Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Sarapan & Harapan



Melihat beberapa anggota terkuat itu nampak begitu akrab dengan Flora maupun para maiden, Anma sempat menunjukkan senyum bahagia ketika impian kecilnya untuk menyatukan seluruh ras bisa terlihat didepan mata.


" Papa~, apakah setelah ini, kami akan kembali ke tempat itu? " ucap Alin dengan nada sedih seakan tidak ingin kembali ke dalam ruangan dari gerbang kehancuran


Mendengar ucapan Alin yang seperti itu, Aestro dan Akun yang nampak begitu menikmati suasana yang begitu hangat itu mulai terdiam dan menantikan sebuah jawaban pasti mengenai keputusan dari Anma


" Hm~m, yah. Itu memang hal yang harus kalian lakukan setelah ini mengingat kekuatan kalian yang terlampau besar. " balasnya setelah meminum sebuah air dengan warna biru menyala yang tertuang dalam secangkir gelas yang nampak elegan


" Namun, jikalau kalian mau, kalian bisa keluar dan bermain di dalam area utama mansion. " lanjutnya setelah melihat ketiga anggota dari Twins terdiam sesaat


Mereka yang mendengar ucapan dari Anma barusan, nampak menunjukkan wajah senang mereka dan kembali menanyakan mengenai kebenaran atas apa yang terucap itu.


" Hehe... kalian harus ingat ya. Hanya di aula mansion ini saja. Selebihnya, kalian tidak boleh bermain-main di area Castel of Destruksion, Area luar mansion serta bagian dungeon dari lantai 125 sampai lantai pertama karena ada beberapa hal yang seharusnya kalian bisa sadari sendiri kenapa aku melarangnya " tambahnya menegaskan


" Selain dari itu pun, kalian masih harus bertanggung jawab atas pengawasan, suplai energi harian serta pembaharuan dari setiap unit yang berhasil masuk dalam satuan unit khusus baik dari unit penyerang hingga unit pendukungnya. " lanjutnya dengan kembali mengingatkan Twins unit agar mengerjakan tugas yang dirinya berikan


Lailia sempat menahan tawanya ketika melihat Flora dan para maiden nampak begitu heran atas apa yang Anma katakan terkait tugas dan tanggung jawab yang bahkan mereka tidak ketahui.


" Dengar ya, kalian. Meskipun kalian sempat merasa iri karena kekuatan dan posisi kami yang dianggap sebagai yang tertinggi lagi terkuat. Kalian harus tahu bahwa setiap posisi memiliki tanggungjawab yang besar..." ucap Lailia sembari menjelaskan beberapa tugas yang harus dilakukan oleh Twins, pemimpin dari Re Legiun serta beberapa tugas untuk para Reli dan berbagai macam tugas lain yang harus dikerjakan oleh mereka yang Anma percayai.


" Dan, sama halnya dengan Hena yang kini menjadi pemegang tanggung jawab atas unit dari Iron Maiden. Dalam satu atau dua kali dalam seminggu, dirinya harus menyampaikan beberapa peningkatan yang terjadi pada diri kalian kepada Arc maupun Quinn sebagai unit tertinggi yang ada dalam lingkup Mansion " lanjutnya mengambil contoh tugas paling sederhana dari seluruh tugas yang ada.


" Tapi kalian jangan khawatir. Aku akan selalu memikirkan satu hal yang pasti bisa kalian lakukan tanpa membuat kalian terbebani. " sambung Anma setelah menepuk bahu dari Lailia yang nampak begitu asik membagi informasi yang dirinya tahu.


" Dan, yah. Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, tingkatkan dahulu kekuatan dan kepercayaan ku kepada kalian dan setelahnya, aku akan memberikan sesuatu kepada kalian. " lanjutnya dengan mendekati Moli yang nampak tersenyum menahan rasa sakit dari sayapnya yang kini telah tiada.


