Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Battle of Blade Master



" Mulai!!! " teriak pengawas pertarungan itu sembari mundur ke garis pembatas arena yang telah dibagi


* Swungsssst * Sesaat setelah pengawas itu berteriak, Hena langsung melesat dengan cepat dan mencoba menggunakan kedua pedangnya ke arah Argoro


* Sdamsss!!! * Sebuah hantaman dari pedang besar yang semula ada di punggung dari Argoro menghalau serangan dari Hena dan menciptakan sebuah benturan besar hingga sempat menerbangkan beberapa tali pembatas yang membagi arena itu.


" He~m... sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan buatku " ucap Argoro sembari menendang bagian tengah dari pedang besarnya agar bisa dirinya panggul sesaat setelah Hena melompat menjauh


Bersama dengan menghilangnya debu yang sempat menutupi area itu, Hena nampak bersikap siaga sementara Argoro nampak santai seolah serangan tadi bukanlah serangan biasa.


" Hey, Bro... Bukankah itu adalah lambang dari peringkat S dengan spesifikasi ke 2 atau Lekal? " ucap Anma sesaat setelah melihat benda berkilau yang nampak dijadikan sebagai penahan jubah dari pakaian yang Argoro pakai


" Pengelihatan anda memang tajam, tuan. Sebenarnya beberapa pertandingan ini telah diatur oleh beberapa bangsawan agar nantinya kota ini tidak dapat memperoleh kemenangan.... " Balas Brotus dengan keringat dingin ketika mulai menjelaskan sebuah rencana diantara dirinya dengan para penguasa kota.


Sebuah helaan nafas panjang tanda kekecewaan diantara kesunyian para penonton yang terdiam tanpa kata, Argoro mulai memegang erat bagian pegangan dari pedang besarnya sebelum akhirnya berlari dan memulai serangan balasannya


* Swungsssst gruuumss swugs swuga dvrummmsss draaamssss sdiiiiingsss * Berbagai macam serangan brutal mulai diarahkan kepada Hena, mulai dari tebasan kuat yang menghasilkan beberapa kali glombang kejut maupun berbagai macam serangan cepat yang membuat Hena mulai terliha kualahan ketika berusaha menghindar serangan itu hingga akhirnya sebuah tebasan pedang besar berhasil mengenai tubuh dari Hena dan membuat tubuhnya terhempas ke udara meskipun sebelumnya telah ditahan menggunakan kedua pedang miliknya


" Aha~hahahaha! Ya ampun! Senang rasanya bisa melihat ada seseorang yang mampu mengimbangi serangan dariku! " ucap Argoro sekali lagi sembari menunjukkan wajah yang kegirangan


Disaat Hena terlempar cukup tinggi ke udara, dirinya dapat dengan jelas melihat tatapan tajam dari tuannya yang nampak mengerikan tengah menatap kearahnya sembari berusaha mengatakan sesuatu dengan gerakan mulutnya.


" Blazing Blade..." ucapnya secara lantang ketika memahami maksud dari gerakan bibir itu.


Sesaat setelah kedua pedang yang dipegangnya mulai bersinar dengan warna kuning keemasan, tubuh Hena yang kala itu masih diudara mulai melesat jatuh dengan cepat ke arah Argoro yang nampak menantikan serangan balasan darinya sembari mengambil posisi bertahan.


* Sclump Dsriiiinssssss Dbrruuuumssssh * Sebuah hantaman keras diantara kedua pedang yang diadukan itu menciptakan sebuah glombang kejut yang cukup besar bersamaan dengan terdengar nya suara melengking yang memekakan telinga sebelum akhirnya tubuh dari Argoro nampak terlempar jauh dengan beberapa kerusakan berat di baju zirah nya.


" Heh, benar-benar lawan yang menarik " ucap Argoro sembari mengusap sedikit darah yang ada pada mulutnya menggunakan siku sembari bersiap menyerang balik.


* Sduuumssss, sduuumssss, gsriiingsss dhamsssa drtssss scriiinhssss slassshh slassahh * Hena dan Argoro sama-sama mengadu kemapuan mereka dengan pola serangan dan bertahan sesaat setelah keduanya saling menatap satu sama lain dan mulai menghantamkan pedangnya masing-masing.


* Sdamsssh, swungsssst sclasssh, sclasssh, dhptsss gbruuumssss * Beberapa saat ketika Argoro mulai memutarkan pedang besarnya layaknya tornado, Hena yang mencoba melompati serangan itu justru ditarik paksa oleh Argoro menggunakan lengan kirinya sebelum akhirnya menghantamkan tubuh dari Hena ke atas permukaan tanah itu dengan sangat keras.


