Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Sosok lain dalam diri Alpa



" Hyu~hm~s.... " hela nafas panjang dari Alpa yang duduk di atas atap dari bangunan yang menjadi tempat persembunyian Grim.


Bermandikan cahaya bulan merah menyala menjadikan pandang yang seharusnya sunyi menjadi pemandangan yang terasa lebih mencekam dari biasanya.


*scringsss* sebuah tatapan tajam dari Alpa yang ada di atas atap itu memberikan kesan garang bagi beberapa orang yang menatapnya dari balik bayangan.


" Alpa~? apakah kamu masih di sini? " ucap Fla setelah keluar dari dimensi ruang dari Grim yang tersembunyi.


" Selamat malam Fla... iya, aku masih di sini seperti biasanya " balas Alpa dengan ramah


*nikh* Flairia menampakkan wajah terkejutnya ketika melihat Alpa yang nampak lebih menakutkan dari biasanya


" Hey, Fla. Apakah kamu masih belum terbiasa melihat diriku yang seperti ini... " tambahnya dengan akhiran tawa ketika melihat Flairia menampakkan rasa takutnya


" Hehe... maaf ya, Alpa... Seperti yang kamu bilang barusan, aku masih belum menganggap perubahan dari tubuhmu itu menjadi hal yang biasa bagiku " balas Flairia sembari berjalan mendekati tubuh Alpa


Dengan sepasang kulit berbuku yang menjulang di sisi kiri dan kanan bahunya, beberapa orang yang melihat sosok Alpa dari kejauhan akan mengira bahwa itu hanyalah hiasan armor semata dan meski pada siang hari sekalipun orang-orang yang ada di sekitar mereka hanya menganggap bahwa ekor berbuku yang berkibas adalah asesoris penunjang penampilan dari sosoknya


" Tidak apa Fla, aku pun tidak akan memaksamu untuk terbiasa dengan hal ini." balasnya setelah mengalihkan kembali pandangannya ke arah kota yang nampak kacau lagi tidak terurus


" Hm~ yah, baiklah... oh iya aku kemari untuk mengajakmu makan malam bersama dengan Grima... " ucap Fla sembari melihat wajah Alpa yang nampak sedih


" Oah, sudah waktunya makan malam ya... kalau begitu tolong sampaikan pada Grima bahwa aku akan melewatkan waktu makan malam ini seperti beberapa waktu sebelumnya. " balas Alpa dengan senyuman


" Tapi Alpa, bukankah sudah lebih dari dua hari kamu tidak makan? dan bahkan beberapa bekal yang sudah aku siapkan untuk makan pagi dan siang selalu kamu bawa kembali dalam keadaan utuh... " balas Fla mengingatkan pada Alpa mengenai pentingnya makanan untuk kesehatan dirinya.


" Tidak apa, Fla. Selama aku masih bisa menahannya itu akan baik-baik saja... " balas Alpa dengan memegang perutnya


" Tapi.... " sahut Fla khawatir


" Lagipula semenjak kejadian itu, aku merasa bahwa keberadaan ku tidak lagi dibutuhkan... " lanjutnya sembari menatap langit kala itu


" Jangan seperti itu, Alpa... Bukankah beberapa bulan lalu kamu sangat bersemangat untuk kembali bertemu dengan tuanmu itu? " balas Fla mencoba menghibur


Alpa hanya terdiam sembari memperhatikan cahaya bintang yang sama dan sesekali melihat kembali ke arah sekitar kota


" dan... dan mungkin Sese pun akan merasa sedih jika kamu nampak lesu seperti itu, Alpa.. " lanjutnya setelah mengingat koper berisikan kepala dari Sese


" He~m... Se.. se? Kamu benar Fla.. bukan saatnya aku menampakkan sikap buruk seperti ini sementara Sese belum kembali seutuhnya. " balas Alpa yang nampak kembali bersemangat


" Akh... maaf Grim.. Sepertinya Alpa... " balas Fla sembari melihat ke arah Grima dan bersiap untuk menghampirinya setelah menepuk bahu dari Alpa yang masih merenung


" Hey, Grim... maaf sudah membuatmu menunggu kami berdua... " balas Alpa yang memotong ucapan dari Fla sembari bangkit dan berjalan mendekati keduanya