" Dilihat dari sudut pandang manapun juga, kerusakan jaringan pada tubuhnya sudah tidak bisa lagi disembuhkan. Terlebih jika kamu ingat mengenai beberapa proyektil racun maupun radiasi yang aku rancangan dalam senjata dari Arc, seharusnya kamu tahu bahwa kerusakan ini akan berakibat fatal bagi maiden yang lain seperti beberapa unit yang terpaksa dihancurkan...." ucap Anma sembari mengusap lembut kepala Moli


Melihat sebuah perdebatan serius diantara Anma dan Lailia, Twins mencoba untuk menahan niatan dari Flora maupun Quinn dan maiden lainnya untuk mengganggu mereka


" Memang, Lailia memiliki tubuh dan kekuatan yang nampak seperti kalian. Namun kalian perlu tahu bahwa sosok pemanen yang paling kalian takuti itu adalah sosok Lailia itu sendiri " ucap Nisel setelah menancapkan salah satu pisau daging untuk memakan steak dengan tatapan mengintimidasi.


Seolah tidak percaya dengan ucapan dari Nisel, Alin dan Aestro mulai memberikan sebuah penjelasan singkat mereka dengan cara berbisik agar kedua sosok yang berdebat itu tidak mengalihkan pandangannya kepada mereka


" Selain dari itupun, sebenarnya sosok Lailia merupakan sosok paling kuat diantara kami bertiga karena dalam dirinya itu tersembunyi sebuah kekuatan dasyat yang bahkan hampir menyetarai kekuatan yang tuan miliki" lanjut Aestro menambahkan penjelasan dari Alin.


" Dan yah, Meskipun Lailia tidak pernah mau mengakuinya. Kami maupun Re Legiun unit merupakan garis keturunan langsung dari dirinya dan tuan kita sendiri. " ucap Nisel dengan tiba-tiba disaat mereka nampak begitu serius mendengarkan hal hebat lagi menakutkan dalam diri Lailia.


Bersama dengan beberapa pendapat yang mulai muncul dari maiden secara spontan, baik dari Alin, Aestro, Akun dan Nisel hanya menggelengkan kepalanya karena mereka tidak mengetahui hal pasti mengenai sesuatu yang Anma sembunyikan mengenai sosok Lailia maupun beberapa sosok lain yang kini tidak diketahui keberadaannya.


" Lalu bagaimana dengan Liah? bukanlah sebelumnya ayah pernah berkata bahwa satu-satunya sosok yang pantas menerima kasih sayangnya hanyalah sosok Liah semata? " ucap Flora yang mengingat perkataan dari Anma beberapa waktu sebelumnya.


" Memang, Sosok Liah adalah sosok yang paling aku cintai dan bahkan sangat aku harapkan sebagai pendamping hidupku. Namun seiring berjalannya waktu, aku sendiri mulai menyadari bahwa ada perasaan itu hanyalah sebuah keegoisan ku yang hanya ingin melindungi dirinya dari kejamnya dunia seperti kekejaman yang kalian alami sebelum bertemu denganku. " ucap Anma memotong sebuah jawaban sebelum Nisel mengatakan apa yang dirinya tahu


" [Namun aku sendiri pun masih belum sepenuhnya yakin bahwa itu adalah perasaan yang muncul secara alami karena mungkin perasaan itu hanyalah sebuah kepalsuan atas sebuah mantra pemikat atau semacamnya.]. " gumamnya dalam diam setelah menyadari bahwa ada sebuah kecurigaan dalam dirinya mengenai kebenaran atas perasaannya terhadap Liah.


Setelah menghirup nafas panjangnya dan melupakan sejenak apa yang sempat terlintas itu, Anma kembali menjelaskan sesuatu bahwa baik dari mereka maupun seluruh unit yang ada merupakan bagian keluarganya yang sangat berharga.


" Nah, karena sekarang sudah terlalu pagi untuk kalian istirahat, setidaknya minumlah beberapa potion ini untuk menjaga kondisi dari tubuh kalian agar nantinya kalian tetap bisa beraktivitas serta menjalankan tugas rutin yang aku berikan tanpa adanya kesalahan. " ucap Anma sembari memberikan beberapa potion untuk para maiden, Flora, Quinn, Nisel, Lailia dan Nest.