
*Gbyarssss * sesuatu menghancurkan salah satu dinding dari ruangan yang mereka tempati disaat Sci mulai menjelaskan kejadian yang terjadi.
" A---arest, bi--bisakah kami meminjam kekuatan yang kamu miliki untuk menyelamatkan ras kami yang ada di ambang kehancuran ini.... " balas Sci yang kembali gemetar ketakutan ketika mengarahkan pandangannya ke bagian dinding yang menampakkan dengan jelas kengerian dari beberapa sihir area yang berterbangan serta beberapa bayangan kecil nampak beradu kemampuan dalam berpedang
" Hehehe... yah, tentu.. tanpa kamu minta pun aku akan membantumu karena itulah alasanku berada di sini" balasnya ramah dengan mengusap kepala dari Sci yang kala itu tertunduk sembari sujud
" [Yang aku ingat beberapa hari lalu, aku kehilangan kekuatan karena Paradox dan aku ingat betul bahwa dirinya berkats bahwa "pada titik ini, kamu akan kehilangan banyak sosok yang berharga... " tapi apa hubungannya dengan kejadian ini...] " pikirannya sembari melihat sebuah medan peperangan yang secara jelas di depan mata dapat disimpulkan bahwa pihak dari ras manusia akan memenangkan peperangan ini dan kepunahan dari ras demi human adalah hal yang pasti.
Dengan sebuah lubang yang cukup besar di salah satu dinding tempatnya berada, Anma kembali mencoba mengamati medan peperangan itu yang terfokus dari garis pertahanan di area pantai yang telah hancur sampai ke area pertahanan terakhir di sebuah benteng yang melindungi sebuah kota yang diambang kehancuran.
" Bukankah ini terlihat sangat mengerikan, Ares.... " ucap Sci sembari mencoba menguatkan dirinya untuk melihat perjuangan keras para demi human untuk memenangkan peperangan.
" Tanpa kamu mengatakannya pun aku sudah paham betapa mengerikannya medan peperangan ini... " balas Anma sembari menatap ke beberapa sihir tipe area yang mulai melesat ke arah dirinya
" Delvian Shell " Rapalan mantra sihir pelindung dari Sci yang menciptakan sebuah bariarel yang berbentuk sebuah cangkang raksasa untuk melindungi tempatnya berada.
" [Namun, medan perang ini tidaklah terlalu sulit untuk dimenangkan sama halnya pertempuran di pantai Barat Barlkara...] " gumamnya yang mengingat sebuah peperangan dengan medan yang serupa dengan peperangan ini.
* Swuuupssssh * Anma melompat dari tempatnya berada disaat sihir area itu semakin mendekat dan Sci masih merapal sebuah mantra.
" [Perasaan ini.... Sensasi ini... Dan suasana ini... Apakah mungkin Paradox mencoba memberitahukan kepadaku bahwa ilusi yang dirinya berikan waktu itu akan membawaku ke satu pertempuran yang lebih besar dari ini... " pikirnya sesaat ketika menyadari hal yang serupa pernah dialami pada suatu waktu di masa lalu.
----------------
" Nah, benar... Jatuhlah kedalam peperangan itu dan buat mereka mengetahui siapa jati dirimu... " ucap sosok Paradox yang melihat ke arah sebuah batu orb bercahaya yang menempel di atas dinding dari tempatnya berada sebelum tubuhnya yang berupa batuan hitam dihancurkan oleh sosok berpakaian serba putih itu.
" Ares!!!! " ucap Sci yang memanggil Anma ketika Anma menghilang dari tempatnya berada setelah debu yang menghalangi pandangannya menghilang.
* Gbruuuumsssshh..... * sebuah ledakan besar sempat mengalihkan pandangan dari beberapa demi human dan para manusia yang bertarung dengan sekuat tenaga.
* Sbralsshhh..... * tidak lama setelah ledakan besar terjadi dan kepulan asap dan debu mulai membumbung tinggi, sepasang sayap putih sempat terlihat samar untuk sesaat sebelum sebuah hempasan angin menerbangkan seluruh sosok yang berada di dekat tempat itu.
" Siapa sosok itu?!!! " ucap Willa yang kala itu terkejut atas hentakan energi mana yang tidak wajar disaat dirinya terlalu fokus untuk menyembuhkan beberapa prajurit demi human di satu pos garda depan
" * sciiiiingsss.... sbralsssh.. sjlbs * Bukankah itu Putri Alia?!! " sahut seorang demi human setelah menebas tubuh seorang manusia yang teralihkan pandangannya.
" Aku bersyukur karena kebaikan sosok itu, kekuatan yang aku miliki bisa kembali... " ucap Anma sembari bangkit dari posisinya saat itu dan mulai melebarkan sayapnya untuk sesaat sebelum kembali menutupnya dan melihat dari dekat peperangan yang sebenarnya.
