Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Rencana untuk Mengembara



Bersama dengan kekalahan dari Tia bersaudara yang cukup telak akibat perbedaan kekuatan yang sangat jauh itu, pria paruh baya yang dianggap sebagai pemilik tanah itu mulai turun kembali ke arena dan tetap memaksakan kehendaknya kepada Anma agar Anma tetap mengikuti turnamen yang berulang kali diucapkan


* Stiptss * Mendengar berbagai hal yang terus berulang itu membuat Anma memutuskan untuk menghapus ingatan mereka meskipun sebelumnya dirinya pernah berjanji untuk tidak melakukan hal semacam itu semenjak pertemuannya dengan sosok Elder secara yang secara tidak langsung


" Jadi, apakah kalian yakin bahwa kalian tetap menginginkan kelompok dariku untuk menjadi perwakilan kalian dalam turnamen itu? " ucapnya kembali pada pria paruh baya itu disaat seluruh area yang semula hancur kembali seperti semula dan kegaduhan maupun hal-hal mengerikan sebelumnya tidak pernah terjadi sebelumnya.


Meskipun pada awalnya mereka yang ada di sana merasa bahwa semua yang terjadi hanyalah sebuah ilusi semata dan bukan hal yang pantas untuk ditakutkan, Anma langsung menghantamkan pukulan langsungnya ke sebuah celah kecil diantara pria paruh baya itu beserta Listia dan Lena yang ada dibelakangnya yang seketika itupun dinding dibelakangnya langsung hancur hingga menunjukkan dampak area yang cukup mengerikan karena selain dari arena yang hancur, bagian hutan yang ada dibalik arena itupun ikut terkena dampak serangan itu hingga membuat sebuah zona kosong yang cukup besar dan panjang.


" Jadi? apakah kalian yakin semua yang terjadi sebelumnya merupakan sebuah ilusi? " ucapnya kembali menegaskan sesaat setelah berjalan ke arah arena yang rusak itu dan memperlambat puluhan penonton yang kala itu ikut terhempas ke udara


" Kakak!!! Apa yang dikatakan paman iblis itu adalah kebenaran dan bukan ilusi! " teriak Luna sembari berlari menuju ke arah Listia dan Lena sesaat setelah menurunkan Linda dan Luna dengan hati-hati.


Merasa sudah tidak punya pilihan lain selain membiarkannya pergi dan mengurungkan niatannya, seorang wanita dengan bagian tubuh yang tidak lagi lengkap mulai berjalan mendekati Anma disaat pria paruh baya dan sekelompok prajurit itu mulai pergi meninggalkan Anma


" Tuan... saya sangat meminta maaf kepada anda atas ucapan dari ayah saya yang terkesan memaksa anda sebelumnya.... " ucap wanita itu sembari membungkuk hormat sebagai permintaan maaf.


" Leita! Apa yang kamu lakukan disin! Bukankah aku sudah bilang bahwa kamu cukup duduk diam di podium! " Teriak kesal dari pria paruh baya itu sembari mencoba mendekati wanita itu


* Sdramssss * sebuah bariarel kembali menyelimuti dirinya dan memisahkan pria paruh baya itu dengan sosok Leita yang ada dihadapanya.


Sembari mencoba untuk membantu Leita untuk kembali berdiri dan memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi, dirinya akhirnya mengetahui beberapa hal mengenai sistem dari turnamen Ouroboros yang tidak tertulis di aturan awal dan menimbulkan kesan terselubung akibat campuran tangan dari beberapa bangsawan tingkat atas.


" Dan karena saya sendiri gagal memenangkan turnamen itu disaat final, saya harus kehilangan banyak hal seperti yang anda lihat saat ini... " lanjutnya sembari menjelaskan mengenai sebuah kemakmuran bagi mereka yang memenangkan pertandingan dan kehancuran bagi mereka yang kalah.


Dalam diamnya sembari mengusap kepala dari Leita yang tubuhnya nampak tidak terrawat itu, dirinya sempat terpikirkan berbagai macam hal terkait hal serupa yang mungkin juga merupakan sebuah alasan dimana Laura kehilangan ibunya disaat memasuki sebuah arena pertempuran yang nampak samar ketika dirinya sedikit mengulik latarbelakang dari Laura beberapa waktu sebelumnya.


