Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Arc of Arcanest



Di suatu malam yang nampak tengang, baik Arc, Quinn, Flora maupun Iron maiden nampak melakukan hal rutin yang sebelumnya selalu mereka lakukan ketika Anma masih berada dalam mansion. Namun, beberapa saat setelah sosok Shadow berhasil dikalahkan, sebuah aura merah kehitaman mulai muncul dan menyelimuti tubuh dari Arc sebelum menciptakan sebuah tornado merah kehitaman yang mencoba menghancurkan seluruh bagian dari mansion itu.


Berkat sebuah pelindung yang telah ditanamkan oleh Anma dalam mansion itu sebelumnya, tornado yang nampak mengerikan itu hanya menghancurkan beberapa tiang penyangga di aula utama beserta beberapa perabotan yang ada disekitarnya.


Sesaat telah tornado itu terhenti, sebuah bentuk lain dari sosok Arc yang menyerupai sosok Anma mulai terlihat dengan beberapa garis merah kehitaman layaknya segel yang menyelimuti beberapa bagian tubuhnya dan dengan adanya beberapa senjata yang ikut menampakkan diri, tubuh dari Arc saat ini terlihat begitu mengerikan terlebih dengan beberapa sambaran petir hitam yang beberapa kali muncul di sekitar tubuhnya.


" Flora... aku tahu bahwa mungkin ucapanku akan membuat mu dan para maiden tidak percaya... namun melihat kondisi arc yang seperi ini... Arc bukanlah arc yang kita kenal... * Sbramsssshhhh * " ucap Quinn sembari merubah bentuk armornya sebagai tanda siaga.


Sesaat setelah Arc menghentakkan salah satu kakinya sembari mengatur beberapa seongso dari meriam yang nampak jelas tengah berputar searah jarum jam, Quinn mulai mengingat sebuah kejadian yang hampir serupa ketika mereka masih berada dalam Dungeon Zean


" Saint ava Lalunar... " Ucap Quinn dengan lirih ketika Arc melesatkan serangan pertamanya


*sbruuushh..... Graaaaargh.... * Arc terhempas cukup jauh sebelum meraung dengan ganas sembari melihat sosok Quinn yang kini memakai sebuah slendang sutra berwarna merah muda yang senada dengan armor besi dan perisai berbentuk bunga sakura serta sebuah pedang besar layaknya lancer dengan warna yang sama


"Bacta, Hena, Moli, Woli, Hont, dan Pixi simpan energi mana kalian untuk sihir pendukung dan penyembuhan agar kita yang ada disini mampu bertahan walaupun nanti nya kita akan memaksakan diri untuk melewati batas kemampuan yang ada... Ryuu, Rougu, Cockti dan Crsi. Gunakan setiap kemampuan kalian secara efektif dan efisien karena mungkin pertarungan kalih ini akan menjadi ajang pertaruhan hidup dan mati. Sedangkan untuk Flora, Ro dan Neouro... perhatikan setiap celah yang mampu kami buat dan serang Arc dengan sebuah serangan Fatal dan untuk kalih ini aku sangat berterima kasih jika kalian semua bisa menumbangkan sosok terkuat sekaligus pemimpin utama dari Re;Legen unit... Antarain Laisan Arcana Meca Cimaira Nest... " ucapnya sembari memberikan arahan pada Flora dan para maiden yang memiliki daya tempur dari yang terkuat seperti Hena, Ryuu dan Rougu sampai yang terlemah seperti Pixi, bacta dan Cockti agar mampu menumbangkan sosok terkuat dari unit Re Legiun.


Mendengar ucapan dari Quinn yang begitu lantang membuat mereka yang mendengarnya mulai terbakar semangat dan mulai bergabung untuk bertarung melawan sosok Arc.


* Sbrammmsssshh..... Sdam sdams sdamssss craaaaaacsssss dbraaaashhh..... * beberapa saat setelah teriakan dari Quinn, Arc kembali melesat dengan cepat sementara Quinn terus berusaha menghindari setiap serangan itu sembari menganalisis gerakan acak dari Arc agar Arc dapat dikalahkan dengan cepat sebelum kekuatannya terkuras habis.


Dengan keikutsertaan para maiden yang terbakar semangat, setiap serangan dari Quinn yang berhasil menghancurkan pola pertahanan dari Arc dan menciptakan sebuah celah itu berhasil dimanfaatkan untuk menyerang balik melalui pukulan beruntun dari Ryuu yang tiba-tiba menghantam bagian punggung dari Arc dan kombinasi serangan dari Bacta dan Ro yang diarahkan tepat ke bagian kepala Arc membuat tubuh keras dari Arc berhasil di hempaskan cukup jauh dan memberikan jarak diantara mereka.