Bersama dengan berakhirnya adu kekuatan diantar keduanya, Hena nampak tidak berkutik ketika Argoro menahan pergerakannya dan membuat pengawas di arena tempat mereka bertarung mulai melihat lebih dekat kondisi keduanya sebelum mulai memutuskan sebuah kemenangan untuk Argoro


" Akh, ya ampun. Sepertinya aku juga harus turun tangan untuk menujukkan kepada mereka, siapa bosnya. " gumam Anma sembari mengusapkan dahinya disaat Hena nampak tidak berdaya


* Dgramptsss * Disaat semua pandangan tertuju ke arah Hena dan Argoro, Anma bangkit dari duduknya dah seketika itu berteriak kepada Hena untuk berhenti bermain-main dengan Argoro sembari menciptakan sebuah bariarel untuk memperkokoh pertahan lemah yang ada di sekitar area itu.


Bersama teriakan keras dari Anma, Hena langsung menendang keras perut dari Argoro dan melemparkannya jauh ke udara sesaat setelah mematahkan salah satu lengan yang mengunci dirinya.


" Bagus, sekarang kemenangan sudah jelas berada pada pihak kita. " ucap Anma dengan wajah puas ketika para penonton yang memandang kearahnya nampak begitu kebingungan.


* Sdramptssss dhpts dhpts * Sesaat setelah Argoro terlempar, Hena nampak melepaskan bagian pelindung besi yang melengkapi baju yang dirinya kenakan dan membuat sebuah ledakkan keras sesaat setelah bagian pelindung besi itu jatuh menghantam tanah.


" Oi, oi, oi... yang benar saja.... " ucap Argoro yang sempat merasa terkejut ketika sebuah aura membunuh mulai terasa ketika Hena mulai menarik kembali kedua pedangnya dengan baju yang tidak lagi memiliki pelindung


* Swuuups sdriiiiinhsssss, dramsss, dramsassh, dramsssh* Sesaat ketika Hena kembali menyerang, Argoro yang sebelumnya mengalami luka cukup fatal mulai terlihat goyah ketika Hena terus menyerangnya dengan serangan yang lebih cepat dari sebelumnya


* Sdrpts sdrpts sdrpts * " A~rghh!!! " teriak Argoro yang kesakitan ketika serangkaian serangan cepat itu terus mencabik bagian tubuhnya.


*sdhptsss... * " Hey, Nona. Namaku adalah Helenia Lainnama. Seorang kepala pelayan dari sebuah kelompok kecil yang disebut sebagai Iron Maiden. " Ucap Hena sesaat setelah menghentikan serangannya pada Argoro dan menatap tajam ke arah tuannya


* dbrangsss, scrings scrings scrings scrings gbrugss.... * bersama dengan ucapan Hena yang menyebutkan nama dari Unit Iron Maiden, sebuah ilusi dari alat penyiksaan dengan nama yang sama sempat terlihat melahap tubuh dari Argoro sebelum akhirnya beberapa luka tebasan dari pedang yang dibebaskan mulai mengeluarkan banyak darah hingga akhirnya tubuh dari Argoro pun tumbang.


" A--ayah... apa yang ayah lakukan kepada Hena? " ucap Flora yang terkejut ketika beberapa saat setelah Anam terduduk dengan sebuah senyuman, Hena nampak menyerang lawannya dengan sangat berutal hingga akhirnya memenangkan pertarungan itu.


" Hehe... tenang, Flora. Ayah tidak melakukan apapun selain dari menghilangkan keraguan yang ada pada diri Hena dan menambahkan beberapa sihir pelindung disekitar arena itu agar kekuatan yang Hena pendam tidak memporak-porandakan arena ini dan membunuh banyak orang. " balasnya dengan senyuman sembari melihat beberapa orang nampak mencoba membawa tubuh dari Argoro dengan sebuah tandu.


Meskipun pada mulanya banyak orang yang tidak percaya atas apa yang telah terjadi dan menaruh curiga kepada Anma yang sempat berteriak, pengawas pertarungan yang mengawasi pertarungan diantara Hena dengan Argoro menyatakan bahwa Hena adalah pemenangnya.


" Nah, sekarang mari kita ucapkan selamat kepada Hena atas kemenanganya. " ajaknya setelah meminta brotus untuk tetap ditempatnya sementara dirinya mengajak Flora, Ryuu dan Neoro untuk pergi menemui Hena yang nampak gemetar sembari memegang senjata yang dipenuhi dengan aliran darah.