
" Hey... apakah kita memenangkan pertarungan ini? " ucap seorang demi human yang keluar dari balik reruntuhan dengan penuh luka sabetan pedang serta beberapa lebam.
" Untuk saat ini kita bisa menganggapnya begitu. " balas seorang demi human lain sembari menawarkan bantuan.
Bersama dengan dikeluarkannya demi human itu dari reruntuhan, beberapa demi human yang masih bisa bergerak nampak berkumpul di dekat sosok dark elf ber rambut putih sembari bersikap siaga.
" A--ares.... " ucap Sci sembari mencoba mendekati sosok Anma yang masih berdiri kokoh sembari melihat ke arah dirinya beserta beberapa demi human yang mulai mendekat.
" Lia... ? " balasnya pada Sci yang secara samar mengingatkannya pada Liah.
" Apakah kamu baik-baik saja? " ucap Sci sembari mencoba menyentuh tubuh Anma dengan hati-hati.
" Hm... iya, aku baik. " balasnya sembari menghindari kontak fisik dengan Sci.
" Syukurlah jika kamu baik... " ucap Sci yang merasa senang atas jawaban itu
" Lalu bagaimana dengan peperangan itu? " tambahnya setelah memberanikan diri untuk bertanya ketika Anma nampak mengabaikan dirinya.
" Mengenai pertempuran atau apapun yang terjadi tadi, kamu tidak perlu menghawatirkan nya. Karena seperti apa yang kamu lihat, mereka telah tergeletak tanpa nyawa... " balasnya sembari menunjukkan beberapa bagian tubuh yang tersisa di ananta lautan kabut yang menutupi area itu.
" Ja---jadi bisa dikatakan bahwa kita memenangkan peperangan ini?! " ucap Sci yang senang sembari melihat beberapa tubuh yang Anma maksudkan disaat kabut yang ada mulai menghilang.
Mendengar jawaban darinya, Sci mulai berjingkrak senang lagi bahagia karena pada akhirnya tanah kelahirannya tidak direbut oleh ras manusia
*scrptsss* suara dari sesuatu yang retak sempat terdengar samar diantara tubuhnya.
" Ka Azel!!! Ka Zeral!!! Bibi Yola, Bibi Ellen, semuanya!!!! Kita berhasil memenangkan pertempuran ini!!!! " Teriak semangat dari Sci yang berlari menuju para demi human dengan wajah bahagia
" Yoland... Gellen... Willa... Willna... Nico... " bersama dengan ucapnnya yang melihat para demi human yang mulai mendekat, beberapa serbuk berkilau nampak terbang dari salah satu telapak tangannya.
" Nameral Alf.... Secilian namora... Tmouri enddirs chaos..." ucap seorang pria sembari menyentuh sebuah bola kristal yang menunjukkan bayangan dari sosok Anma yang kini dikelilingi oleh para demi human
* sblingsss sblingsss sblingsss sblingsss * beberapa partikel cahaya mulai bermunculan dari telapak tangan seorang wanita berjubah gelap yang berdiri sangat dekat dengan Alpa ketika ribuan tombak cahaya menghujani seluruh area di dekatnya.
" Aku senang bisa kembali bertemu denganmu lagi, Al...pa..." ucap wanita itu dengan lirih disaat dirinya menyadari bahwa Alpa tengah memandangnya dengan sisa tenang yang dimiliki.
Sesaat sebelum pandangannya mulai menghilang, dirinya melihat sesosok bayangan lain berwarna putih yang mulai mendekat sosok yang ada di hadapannya.
" Cerialah kembali, Sci... Dengan musnahnya mereka serta hancurnya beberapa jenis sihir pengulik informasi, keberadaan dari tempat ini bisa kembali tersembunyi dan kalian bisa hidup dengan damai disini." ucapnya sambil mengusap air mata dari Sci sesaat setelah dirinya bersiap merapal mantra untuk kembali ke tempatnya.
Bersama dengan usapan balasan dari Sci serta ucapan balasan untuk dirinya. Anma kembali meyakinkan kepada Sci bahwa dengan adanya bukti kekuatan yang sempat dirinya tunjukkan, pihak dari para manusia maupun pihak dari para Iblis akan berfikir dua kali sebelum kembali menyerang tanah yang dipijak nya saat ini.
" dan dengan adanya sumber mana yang cukup melimpah dalam diri kalian, Sky tower of Regains Smoke bisa kembali diaktifkan " lanjutnya setelah mengalihkan pandangannya ke arah menara yang serupa mercusuar yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai.