
Beberapa saat setelah mereka mendengar apa yang dijelaskan, mereka berlima kembali berasumsi bahwa semua hal yang mereka tahu saat ini masih sangat minim terlebih dengan adanya sosok Arc 02 dan 03 yang ada dihadapan mereka, mereka yakin bahwa tuan mereka telah mengatur sebuah rencana besar dengan beberapa unit tersembunyi selain dari mereka sendiri.
" Seperti yang pernah tuan katakan mengenai kalian.... Selain dari status yang menyatakan bahwa kalian memiliki kekuatan, kecerdasan dan keahlian yang lebih hebat dari unit lain, melihat kalian berada dihadapkan ku secara nyata membuat ku merasa minder." ucapnya ketika Alin, Aestro dan Akun nampak membahas sesuatu dengan Nisel dan Laisia.
" Hehehe... Jatlins.... Jailin... Jalin.. Jarc... " balas Akun yang mencoba menghibur Nest dengan mengatakan bahwa akan ada saat diaman Arc maupun Nest sendiri bisa setara dengan mereka.
" Hehehe... terima kasih, Ka Akun.. " Balasnya senang sembari mencoba kembali mengikuti alur pembicaraan mereka.
Melihat situasi yang mulai kembali tenang, Flora, Quinn dan para maiden mencoba mendekat ke tempat enam sosok itu dengan perlahan.
" Akh, iya... Maafkan kami yah. atas apa yang telah terjadi barusan " ucap Laisia sembari mendekati Flora, Quinn dan para maiden yang nampak takut lagi kebingungan atas hal yang terjadi secara tiba-tiba itu.
" He~em... " balas Flora sembari menganggukkan kepalanya dan mengamati sosok Laisia yang nampak tidak asing baginya.
" Laisia... Sepertinya Flora sangat ingin bertanya sesuatu kepadamu... " ucap Alin sembari mendekati mereka yang masih menampakkan rasa takut dengan kaki yang gemetaran.
" Heeem...? Biar aku tebak, pasti kamu ingin bertanya kenapa aku sangat mirip dengan orang yang kamu kenal bukan? " balas Laisia sembari mengubah tubuhnya ke bentuk normal hingga menampakkan tubuh yang serupa dengan Liah.
" Akh... M.... i--iya... " balas Flora yang masih merasa canggung terhadap mereka yang ada dihadapan dirinya.
" Jadi~ bisa dikatakan bahwa Alin merupakan kembaran dari Flora? " ucap Flora memberikan pendapatnya dengan wajah yang polos.
Gelak tawa dari Alin, Aestro dan Akun nampak terdengar beberapa saat setelah mendengar ucapan Flora yang masih belum memahami apa yang mereka berlima maksudkan.
" Nmo.... habisnya kan, habisnya kan bentuk dari Alin hampir sama dengan Flora!! terlebih lagi juga Alin memanggil ayah dengan panggilan papa~ jadi~ kenapa kalian tertawa? hm~ " ucap Flora sembari membela diri dengan wajahnya yang menggemaskan
" Hehehe... iya, Flora... kamu bisa menyimpulkan nya demikian. Namun kamu juga harus ingat bahwa aku masih lebih berharga darimu... " balas Alin sembari mencubit gemas pipi Flora dan sedikit meledeknya.
" E~h... Kaka tertua yakin mau membahas hal itu sekarang? " ucap Aestro yang merasa bahwa hal yang akan dibahas merupakan hal yang belum waktunya untuk dibahas oleh mereka terlebih dengan ketiadaan nya sosok Anma di antara mereka.
" Hm.... apa maksud Alin? bukankah kita semua sama berharganya bagi ayah? " balas Flora yang merasa terganggu lagi penasaran oleh ucapan Alin yang terkesan membedakan pandang Anma terhadap mereka.
" Hehehe... iya.. itu memang benar jika itu adalah hal yang ingin kamu percayai... Namun, kamu perlu tahu bahwa saat kami berada di dalam dungeon itu bersama papa... papa sempat melakukan hal itu denganku... " balas Alin sembari berniat membuat Flora jengkel.
* stpaks * Akun dan Aestro sama sama menepuk dahinya ketika mendengar Alin mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.
" A!!!! Nmo!!! Flora juga ingin melakukannya dengan ayah!!! Alin!!! kamu curang!!! " balas Flora yang merasa iri terhadap apa yang diucapkan oleh Alin mengenai sebuah kejadian yang berkaitan dengan Anma.