Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Leita Lala



* Slashssss dbrugs * " Pemenangnya adalah.... " ucap seorang pengawas dalam sebuah pertarungan sembari mengangkat tangan kanan seorang yang nampak samar.


" Akh, benar... semenjak kejadian itu, hidupku hancur.... " ucap seorang wanita yang terduduk lesu dengan pakaian yang compang-camping lagi tubuh yang nampak tidak terurus


Dengan mengingat sebuah hal menyakitan yang pernah dirinya alami, wanita terus bergumam dalam kesendirian sembari mengusap beberapa luka yang ada dalam dirinya dan senyuman kecil dikala air matanya mulai mengalir


* Sgreeengsss dra dak dak dak* sebuah pintu besi dari ruangan gelap tempatnya berada saat itu mulai terbuka dan membuatnya yang kala itu berada dalam kegelapan mulai menampakkan wajah kebahagiaan


" A~kh.... Anakku!!! " Teriak seorang pria tua sembari mencoba memeluk tubuh dari wanita itu sesaat setelah beberapa orang berpakaian besi melemparnya dengan keras ke arah pria tua itu


Dengan sebuah senyuman kecil diatas tubuh yang penuh luka dan beberapa bagian tubuh yang tidak lagi utuh, wanita itu mengusap lembut wajah dari pria itu beberapa kali sebelum akhirnya kesadarannya menghilang


" Leita!! Tolong maafkan aku karena telah memaksamu ikut dalam pertarungan menerikan itu! " Teriak pria tua itu sebelum sebuah keheningan menyelimuti tubuhnya kembali


* Scrings * Sebuah cahaya kuning keemasan menyilaukan mata membuat kesadarannya kembali ke dalam dirinya


" Selamat datang, Leita Lala... " ucap seorang perempuan dengan pakaian dewi yang nampak melakukan sesuatu dengan sebuah layar sihir yang sangat besar dihadapannya.


" Akh.... kepalaku.... " ucapnya sembari memegangi kepalanya dan mulai berusaha mendekati sosok itu


" Kamu tenanglah Leita. Aku bukanlah sosok yang akan menyakitimu.... " ucap sosok itu sesaat ketika Leita nampak kebingungan karena beberapa saat setelah dirinya berjalan, dia tidak pernah mencapai sosok itu yang nampak jelas berada dihadapannya.


" Suaraku!!! " teriaknya ketika menyadari bahwa ucapannya selama beberapa saat lalu tidak mengeluarkan sebuah suara.


Dalam keadaan bingung dan terus berusaha mencari tahu lagi menanyakan apa yang terjadi pada dirinya, sosok perempuan berpakaian dewi itu tersenyum sesaat ke arah Leita sebelum kembali terfokus ke arah layar sihirnya


" Apakah... aku.... sudah tiada.... " ucapannya dengan wajah yang nampak ketakutan


" Hehehe... kamu tidak perlu berfikiran buruk semacam itu.. Jika kamu tetap diam dan tenang, sekumpulan energi mana yang ada dalam ragamu tidak akan mengacaukan jiwa mu yang berada di tempat ini.... " balas sosok itu sembari mendekati Leita


Merasa bahwa ini adalah kesempatannya untuk bertanya beberapa hal, sosok itu hanya membisikkan beberapa kata sederhana sebelum akhirnya dirinya melihat sebuah atap dari sebuah tempat tidur mewah yang cukup besar dengan beberapa kilauan emas yang bersinar.


" Le---leita!! " teriak seorang perempuan paruh baya dengan wajah yang nampak begitu terkejut ketika melihat keberadaannya.


Bersama dengan dirasakannya kembali sebuah pelukan hangat dari sosok itu, pria tua yang sebelumnya mulai mendekat dan ikut memeluk


Isak tangis kebagian nampak jelas diantara mereka ketika mengetahui bahwa putrinya yang telah lama dijadikan mainan oleh sang pemenang bisa kembali ke ruang lingkup keluarga mereka dan eskipun sebelum sempat terdengar beberapa kali ucapan permintaan maaf, Leita nampak tidak peduli akan hal itu dan hanya memeluk hangat kedua sosok itu dengan wajah yang berlinang air mata.


" Baiklah... baik... aku akan mengumpulkan mereka yang memiliki pengetahuan luas mengenai penyembuhan dan membuatmu kembali normal seperti semula.. " balas pria tua itu setelah mendengar ucapan dari Leita yang mengatakan bahwa dirinya hanya ingin sendiri untuk beberapa waktu ke depan.