" Ayah! Siapa wanita itu? apakah ayah akan kembali membawa orang asing ke rumah dan menjadikannya keluarga seperti Laura dan Nia? " ucap Flora dengan nada ceria sembari memperhatikan secara dekat tubuh dari Leita.


" Hm~ jadi seperti itu ya! hehehe... maafkan Flora ya! Habisnya setiap kali ayah pulang, ayah pasti membawa satu atau dua orang terlantar.... dan setelah dirasa sudah cukup mampu untuk berkeluarga sendiri, ayah akan membiarkannya pergi. hehehe.... " balas Flora sembari mengatakan beberapa hal yang dirasa tidak perlu untuk dikatakan


Mendengar ucapan dari Flora yang nampak begitu terbuka atas tindakan dari Anma, baik Tia bersaudara maupun orang-orang yang ada disana mulai merasa bahwa Anma bukanlah sosok yang buruk


" He~em baiklah ayah. Flora akan diam dan memperhatikan. hehehe... " balas Flora setelah Anma memintanya untuk diam sesaat


" Kalau begitu, apakah hanya itu saja yang ingin kamu bicarakan denganku? " lanjut Anma setelah kembali terfokus pada Leita


Dengan jawaban sederhana dan sebuah senyuman di wajahnya, Leita mulai pergi menjauh dari Anma tanpa menyadari bahwa bagian tubuhnya yang tidak lagi utuh itu telah dikembalikan seperti sedia kala hingga menampakkan wanita cantik lagi mempesona


" Nah, Flora, Hena.. Sudah saatnya kita pergi meninggalkan kota ini dan kembali mengembara seperti sebelumnya " ucap Anma sembari mengajak Flora dan Hena untuk pergi


Disaat yang bersamaan dengan di gendongnya tubuh dari Ryuu dan Neouro yang masih tergeletak tanpa kesadaran itu, Leita kembali mendekati Anma dan mengatakan terima kasihnya karena tubuhnya telah kembali disembuhkan seperti sedia kala.


" Jadi, apakah setelah ini, tuan akan benar-benar pergi dari kota ini? " tambah Leita sembari menahan kepergian dari kelompok Anma yang bersaman dengan hal itu, Tia bersaudara berserta pria paruh baya itu nampak mendekati mereka dengan wajah yang nampak berbeda dari sebelumnya


" He~em, iya. Itu memanglah hal yang ingin aku lakukan dalam waktu dekat ini karena bagaimana pun juga urusanku disini sudah selesai. " balasnya dengan ramah lagi diakhiri dengan senyuman


Pria paruh baya yang semula terkesan kasar dan garang itu mulai menunjukkan sedikit empatinya kepada Anma sesaat setelah Anma menjelaskan bahwa semua tidak tanduknya yang sempat terlihat oleh mereka merupakan sebuah kebenaran.


" Untuk beberapa alasan, memang aku sengaja mendaftarkan diri di guild itu sebagai tanda bahwa diriku masih hidup dan bisa terhubung kembali dengan anggota keluargaku yang lain dan selain dari itupun aku bermaksud memperbaharui informasi yang aku ketahui setelah kejadian buruk itu menimpaku " jelasnya sembari merangkai sebuah kebohongan untuk menutupi kebenaran yang ada


" dan mengenai masalah terhadap pembelian para pelayan di kota ini merupakan bentuk lain dari rasa ibaku terhadap mereka yang hanya menjadi korban kekerasan maupun hal-hal yang tidak mereka inginkan. Lalu untuk penyerangan terhadap beberapa petualang di dalam maupun diluar arena guild itu hanyalah sebuah kesalahan pahaman dari kalian karena bagaimana pun juga mereka yang berani melukai bagian dari keluarga ku akan aku hancurkan tanpa sisa dan karena itulah meskipun terkesan sadis dan mengerikan, itu adalah caraku untuk membela diri dan melindungi keluarga ku " lanjutnya sembari mengungkit masalah mengenai beberapa keributan yang terjadi beberapa waktu lalu


" Selain itupun, alasan kenapa kelompokku bergerak waktu tengah malam, bertujuan untuk menghindari perselisihan seperti yang terjadi pada beberapa waktu sebelumnya. " lanjutnya mengakhiri penjelasan panjangnya mengenai berbagai masalah yang sempat dirinya timbulkan dan membuat pihak pria paruh baya itu terdiam tanpa kata karena salah memahami tindakan dari Anma