" Maaf Morag... aku tahu bahwa aku sudah berjanji kepadamu untuk tidak menghancurkan tubuh Arc seperti saat terakhir kami melakukannya. Namun dengan ketiadaan dari Nisel, Flanora, Akun, Maestro, Laisia dan Anma... aku terpaksa menggunakan teknik itu lagi... " gumamnya sembari menghindari serangan beruntun dari Arc yang kembali datang sembari mengurangi dampak yang dapat diterima para maiden di saat proyekti pluru dan peluru berdaya ledak terus di tembakkan oleh Arc


" Petralis Nafa... Devila Etos... Lighter light... Glitter... " ucap Woli, Pixi, Moli dan Hont yang merapal mantra pendukung seperti peningkatan kecepatan, peningkatan kekuatan serangan, peningkatan ketahanan tubuh dan peningkatan stamina secara bersamaan


" Menghindar dari sana sekarang!!! " Teriak dari Quinn sembari menyelamatkan para maiden muda ketika sebuah laser canon tiba-tiba di tembakkan kearah mereka


*Sbuuuuuummmmmssssshh.... * sebuah efek beberapa percikan petir sempat terlihat dikala laser canon mengenai dinding mansion yang dilapisi sihir dari Anma


" *glich.. glich.. glich... * Pelanggaran aturan terdeteksi... " ucap beberapa cyborg yang muncul secara bersamaan dengan berbagai macam senjata yang siap untuk digunakan untuk menyerang.


" Akh... benar... aku lupa bahwa ini masih area khusus dari Anma... dengan memanfaatkan aturan yang berlaku, mungkin beberapa familia dari Maestro maupun Akun akan ikut membantu kami... " ucap Quinn setelah memeriksa keadaan dari para maiden muda yang terlihat sangat ketakutan itu.


" Dengar... aku tahu bahwa ini adalah hal paling mengerikan yang pernah kalian alami.... namun aku minta kepada kalian untuk bersikap dewasa dan kembali ke medan pertempuran * gbruuuumsssssh gbruuuumsssssh gbruuuumsssssh* argh.... karena jika kita semua gagal mengembalikan kesadaran dari Arc... maka nyawa kitalah yang menjadi taruhannya..." ucap Quinn sembari mencoba untuk membangkitkan kembali keberanian dari para maiden muda


" Bone of Fire!!!!! *Sbraaaashhhhsss gbruuuumsssssh * " ucap Crsi sembari melesatkan serangan berupa putaran sabit berapi ke bagian pinggang dari Arc agar serangan yang bersifat fatal itu bisa mengurangi daya tempur dari Arc


" Bone Shield builder!!! " ucap Ro sembari menciptakan perisai kerangka dari berbagai ras untuk melindungi beberapa maiden dari efek serangan yang ditimbulkan oleh para cyborg yang masih beradu mekanik dengan Arc


" Gaia!!!! " teriak Flora sembari menghentakkan tongkat sihir yang diberikan Anma ke permukaan lantai utama mansion dan menciptakan sebuah glombang akar berduri yang melesat dengan sangat cepat untuk menenggelamkan sosok Arc dalam lautan akar berduri yang memiliki kemampuan berupa penyerapan energi mana


" Graaaa!!!!!!! " teriak Arc nampak kesakitan ketika semua serangan bersifat fatal terus diarahkan kepadanya.


* Scriinhsssss * dalam sekejap mata, sosok Crsi membelah salah satu tubuh dari Cyborg dan membuat Quinn, Flora dan para maiden terkejut


" Celaka!!!! " teriak dari Quinn ketika menyadari bahwa Crsi telah masuk dalam mode alliance dari Arc


" Car... ni.. vals... " ucap Crsi yang nampak berusaha melawan kehendak dari dirinya sendiri ketika mode brutal yang tertanam dalam dirinya hendak diaktifkan oleh kemampuan alliance dari arc


" Momo!!! *Sbruuuumsssshh * Tata!!! *sbdraaaamsssshhh* Tahan tubuh dari Crsi Segera!!!" ucap Flora setelah mengangkat tongkatnya untuk menciptakan dua erth golem dan menahan tubuh Crsi agar tidak memberikan serangan brutalnya ke para maiden


" Flora!!! Awas!!!! " ucap Quinn ketika Arc mulai melesatkan sebuah proyektil berdaya ledak dari punggungnya dengan Flora sebagai targetnya


" Wings of Fame!!! " teriak Moli yang melesat untuk melindungi tubuh Flora dan merelakan tubuhnya sebagai ganti perlindungan yang dirinya lakukan


* Gbralssh..... * kerasnya ledakan dari proyektil itu membuat Moli dan Flora terhempas dari tempat mereka semula dengan sepasang sayap kupu-kupu yang nampak melayang ke arah yang berbeda


Melihat keberanian dari Moli untuk menyelamatkan Flora, para maiden yang semula gemetar ketakutan mulai menetaskan air matanya dan memaksakan diri untuk bangkit agar pengorbanan yang telah dilakukan beberapa Cyborg dan Moli tidak sia-sia.


" Renbuous Nebua ... " ucap Alin yang keluar dari sebuah portal hitam dari sudut ruang utama dan menghempaskan tubuh dari Arc yang berniat menghancurkan kepala dari Quinn yang telah berada dibawah kakinya


" Maafkan aku ya, kalian bertiga... jika saja Anma tidak memberikanku akses kusus itu, mungkin mereka akan benar benar binasa " ucap Laisia sembari menutup portal hitam itu setelah Twins Unit keluar untuk menolong