena sesaat setelah Anma dan Flora pergi ke tempat semula untuk melihat seperti apa pertandingan diantara keduanya.


Sesaat setelah Hena pergi, pandangan mata dari Ryuu dan Neouro yang saling bertemu mulai menampakan tanda persaingan setelah mengingat bisikan dari tuannya yang menyatakan bahwa nantinya dia hanya akan mengabulkan satu permintaan untuk salah satu dari mereka yang berhasil memenangkan pertarungan itu.


" Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Ryuukyuu Dendogra dan Neouro Rainpath! Yang tidak lain dan tidak bukan merupakan dua petarung terkuat ke dua setelah Helenia dari kelompok pengembara malam yang akan saling berhadapan!!! " Teriak pengawas pertarungan itu sembari menunjuk ke arah Ryuu dan Neouro yang tengah berjalan sembari bergandengan tangan menuju area pertarungan itu dengan wajah yang nampak berseri.


* Staps * sebuah tepukan tangan diantara Neouro dan Ryuu yang begitu keras nampak terdengar setelah teriakan dimulainya pertarungan itu


" Hey, Ryuu. Akan aku pastikan bahwa aku akan menjadi yang pertama yang menjadi bagian dari Reli setelah aku mengalahkanmu dalam pertarungan ini. " ucap Neouro sembari membuka buku yang dibawanya dengan tatapan tajam


Melihat sebuah tatapan dari Neouro yang mulai terprovokasi, Ryuu nampak tersenyum dan mulai bersiap diri untuk melesatkan serangannya.


* sbrungsss sbrungsss stiiiiingsss drams dwara dwara * Sebuah serangan awal berupa lontaran api dari beberapa rune mulai menyerah Ryuu disaat Ryuu mulai berniat menyerang Neouro.


Bersama dengan beberapa batuan orb tipe tanah dan angin yang sama sama melesatkan serangan berupa pisau udara dan hunusan tanah, Ryuu nampak kesulitan untuk mendekati tubuh dari Neouro dan membuatnya hampir terkena luka fatal akibat hunusan tanah yang muncul secara tidak beraturan


" Hehehe... meskipun sebelumnya aku sudah kalah lima kali dan lima kali seri, setidaknya ini akan menjadi kemenangan ku yang kelima sekaligus penentu siapa yang terhebat diantara kita! Hahaha!! " gelak tawa Neouro yang nampak puas ketika melihat Ryuu bersusah payah untuk mendekati dirinya.


* tch * " Memang aku sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi setelah kemenangan keempatnya waktu itu. " gumam Ryuu dalam diamnya sembari mencoba membaca pola serangan dari Neouro yang terkesan asal


" Meskipun demikian, aku menolak untuk menerima kenyataan bahwa aku akan kalah di sini! Maka daei itupun sama seperti Hena! Aku akan menggunakan teknik baru yang aku kuasai berkat bantuan para Reli di masa pelatihan itu! " tambahnya dengan penuh semangat sembari melesatkan serangannya pada Neouro sesaat setelah berhasil menemukan sela diantara semua serangan yang Neouro berikan


* Swungsssss dbraaaaamsssss * Sebuah hantaman keras yang diberikan oleh Ryuu menggunakan kepalan tangannya berhasil dihentikan oleh Neouro dengan sebuah tangan raksasa dari sebuah golem tanah.


" Hehehe... Aku sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi. Maka dari itu pun aku sempat meminta nona Flora mengajariku bagaimana cara membuat sebuah golem sederhana " ucapnya dengan awalan tawa ketika melihat wajah dari Ryuu yang nampak terkejut ketika serangannya bisa terbaca.


* Gradadadadadadang..... * bersama dengan runtuhnya tangan besar itu, Ryuu mulai melompat mundur untuk mengantisipasi serangan dari Neouro sekaligus sebagai jeda waktu agar dirinya mampu menyusun ulang serangannya


* Sbriiiingssss sbriiiingssss sbriiiingssss * beberapa serangan bertipe blasing mulai dilesatkan Neouro ditengah debu yang timbul akibat serangan sebelumnya


" Celaka!! " teriak Ryuu ketika melihat sebuah batuan orb besar bertipe api mengarah langsung ke tubuhnya dengan sangat cepat


* scresssss dhaaaamssss * sebuah suara dari kulit yang meleleh nampak terdengar samar ketika batuan orb itu menghantam tubuh Ryuu dengan keras sebelum menerbangkannya ke sisi lain dari arena itu.


" Dengar, Ryuu... Aku memang mengakui bahwa kamu selalu membanggakan ketahan tubuhmu yang keras itu. Namun setelah beberapa pertarungan yang cukup mengesalkan itu, aku mengetahui satu hal bahwa dirimu bukanlah sosok setangguh ya aku pikirkan " teriak Neouro yang nampak kesal sembari mengumpulkan sebuah energi sekala besar yang terpusat pada batuan orb bertipe tanah yang dihadapannya telah tertata rapi beberapa baruan orb bertipe api dan angin


" Ya ampun, Neouro... Apakah kamu benar-benar yakin untuk melesatkan serangan berbahaya itu kepada Ryuu? " gumamnya dalam diam ketika melihat sebuah tombak batu yang senakin membesar mulai tercipta.