Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Hasil akhir diluar harapan



" Untuk selebihnya aku tidak ini membicarakan hal itu karena bagaimana pun, itu bukanlah urusan kalian dan setidaknya hanya beberapa hal tadi yang dapat aku katakan sebagai penjelasan atas semua kecurigaan kalian. " ucapnya setelah merasa bahwa apa yang dirinya katakan sudah lebih dari cukup.


" Aku harap setelah ini, kalian tidak mengusik kehidupan dari keluarga ku lagi. " tambahnya dengan berbisik sesaat sebelum melewati pria paruh baya itu dan pergi meninggalkan arena itu tanpa peduli atas pertandingan selanjutnya.


Sadar bahwa lain kali Anma benar-benar tidak menahan diri, Brotus yang sebenarnya mengetahui berbagai macam hal yang tersembunyi di balik bayangan mulai mengikuti kemana Anma akan pergi


" Ne, ne... ayah... Flora sangat meminta maaf kepada ayah ya... karena sepertinya tadi sewaktu melawan kedua kaka dari Tia, Flora nampak berlebihan. Hehehe... " ucap Flora sembari menghentikan langkah Anma dengan wajah yang bersalah.


" Hehe.. tidak apa Flora. Itu bukan salahmu karena tidak bisa menahan diri dan lagi, daripada ayah harus memarahimu atas hal itu, ayah justru berterima kasih kepadamu karena dengan adanya hal tadi, ayah bisa membuat beberapa penyesuaian lagi terhadap beberapa item untuk menahan kekuatanmu " balasnya setelah mengusap kepala dari Flora


Sembari berjalan menuju sebuah tempat yang nampak seperti rumah sakit, Anma dan Hena yang masing-masing dari mereka menggendong tubuh dari Ryuu dan Neouro nampak menahan tawanya kerena tingkah laku dari Flora yang amat menggemaskan karena sepanjang perjalanan, Flora terus bersikap layaknya anak kecil yang penasaran mengenai berbagai hal yang dirinya lihat mulai dari makanan, pakaian maupun benda-benda lain yang menarik perhatiannya


" Jadi, Hena. Apakah mereka masih berada di ruangan yang sama seperti saat aku datang kemari? " ucap Anma sesaat setelah menginjakkan kakinya diatas lantai kayu rumah sakit itu dan melihat keramaian dari beberapa orang yang nampak seperti petualang yang terluka maupun mereka yang mengalami penyakit dan semacamnya


" Anda benar tuan, mereka masih berada di ruang Icu 05. " balas Hena sesaat setelah mengisi formulir tamu di meja resepsionis


Sembari berjalan dan membahas beberapa hal lain terkait keluhan dari Hena terhadap Linda, Anma sempat menahan tawanya ketika mendengar bahwa disaat beberapa kali dirinya datang kemari, Linda selalu bertanya mengenai kebenaran atas dirinya yang pernah tidur dengan Anma


" Nmo.... ayah... bisakah ayah dan Hena tidak membahas hal itu? Flora jadi kesal mendengar pembicaraan itu karena saat itu Flora tidan ada disana dan Flora pun juga penasaran mengenai apa yang ayah lakukan pada Hena di malam itu! " ucap Flora dengan kesal sembari memisahkan Anma dan Hena yang berjalan bersebelahan.


Dengan sebuah tawa yang di barengi dengan digandeng nya tangan dari Flora, Anma menjelaskan suatu hal yang terlupakan dari Flora karena selama dirinya kembali bertemu dengan Flora, dirinya belum pernah sekalipun menunjukkan kepada Flora mengenai bagaimana dirinya bisa merubah bentuk dari beberapa sosok dan membuatnya memiliki kemampuan yang jauh diatas kemampuan aslinya serta menambahkan beberapa kemampuan unik yang belum pernah sosok itu miliki.


" Dan meskipun kamu memaksa ayah maupun marah kepada ayah sekali pun, ayah tidak akan menunjukkan hal semacam itu kepadamu. Karena bagaimana pun juga, selain dari beberapa tahapan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ayah juga harus menompang energi kehidupan mereka melalui beberapa sihir tingkat tinggi. " lanjutnya setelah Flora sangat ingin melihat proses peningkatan itu berlangsung


" Hm~ jadi begitu ya ayah. Lalu apakah Arc yang ayah panggil sebagai X-body 02 atau Nest itu juga memiliki peranan penting bagi ayah pada tahap peningkatan itu berlangsung? " ucap Flora sesaat setelah mengingat Nest ikut masuk ke dalam ruangan Anma bersama dengan Moli yang terluka.