Sebuah hembusan nafas panjang membuat sebuah noda kecil di hadapan jendela kaca yang mengarah langsung ke sebuah permukiman padat yang dulunya nampak renggang.


" Entah sudah berapa lama aku menjadi peliharan orang busuk itu dan hidup dalam kesendirian dalam kandang kecil dengan beberapa babi yang terus datang tiada henti.... " gumam Leita sembari meremas tralis besi yang ada di hadapannya hingga hancur dan melukai tangannya.


Sebuah tangisan kembali pecah disaat dirinya terduduk dalam kesendirian sembari meratapi apa yang telah terjadi dalam dirinya dan membuat kedua orang yang sebelumnya sengaja menunggu di depan kamarnya sama-sama menahan air matanya dengan meremas bagian dada mereka sebagai tanda bahwa hati mereka pun ikut hancur atas apa yang diterima anaknya.


Waktu berlalu dengan begitu cepatnya dan mengubah siang menjadi malam dan hari berganti bulan.


" Kenapa! Kenapa mereka yang memiliki pengetahuan luas mengenai penyembuhan tidak bisa mengembalikan kondisi putriku seperti sebelumnya! " teriak kesal Levite setelah seorang petualang menundukkan kepalanya dan pergi


" Tenanglah sayang... kamu harus tetap tenang dan menghadapi semu ini dengan tabah.. " nasehat perempuan paruh baya itu sembari memeluk Levite dari belakang


" Tapi ini sudah ke sekian kalinya aku mengundang para petualang itu dan bahkan sudah hampir semua petualang yang berada di kota ini sudsh mencoba menyembuhkan Leita! " balas Levite dengan menyobek kertas pengajuan misinya yang menerangkan sebuah hadiah dengan nilai tunggi serta sebuah status yang akan diberikan olehnya ketika mereka bisa menyembuhkan putrinya.


" Tidak, sayang.. Itu belum semuanya... Lihatlah ini.. " ucap wanita paruh baya itu sembari menunjukkan sebuah surat dari Shofia yang didalamnya terdapat sebuah surat dan sebuah kertas berisikan statistik data serta sebuah pencapaian luarbiasa dari sekelompok petualang


" Meskipun ini terkesan mengada ngada, saya menyarankan tuan agar tuan mencobanya. Karena bagaimanapun juga, kelompok tersebut berhasil menyelamatkan Luna dengan sebuah item sederhana.... " ucapnya dalam hati sembari membaca surat dari Shofia


" Pengembara Malam... Antares Floransia.... Floran ma Valentia..... Magicecaster..... Arcan Ets Atnma.... Lancers... Quin nara lainnama.... High Priest..... Iron Maiden... Helenia... Ryuukyu... Neouro... Pixila... Coktilas... Rofun... Rougu ingar... Tanaka... Molia... Bactara... Wolinca... Ilaimp... Lilia lilim... Mentinar... " lanjutnya dengan membaca keterangan dari kelompok yang dimaksudkan beserta daftar nama dan statistik pencapaian yang cukup mencurigakan.


Levite yang kala itu teringat bahwasanya Shofia tidak akan berani mempermainkan kepercayaannya memutuskan untuk mengundang kelompok itu dalam waktu dekat meskipun sebelumnya dirinya merasa ragu bahwa kelompok itu benar-benar memiliki sesuatu yang jauh berbeda dari beberapa kelompok sebelumnya.


" Dan dengan adanya permintaan ini, kami meminta kepada anda selaku ketua kelompok untuk hadir menghadap kami dalam waktu dekat ini... " ucap Hena sesaat ketika Shofia menunjukkan sebuah surat yang ditujukan untuk kelompok yang Anma buat


Sebuah keheningan sepat terasa ketika Hena selesai membaca surat itu dan memandang ke arah Shofia dengan wajah yang nampak kebingungan


" Saya sendiri memang ditunjuk oleh tuan sebagai pemimpin sementara untuk kelompok ini. Namun dengan adanya hal besar semacam ini, saya harus meminta perizinan dari tuan.... " Balas Hena sembari menjelaskan bahwa dirinya berniat menolak permintaan itu dikarenakan hal itu bertentangan dengan apa yang tuannya ucapkan


" Akh, iya. Kamu benar, Helen. Dia sangat membenci kaum bangsawan dan hal-hal yang bersinggungan dengan itu. " balas Shofia yang teringat ucapan dari Anma ketika Shofia mengatakan penolakannya secara halus