" Syukurlah jika begitu. Mari makan, Alpa, Flairia... " balas Grim yang nampak lebih senang dari sebelumnya


Dengan menutupnya pintu dimensi ruang dari tempat persembunyian Grim, sebuah aura merah ke hitaman sempat melintas begitu cepat di langit malam itu dan membuat Ro mengigil ketakutan


" Terima kasih atas makanannya Grim... " ucap Flairia setelah Alpa bersikap terlalu formal


" Iya, iya kalian berdua. Akupun sangat berterima kasih atas kesediaan kalian berdua "balas Grim sembari menata beberapa piring yang kotor untuk dibersihkan


" Oh iya, Alpa. Meskipun ini bukan sesuatu yang berhubungan dengan apa yang kamu minta saat itu, beberapa waktu lalu aku sempat menemukan sesuatu yang mungkin dapat membantumu menemukan sosok Tuan yang kamu maksud itu. " lanjutnya setelah melihat Alpa mengintip keadaan dari Ro yang nampak gelisah


" Memang apa yang kamu temukan, Grim? " balas Alpa sembari mengusap kepala Ro agar lebih tenang


" Aku menemukan eksistensi dari sebuah lonjakan energi mana asing di beberapa tempat dan itu sangat membuatku penasaran karena salah satu data dari analisis yang aku temukan, karakteristik dari energi itu hampir sama dengan karakteristik dari energi hitam yang kamu miliki. " balas Fla sembari menunjukkan sebuah data dari layar sihirnya


" Dua dari lima pusat energi itu ada di lokasi yang cukup dekat dan bisa dikatakan bahwa kedua pusat energi ini seperti berada dalam satu tempat yang sama, sedangkan tiga lainnya ada di area kerajaan Fetralin, Negri Adikuasa Century dan kota Rizna yang termasuk dalam Republik 5 Fraksi... " lanjutnya menjelaskan


" Dari yang aku lihat, bentuk dari dua energi ini hampir mirip dengan energi dari sosok bernama Liah dan yang sangat pekat ini aku sangat yakin bahwa ini milik tuan. Namun hal yang membuatku heran adalah keberadaan dari dua pusat energi yang terlihat sama namun terpisah jarak yang luar biasa jauhnya... " balas Alpa yang mengungkapkan pendapatnya


Melihat kedekatan antara Grim dan Alpa yang membahas hal yang tidak dirinya ketahui membuat Flairia mencoba menarik perhatian dari Alpa dengan mengucapkan beberapa pendapatnya layaknya omong kosong belaka


" Diamlah sebentar Fla, aku sedang sibuk kalih ini.. " ucap Alpa dengan menahan bibir dari Flairia menggunakan sengat pada ekornya


" Sepertinya kamu terlalu berlebihan Al..pa... " ucap Grim yang membatalkan niatan untuk menasehati Alpa disaat Alpa menatapnya dengan matanya yang kembali menghitam seutuhnya


" Apakah karena gelombang energi ini, sikapnya tiba-tiba berubah? " gumamnya disaat Alpa tidak merespon balik tindakan dari Grim dan Flairia ketika sikap dan perilaku Alpa berubah


Beberapa saat sebelum Alpa menutup mulut dari Flairia, dirinya nampak hangat dan ramah. Namun ketika sebuah glombang energi yang dimaksud muncul di dekat lokasi mereka berada, sosok Alpa yang mengaku dirinya tidak mengetahui apapun mengenai opsi analisis langsung mendorong tubuh dari Grim dan mengambil kendali atas kristal Ovl itu seolah dirinya pernah melakukan suatu hal yang serupa dengan itu


" Nirwana vatra fales... Nigen Arenlta Arntares Ma.... " ucap Alpa yang nadanya nampak bergema seakan dua orang berbicara secara bersamaan


" Mirelsta false... Flair na mara victor... Antares demon.... Destroyer.... Nirwana false nolva Fortune.... " balas kristal ovl itu dengan menunjukkan sebuah data secara acak.


" Ne... Grim... apakah mungkin sosok itu adalah tuan yang Alpa malsudkan? " ucap Fla yang terkejut ketika melihat sebuah layar sihir yang menampilkan sosok dark elf ber rambut putih dengan tubuh yang penuh luka serta statistik data yang luar biasa.