* Zdrazps zdrazps zdrazps zdrazps * beberapa percikan api sempat muncul ketika kabut hitam yang menyelimuti tubuh Azela bergesekan dengan aura merah kehitaman dari Anka hingga membuat Azela sangat kesakitan.
" Akh, nona... terima kasih atas perhatiannya. Namun seperti yang anda lihat, aku baik baik saja... " ucap Anma sembari berjalan keluar dari kawah tempatnya jatuh dengan memperbaiki posisi dari sarung tinjunya agar lebih nyaman untuk dipakai
" Ada apa Azel?!! Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti itu? " ucap seorang demi human yang melihat Azela sangat tersiksa atas sesuatu.
" Ti--tidak apa Rudolph... A--aku hanya sedikit memaksakan diri tadi..." balas Azel yang masih berusaha tetap berdiri tegak dan menghampiri sosok dark elf ber rambut putih yang sempat jatuh dari atas menara.
" * Hyuuupssss huuuuh.... * Kalian berdua tenang saja, aku bukanlah sosok yang berbahaya bagi kalian. Dan nona yang disana, akan lebih naik jika anda memulihkan diri kembali untuk sementara waktu." ucap Anma sembari mengubah gaya rambut yang terurai ke gaya rambut poni tail
" Dan yah... serahkan saja medan peperangan ini kepadaku karena kemenangan atas ras kalian berada di telapak tangan ku." tambahnya sembari mempererat sarung tinjunya hingga menimbulkan beberapa glombang energi yang nampak seperti aliran listrik bercahaya
" Apa yang kamu maksudkan? " ucap Azel yang masih terasa kesakitan saat bagian hitam dari tubuhnya mulai berubah bentuk menjadi sebuah baju zirah dengan bagian bahu yang meruncing
Anma yang kala itu menyadari perubahan itu hanya terdiam dengan sebuah senyuman sebagai tanda balasan untuk seorang demi human yang dirasanya mirip seperti salah satu anak dari Juan dan Jian.
* Szrapszh.... * dalam sekejap mata Anma melesat dari tempatnya berada dan menghempaskan kedua demi human yang ada didekatnya.
* Gbruuumssss szrapshs gbruuumssss gbruuumssss szrapshs gbruuumssss * Dengan sebuah serangan cepat lagi bertipe fatal damage membuat setiap tubuh yang terkena pukulan langsung darinya langsung hancur berkeping-keping dengan beberapa tubuh yang ikut terhempas sebagai efek damage areanya.
" Apa apaan kekuatan itu? " ucap Zeral yang melihat sebuah cahaya yang nampak seperti petir putih bergerak dengan sangat cepat dan meninggalkan beberapa kawah damage area mengerikan serta beberapa tubuh dari ras manusia dan ras demi human yang terluka parah.
* Sbramsssh.... * sebuah ledakan dari sihir area berhasil di tahan oleh sosok di balik petir putih itu dan memperlihatkan secara jelas sesosok dark elf berambut putih dihadapan tubuh Zeral yang bertempur di udara
* Zralpsssss dramsss dramsss dramssss * bersama dengan beberapa bola api yang tercipta dari pukulan yang jelas menggunakan teknik bela diri tanpa sihir, membuat beberapa sihir area yang menerjang ke arahnya dihancurkan dengan sangat cepat dan bahkan beberapa serangan itu yang justru berbalik menyerang para perapal sihir area dari pihak manusia.
Zeral yang melihat apa yang ada di hadapannya hanya bisa terdiam tanpa kata dan terus memperhatikan sosok tadi dan mencoba mengikutinya untuk mengetahui siapa identitas sosok itu sebenarnya.
*Swuuupngsssssh swuuuuuuuuuungsssssss swuuuuuuuuuungsssssss* Sesaat setelah mengelurkan kembali sayap miliknya untuk melesat lebih tinggi dari tempatnya berada, Anma menciptakan sebuah pentagon sihir raksasa dan membuat Zeral dan mereka yang ada dibawahnya langsung mengaktifkan mantra pertahanan
" Partical blazze!!" ucapnya sebelum melepaskan sebuah kumpulan energi mana yang mulanya terkumpul dari beberapa energi sihir yang terserap ke dalam pentagon ciptaannya
*Sbruuuuuuummmmsssssshhhh * Sebuah cahaya besar yang tercipta dari energi mana itu melesat dengan cepat ke suatu area dan hampir membinasakan seluruh pleton prajurit dari ras manusia serta membuat efek berupa gelombang raksasa yang menggulung beberapa kapal yang berada di dekatnya.