" Aha... mengenai itu. Nest memang tidak memiliki kepentingan lain selain dari pembicaraan singkat mengenai apa yang terjadi di malam sebelumnya. " balasnya yang nampak menyembunyikan sesuatu


Merasa bahwa ucapan dari Flora ada benarnya, Hena yang semula nampak ragu untuk menyimpulkan hal itu hanya menganggukkan kepalanya sesaat setelah Anma kembali mencoba berdalih mengenai beberapa hal yang tengah dibahas dan mencoba mengubah topik pembicaraan yang tengah dibahas.


" Hm... jika ayah memang bersikeras seperti itu, Flora akan berhenti menanyakan hal itu. Namun sebagai gantinya, Flora ingin menagih janji ayah mengenai apa itu arti dari kata cinta? Hehehe... " ucap Flora setelah kembali menghentikan langkah kaki dari Anma sesaat sebelum memasuki ruangan tempat dari ketiga maiden yang dimaksud.


Disisi lain dari tempat itu, mereka yang masih tidak mempercayai kekuatan dari Anma yang begitu mudahnya menghancurkan sesuatu dan memberikan sebuah ancaman tanpa peduli dengan tahta maupun sejenisnya hanya bisa berdiri tanpa kata sembari melihat sebagian arena yang hancur


" Jadi Tuan Levite, bagaimana pendapatmu mengenai Loran? Bukankah dia adalah sosok mengerikan yang sama seperti yang pernah saya ucapkan pada anda beberapa waktu lalu? " ucap Shofia sesaat setelah memberikan penghormatan pada pria paruh baya yang masih terdiam tanpa kata melihat kekuatan besarnya itu


" Akh, hm~s... yah, seperti yang kamu lihat seperti saat ini. Meskipun para penonton yang ada disini nampak tidak mengingat kejadian barusan, aku dan beberapa sanak saudara ku yang ada disini ingin mengatakan hal yang sama seperti yang kamu ucapkan itu. Meskipun demikian jika terlepas dari kekuatan penghancur itu, dia hanyalah seorang pria biasa yang hanya ingin melindungi keluarganya. " balas Levite setelah melihat ada sebuah bayangan dari sosok yang familiar baginya sesaat ketika Anma menyembuhkan Leita


" Dan meskipun hanya sesaat, aku rasa apa yang dilakukan dirinya hampir sama seperti mendiang ayah kalian yang berani menantang pihak para pahlawan demi mematahkan sistem dari turnamen yang tidak manusiawi ini... " Lanjutnya sembari menjelaskan sebuah rahasia gelap dibalik turnamen Ouroboros itu sendiri


* Sbriiiingssss * Sebuah cahaya putih kekuningan membumbung tinggi ke angkasa dan membuat mereka yang ada di arena itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah cahaya itu.


Bersamaan dengan berkumpulnya orang-orang yang merasa penasaran akan hal itu, mereka yang semula ada di arena pun berbondong-bondong pergi ke tempat itu dan mendapati bahwa asal dari cahaya terang itu berada di bangunan Rumah Sakit Requilm.


" Dengan segala hormat kami, tuanku. Kami sangat berterima kasih kepada anda atas kebaikan dan pengampunan yang anda berikan kepada kami. " ucap Mori Airi dan Tsuki secara bersamaan sesaat setelah tubuh mereka kembali pulih tanpa luka.


" Hehehe.... iya, tidak perlu berterima kasih seperti itu lagi kepadaku. Karena bagaimana pun juga apa yang kalian lakukan kala itu bukanlah hal yang kalian mau. Jadi, angkatlah kepala kalian dan jadilah pelayan yang setia." balas Anma sembari mengangkat kedua tangannya sebagai tanda pengampunan atas ketiga maiden itu bersamaan dengan Ryuu dan Neouro yang juga ikut tersadar.


Bersama dengan meredupnya cahaya terang tadi, beberapa pasien yang semula nampak terluka fatal maupun dalam kondisi sekarat mulai bangkit dari tempat tidurnya dan melangkah keluar untuk menemui anggota keluarganya yang lain


" Hm~ yah, Seperti yang kamu lihat saat ini, Nantara... Sosok itu adalah satu-satunya sosok yang menjadi alasan kenapa aku masih ada hingga sekarang..... " ucap Fortune sesaat setelah membuka sebuah opsi terkait statistik data dari Anma.